Talk about gua gong ^_*

MasyaAlloh, Alhamdulillah….. aku masih mau untuk ketok-ketok tuts keyboard di laptop bersejarahku, seiring dengan lajunya mesin waktu yang udah sampai melewati hari di bulan Muharram lagi di tahun 1438 Hijriyah atau tahun 2016 Masehi. Coba kalkulator bila dihitung dari tahun gajah udah berapa tahun tuh…hehehe…. Lama nian, ya proses untuk meneruskan kebiasaan lama, curhat-curhat sebagian kecil perjalanan di lorong waktuku 😀 :D. Yang sempat hitung, gimana… gimana… 2016-571=1445 Masehi 😀 Subhanalloh (**tahun gajah=571 Masehi, saat tentara bergajah yang dipimpin Abrahah dari Yaman, menyerbu Ka’bah di Mekkah ^_*)

Kembali ke gua gong 😀 Semua udah pada tahu ya, kalau gua gong itu adanya di Kabupaten Pacitan, Propinsi Jawa Timur, Indonesia 😀 Tapi udah tahu belum, kapan gua gong itu ditemukan? 😀 😀

Gua gong ditemukan tahun 1924, dua tahun sebelum Sumpah Pemuda 1928. Kok bisa tahu? Tahu aja, kan menurut prasasti yang tertulis disebutkan angka tahunnya. Jangan khawatir, ini prasasti bukan ditulis dengan huruf Pallawa atau Bahasa Sansekerta, tapi tertulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar 😀

Lets check it out

prasasti-gua-gong-_

prasasti gua gong ^_^

Prasasti ini bisa dibaca setelah kita menaiki tangga yang cukup menguras keringat dan mulut kita jadi termanyun-manyun karena lumayan bikin napas satu dua-satu dua… ya … ^_*

Check it out, yuk

jembatan-menuju-goa-gong-_

jembatan menuju goa gong ^_^

kelokan-jembatan-menuju-goa-gong-_

kelokan jembatan menuju goa gong ^_^

Bagi yang takut kulitnya jadi gelap, bisa pakai topi lebar atau payung. Tapi jangan khawatir ini bisa menjadi sesi photo-photo…. kelokan jalannya cukup beauty, apalagi kalau bajunya matching sama biru putihnya cat, pokoknya you are beautiful… 😀 Klo ada yg nanya vegetasi nya apa, diantaranya ada pohon jati, pohon kelapa, pohon pisang, pepohonan khas tanah berkapur.

Jangan menyerah donk, gua gong lebih beautiful kok, percayaaaa…. 😀 Tadi kan udah niat yaaaaa….mau lihat gua gong dalamnya seperti apa, jangan urungkan niatmu untuk memasukinya, kalau dibilang gelap, ya memang gelap, namanya juga gua 😀 😀 Ada penerangan disudut-sudut gua, jangan khawatir ada pegangan besinya, karena rute masuk gua gong ini menurun ke arah bawah, naik, turun lagi, kemudian dibuat rute memutar kembali ke mulut gua lagi. Disarankan jangan pakai jaket karena akan terasa gerah, kalau mau foto2 tapi pakai hp, pastikan setting camera di hp untuk tempat yang cahayanya engga banyak, di dalam gua remeng-remeng nih… 😀 😀

stalagtit-titpis-tipis-_

stalagtit titpis-tipis #guagong ^_^

collumnya-tebal-tebal-_-guagong

collumnya tebal-tebal ^_^ #guagong

Udah sampai sini aja ya ceritanya, gua gong seperti kebanyakan gua, ada stalaktit (yang nempel di atas), stalagmit (yang nempel di bawah), ada collum (badan).

Bentuknya beragam, sangat kaya akan bentuk, sangat tebal, mungkin disebut gua gong karena menimbulkan suara seperti gong bila dipukul. Tapi aku engga tega untuk memukulnya. 😀 😀

stalagtitnya-runcing-runcing-_-guagong

stalagtitnya runcing-runcing, shawl drappery tinggi membentang ^_^ #guagong

Dan satu lagi, ini perjalanan masuk gua yang panjang, teman……. siapkan stamina, yang sehat aja yang bisa ikut jalan-jalan masuk gua yang panjang ini, khayalin aja, kamu masuk gua itu untuk masuk ke dalam bumi yang isinya stalagtit dan stalagtit semua …iya… masuk.. turun……

Subhanalloh…:)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s