(Butuh Waktu) untuk Menjadi Baik ^_*

“Aku blum PD jadi imam sholat berjamaah,” kataku tiap kali kedapuk jadi imam.

“Truz siapa lagi,”

“Yaaaa… yang lebih sholeh, lah,” kataku sengit.

Romadhon 1436 H hampir habis, apa ceritamu?🙂

Tarawih di awal Romadhon kali ini, aku ada acara melarikan diri setelah sholat Tarawih belum sepenuhnya selesai,

yaaa… setelah salam tentunya.😉

Membelah shaf dengan acara nderek langkung sambil membungkukan badan sesopan-sopannya.

Kenapa?😉

Karena imamnya punya keputusan sepihak tidak seperti kebiasaan serentetan sholat Tarawih di tempat itu. Jadinya aku salah niat, gitu maksudnya😦

Ini sebenarnya bukan kali pertama aku mengalaminya, namun di Ramadhan tahun lalu di lokasi masjid yang berbeda. Namun aku tidak melarikan diri🙂

Efek dari itu semua, setelah aku pulang memperbaiki sholat Tarawihku sendiri di rumah, aku diinterogasi sama ibu ku, kenapa pakai acara melarikan diri. Apa aku maw ke kamar kecil, atau sakit, atau apa?

Apa reaksiku? Aku diam saja pasang muka nyengir😀😀😀

Aku bisa saja berganti ke masjid yang lain, kalau memang engga tenang menjalankan sholat Tarawih di tempat itu. Namun maw gimana lagi, tempat itu paling strategis buatku, karena sangat terbatasnya waktuku, setelah pulang kerja, bla bla bla… bisa-bisa aku ketinggalan waktu sholat Tarawih kalau harus ke tempat lain.😦

Kembali aku ditanya ibuku dikesempatan lain, maw ga maw aku terus terang kalu aku kecewa sama imamnya.😉

Dan apa yang terjadi pemirsa?😀😀

Ketika di hampir penghujung Ramadhan 1436 H ini, tiba kesempatan imam itu. Ya benar, tebakanmu😀😀 (** jadi main tebak-tebakan, memangnya apa jawabannya?😀

Semacam ada perasaan adem di lobus-lobus heparku😀😀 (**lebay-atun😀😀

Imam yang itu sekarang bacaannya lebih tartil, ‘taw…😉

Entah bagaimana ibuku menyampaikan kecewaku ke imam itu.

Aku bukan protes tentang seberapa tartil bacaannya, protesku itu tentang niat sholatku jadi salah. Tapiii… efeknya luar biasa.

Bisa jadi, apa yang kita sangkakan menjadi doa buat kebaikan dia. Mari kita selalu berbaik sangka. Kalau memang orang yang kita harapkan menjadi baik, mungkin suatu hari nanti akan menjadi lebih baik, tapi semua itu butuh waktu.

😀😀😀

Note: aku selalu berdoa untuk kebaikan ‘seseorang’ yang kuharapkan menjadi baik. Siapakah sesesorang itu? Wallohualam😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s