“… tadi cuma dianterin, … truz disuruh ngamen disini …!!!??”

Sore itu aku pulang kerja, berhubung sekarang lagi banyak kerjaan, pulangnya agak terlambat. Maklum aja c, merupakan tumpukan kerjaan di hari Sabtu dan Ahad nya.

Sembari nungguin bis kota, aku sok sibuk online pake handphone, engga ‘ngeh’ juga barusan ada pengendara motor yang menurunkan seorang bocah laki-laki kira-kira kelas 4 SD berdiri di dekat aku duduk. Setelah pengendara motor itu pergi, bocah itu manggil aku…

                “… mbak, minta uang donk,… “

Aku secara reflex nengok ke sumber suara, sambil bilang,

                “.. kenapa engga minta sama yang nganterin tadi?”

Dia jawab,

                “… lah iya, tadi cuma dianterin, truz disuruh ngamen disini …”

Engga taw, apa yang aku lakukan ini salah atau benar. Aku hanya diam saja habis itu, engga tanya apa-apa lagi. Pikiranku udah kemana-mana …. Bukan merasa bingung antara ngasih apa engga, tetapi berpikir, inilah salah satu sebab MUI menetapkan agar  tidak memberi uang ke pengamen di perempatan jalan, karena ternyata memang sudah terorganisir.

Aku hampir setiap hari ada di tempat itu, aku selama ini cuex dengan berlalu-lalangnya sepeda motor yang kadang berhenti sebentar disitu, atau memang berhenti lama disitu. Aku pernah mencurigai ada pengendara sepeda motor yang sepertinya mengikuti kepulanganku menuju rumah, namun saat itu aku segera berbelok masuk ke toko, karena memang aku maw beli kopi, dan begitu aku keluar dari toko, aku masih melihat pengendara motor itu sibuk dengan ponselnya namun sudah berlalu ke arah lain.

Apakah aku harus mencurigai juga lokasiku menunggu bis kota berikut dengan orang-orang yang ada disekitarnya?

Mungkin inilah saat yang tepat untukku mengubah ritme dikeseharianku. Seharusnya aku tak perlu ada ditempat itu untuk menunggu bis, seharusnya aku tak perlu berjalan kaki menuju rumah. InsyaAlloh dalam waktu dekat akan terwujud. Amin.

Untuk sementara ini, waspada… waspadalah… waspadalah…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s