Museum Sonobudoyo Pada Suatu Hari

Masih ingat museum Sonobudoyo? Pernah jalan-jalan ke Jogja? Pasti pernah ke Kraton kan? Nah, lokasinya tidak jauh dari Kraton. Lokasinya di Jalan Trikora 6 Yogyakarta. Lokasinya mudah dijangkau, jika pernah ke kawasan nol kilometer di Jogja, pasti pernah lihat perempatan Kantor Pos Besar, nah dari tempat itu jalan lurus saja ke Selatan, kemudian ambil jalan ke kanan. Kalau aku, saat masih SD pernah berkunjung kesana, namun udah lupa-lupa ingat 😀 😀 😀

museum sonobudoyo tampak depan

Aku hari Sabtu, 31 Desember 2011, tidak sengaja mengunjungi museum itu, disebut tidak sengaja karena dari  perempatan Kantor Pos Besar, pastinya inginnya belok ke Utara alias ke Mall untuk main  games. Jangan tanya kenapa juga? Ceritanya aku dari rumah kakakku di sekitar Sonosewu dan ada follower-nya…. 😉 ) yaitu  keponakan kecilku. Nah, saat itu aku  ada ide untuk mengajaknya ke Museum Sonobudoyo. Saat memasuki kawasan museum kelihatannya sudah sepi, namun ternyata masih buka.

tiket masuk museum sonobudoyo

Pertama-tama bayar tiket dulu sebagai tanda masuk Rp 3.000,- dan pakai acara absen di buku besar. 😉 Baru kita jalan memasuki museum yang bangunannya berbentuk joglo.

Langsung kita memasuki semacam aula dengan seperangkat kursi kuno di sebelah kiri dan sederet lemari kaca berisi dereatan karya dari keramik berukuran kecil, kalau tidak salah merupakan karya murid-murid sekolah dengan label nama dan nama sekolah mereka berasal. Sedangkan sebelah kanan ada seperangkat gamelan Slendro-Pelog Kyai-Nyai Riris Manis Yasan Sri Sultan Hamengku Buwono VI, kok bisa tahu? Ya, kan ada labelnya. 😉

seperangkat gamelan Slendro-Pelog Kyai-Nyai Riris Manis Yasan Sri Sultan Hamengku Buwono VI

Kemudian aku dan keponakanku memasuki ruang berikutnya yang menampilkan peralatan yang dipakai pada zaman dahulu, seperti tempat kinang, tempat tidur kuno, tempat menyimpan peralatan, mainan dakon, dan yang lainnya aku tidak begitu hafal untuk menyebutkannya, yang pasti sangat beragam.

Lanjut ke ruangan berikutnya kita diajak memasuki fase-fase sejarah dengan menampilkan benda-benda prasejarah, dimulainya peradaban manusia, khususnya di Yogyakarta dan sekitarnya, itu menurut pengamatanku. 😉 😉 Ada contoh peralatan berburu, memanah, dan sebagainya, persis seperti saat di bahas di pelajaran sejarah.  😉 😉 Kupikir mendingan belajar sejarah disini saja, tersedia benda-benda yang ingin diketahui. Jangan kaget, ada  replika kubur peti batu yang berukuran lumayan besar, lengkap dengan tengkorak di dalamnya. 😀 😀 😀

replika kubur peti batu

Ruang berikutnya masih menampilkan benda-benda yang menggambarkan masa-masa masuknya agama Hindu, Budha, sampai dengan masuknya agama Islam di Mataram dan sekitarnya. Ada patung dewa dari perunggu berlapis emas yang ditemukan di Patuk, Gunungkidul pada tahun 1956 sebagai lambang dewa Budha.

Setelah aku cerita hal ini ke ibuku, katanya patung itu dulu ditemukan di kawasan perbukitan  Nglanggeran.

Ada deretan peralatan untuk sesaji, sampai ada deretan Al Qur’an dengan tulisan tangan, dan juga penjelasan tentang Masjid Pathok Nagari.

Untuk menuju ruang selanjutnya kadang berbelok-belok, namun kemudian sampai di ruangan yang cukup lega. Jangan heran, ada koleksi di Sonobudoyo yang koleksinya tidak bisa dipamerkan dengan alasan keselamatan.

Demi alasan keselamatan, untuk sementara waktu koleksi tidak dapat kami pamerkan.

(We apologize for your inconvenience, But for safety reasons, collections can not be displayed for a temporary time)

Memang, ada koleksi Museum Sonobudoyo yang hilang sampai sekarang belum ada titik terang. Sebenarnya ini sangat disayangkan, berarti saat aku SD, koleksi museum Sonobudoyo masih sangat lengkap, ya? Sayang sekali sekarang keponakanku tidak bisa melihat koleksi-koleksi yang dahulu aku pernah melihatnya.

Keponakanku bertanya, “… mengapa ada koleksi yang tidak bisa dipamerkan?”

Ya, aku bilang mungkin karena khawatir akan bertambah koleksi yang hilang juga karena mungkin koleksi itu mengandung emas sehingga berbahaya bila ditampilkan dan diambil oleh orang yang mempunyai maksud tidak baik. Bener engga c jawabanku? 😀 😀

bukan bunuh diri

Kita sampai di koleksi batik, berbagai jenis wayang, beraneka macam senjata dari mata panah sampai pedang besar. Ada gambaran tarian seperti orang yang bunuh diri, namun menurut penjelasan yang tertulis, itu merupakan salah satu gerakan tarian yang sang penarinya sendiri sebenarnya tidak sadar melakukannya. Ada juga pendopo yang aku pikir mirip seperti pura di Bali. Jeprat-jepret lah kita 😀 😀 😀

koleksi Meriam Kuna tahun 1846 M milik Sultan Hamengku Buwono III

Setelah dirasa semua sudah dikunjungi dan dilihat, aku dan keponakanku lagi-lagi tertarik dengan koleksi yang tidak ada di alam ruangan. Namun di luar ruangan. 😀 😀 😀 Ada koleksi Meriam Kuna yang menurut penjelasan yang tertulis di dinding berasal dari Yogyakarta tahun 1846 M dan milik Sultan Hamengku Buwono III sebagai salah satu peralatan perang. Masih ada lagi koleksi Arca Gupala yang sangat gendut dan tinggi besar, patung dewa-dewa, patung hewan, hiasan kala, Yoni, Padmasana, dan masih banyak yang lain. Aku baru ‘ngeh’ juga, kalau Yoni itu melambangkan alat kelamin wanita. 😉 😉

arca gupala

Yoni

Sebenarnya di pintu masuk museum ada tata cara memasuki museum, salah satunya kalau ingin memotret harus izin dulu. Namun saat itu kami begitu bebas jeprat-jepret. 😀 😀 😀 Dan tidak diperingatkan oleh petugas, berarti boleh ya? 😉 😉

Puas hari itu bisa mengunjungi Museum Sonobudoyo lagi, aku berharap Museum Sonobudoyo akan semakin banyak dikunjungi sebagai obyek wisata sejarah bangsa. Bisa buat belajar sejarah negara kita di masa lalu itu seperti apa. Karena saat kami berkunjung, betul-betul sepi pengunjung, hanya aku, keponakanku yang kelas 5 SD, dan ada seorang pengunjung kecil lagi.

Mari kita jaga bersama museum kita dan jangan lupakan Museum Sonobudoyo kalau berkunjung ke Jogja. Ya. 😉 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s