Setelah Kirab Pawiwahan Ageng ….. ^_*

Slideshow ini membutuhkan JavaScript.

Bulan Oktober 2011 tanggal 18 lalu, ada pawiwahan ageng di Jogja, tapi aku engga menyaksikan secara langsung peristiwa itu, maksudnya saat kirabnya. Lah, pie? Aku kerja, ….. 😀 😀 engga bisa sekedar bolos buat sekedar liat arak-arakan dari Kraton menuju Kepatihan. Masa c harus cuti untuk menyaksikan fenomena itu? 😀 😀

Bisanya c lihat siaran langsung di TV, sejak malam sebelumnya pun aku engga mau ketinggalan melihat siaran langsung acara tantingan, yang di siarkan langsung juga oleh TV lokal di Jogja. Termasuk jawaban GKR Bendara,

“.. sendika, rama.. “ 😉 😉

saat menjawab pertanyaan dari Sri Sultan HB X., masih terngiang di telingaku. (*** apa hubungannya..hehehhe.. ).

Tapi yang tak terlupakan adalah saat aku pulang kerja. Sebenarnya aku udah diwanti-wanti temanku,

“lihat tuh Tin, berjubel-jubelnya aja kayak gitu, masak kamu mau pulang ke rumah juga?”

ujarnya sambil nunjukin lautan manusia di siaran langsung TV.

Tapi aku males banget buat pulang ke rumah kakakku, aku mau pulang ke rumah aja… 😀 😀
Bener aja, aku pulang seperti biasa, jam 5 sore. Benar lah apa yang dikatakan temanku, sampai daerah Ngabean saja, arus orang-orang sehabis melihat peristiwa langka di sepanjang jalan Malioboro dan sekitarnya itu, sedang berada dalam fase arus balik, alias pada mau pulang. Menandakan bahwa acara itu udah selesai.

Yah, begini dech, apakah perlu aku menempatkan secuil kekecewaanku kalau engga bisa ikut menjadi saksi melihat secara langsung acara itu. Dan sekarang, aku dihadapkan dengan bagaimana caranya, …. menembus lautan manusia sebanyak itu, ditambah semua jalan dan pinggir jalan penuh dengan motor yang masih di parkir maupun yang mencoba menerobos jalan yang terasa sempit.

Wuih, udah telanjur begini, satu-satunya jalan, ya nungguin situasi lebih longgar buat bergerak. Sampai pukul 18:20, aku masih disekitar keramaian orang-orang yang kalau dilihat c memang mereka sengaja akan menghabiskan waktu dengan duduk-duduk atau sekedar jalan-jalan disekitar Malioboro, karena saat itu kita bebas mau jalan kemana kita suka, engga peduli lampu merah, hijau, atau kuning, free… pokoknya. 😉 😉

... prajurit ^_^

... prajurit ^_^

Eh, tiba-tiba ada suara derap kaki pasukan prajurit dari arah Kepatihan, sepertinya c mereka menuju arah Kraton. Ternyata bukan hanya pasukan Lombok Abang dan yang lain, tetapi juga komplit dengan kereta-kereta milik Kraton dengan kuda-kuda nya yang OK punya 😉 😉

.. kereta ^_^

.. kereta ^_^

Kontan aja, pemandangan ini mencuri perhatian kita semua. Ada yang menghentikan kereta sejenak, untuk sekedar minta waktu buat foto bareng, engga tau tuh, foto bareng kereta atau foto bareng kuda-nya. 😀 😀 😀 Ada juga yang mengambil paksa rangkaian bunga melati pada kereta, dan untuk peristiwa ini, petugas kereta dan pengiringnya langsung menghentikan jalan kereta sebentar, ada bisik-bisik kalau ini tadi namanya bikin kuda kaget, dan kita engga ingin kan kalau ada kejadian yang tidak diinginkan. 😉 😉

Hmmmm…. walau engga bisa nonton arak-arakan pengantin, ya cukuplah melihat arak-arak an prajurit dan kereta berikut kuda yang kelihatannya cukup lelah, tapi bersahaja. 😉 😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s