“… Wala taiasu mirraukhillah, … Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah”

Lihat Ustadz Solmed membawakan lagu “Andai Ku Tahu” bersama Ungu ???….. Lihat Ustadz Solmed minta diajarin nge-dance sama Sm*sh???😀😀😀 Itu bisa dilihat saat acara Gema Ramadhan SCTV 2011, tayang 20 Agustus 2011. Sekitar jam 22:30 Ustadz Solmed muncul, siaran ini live dari Lapangan Tegal Laga, Bandung. Selain Ustadz Solmed dan Ungu, ada bintang tamu Sm*sh, Vierra, ST 12, dipandu Asti Ananta dan Irgi Ahmad Fahrezi.. Ilmu apa lagi yang bisa kita dapat dari sini…. yukkkkk, chek it out … ^_*

Setelah Charlie ST 12 membawakan lagu “Dunia Pasti Berputar”

Ustadz Solmed says:
Lagunya luar biasa, memberikan inspirasi, tadi yang baru dinyanyikan “Dunia pasti berputar”, punya punya cerita apa, ‘Kang dari lagu ini?

Charlie ST 12 says:
Aku, Alhamdulillah dengan pengalamanku dan dengan proses apa yang sudah aku jalani, waktu itu aku merantau ke Bandung, aku benar-benar nekat jalani hidup. Beberapa cobaan dari Tuhan dapat terus dengan keadaan yang memang aku tidak punya apa-apa waktu itu. Tapi aku Alhamdulillah, truz berjuang terus, aku yakin dunia pasti akan terus berputar, kalau memang kita tulus dan ikhlas jalani itu dan menerima apa cobaan dari Tuhan, InsyaAllah semua akan dapat memberikan sesuatu yang baik.

Ustadz Solmed says:
Katanya pernah ngontrak di suatu petakan rumah yang pernah diusir atau hampir diusir?

Charlie ST 12 says:
Diusir di Dago, waktu itu istriku hamil 6 bulan. Waktu itu aku sering nongkrong di Jalan Braja.

Ustadz Solmed says:
Itulah kehidupan ya, ‘Kang, tidak ada manusia yang pernah menyangka, hari ini seperti ini, besok seperti apa. Yang kaya jangan sombong, kelak kekayaan itu suatu waktu bisa diambil oleh Allah. Yang susah dan miskin jangan putus asa, paling lama miskin sampai mati.😉😀 Lama banget ya miskinnya.😀😀 Ingat,

hidup ini kalau pengen indah, pengen nikmat, wajib untuk bersyukur kepada Allah.

Tengoklah saudara kita yang tidak memiliki orang tua, yatim piatu, bersyukur buat mereka yang masih memiliki ayah dan ibu.

Lihat mereka-mereka yang ada di emperan toko, tak punya rumah, mereka tidak punya tempat tinggal, tapi mereka bersyukur, semangat menjalani hidup ini.

Saya mw kasih sebuah logika begini,

Kalau kita pengen menikmati hidup jangan selalu melulu ngelihat ke atas, setuju engga? Kalau selalu melulu ngelihat ke atas, yang pertama kepala kita capek ngedangak, yang kedua kita engga bisa ngelihat di depan ada batu, engga tahunya kesandung, jatuh. Mimpi belum diraih, sementara kemudian kemiskinan dan juga kehinaan justru akan terus di dapat.

Tengoklah ke bawah, punya rumah besar, 300 meter X 300 meter, waw, besar engga? Bersyukur? Ada orang yang tidak bersyukur. Caranya ‘gimana bersyukur?

Lihat ke bawah,

“Ya Allah Ya Rabbi, Alhamdulillah punya rumah yang besar seperti ini, berapa banyak saudaraku yang hidupnya ngontrak.”
Kata yang ngontrak, “Ya Allah Ya Robanna, engga apa-apa dech, biarin ngontrak juga yang penting bisa bayar kontrakan, daripada tetangga sebelah udah engga punya rumah, ngontrak, nunggak 3 bulan, diancam bakal diusir.” (*** Charlie pernah ngalamin itu😉😉 ).

Tapi, jangan juga putus asa, lihat orang-orang yang hidupnya di kolong jembatan, tak punya rumah, beratapkan langit, beralaskan aspal, senantiasa dihimpit dengan rasa dingin dan rasa panas.

Tapi yang dikolong jembatan juga kalau dia bersyukur melihat ke bawah, dia bakalan seneng. Ya Allah engga apa-apa, Alhamdulillah, biarin hidup di kolong jembatan, yang penting aman, daripada diujung jembatan sana, udah miskin, tidur di emperan, beratapkan jembatan, sewaktu-waktu dikejar-kejar sama trantib, karena dianggap mengganggu ketertiban.

Kata yang dikejar trantib, “Ya Allah, engga apa-apa, hitung-hitung olah raga. Dikejar-kejar sambil lari, daripada ada yang dipojok sana, saking takutnya, nyemplung ke kali, mati.”

Begitu nikmat orang-orang yang bersyukur. Anda mengeluh? Anda berkeluh kesah? Hidup ini akan terus berjalan, jangan pernah mengecilkan hati dan jiwa ini, karena Allah telah memberikan potensi yang begitu besar kepada kita. Siapa yang nyangka, seorang Charlie, berapa tahun yang lalu ‘Kang mengalami ini? 6 tahun yang lalu? Pernah bermimpi akan seperti ini?

Charlie St 12 says:
Tidak, mengalir saja.

Ustadz Solmed says:
Yang selama ini tidak pernah di dapat, diraih, mimpi pun juga enggan datang di dalam mimpinya Akang. Tapi sekarang, Subhanalloh. Mimpi itu jadi kenyataan.

Wala taiasu mirraukhillah
Janganlah kalian berputus asa dari rahmat Allah

Siap kita bersyukur?

Setelah Ungu membawakan lagu “Andai Ku Tahu” bersama Ustadz Solmed.

Ustadz Solmed says:
Kalau sudah bicara tentang kebesaran Allah Subhanahuwata’ala bahkan segala apa yang ada di dunia ini pasti akan kecil. Sebentar dan seberat apa pun yang kita hadapi, rintangan yang menghampiri, selama kita mau bergantung kepada Allah Yang Maha Besar, maka rintangan, ujian, cobaan dan masalah itu akan terasa kecil.

Gini, kalau sudah yakin hanya Allah-lah yang paling besar, hanya Allah Yang Maha Besar, maka selain Allah itu kecil, jawabannya harus senantiasa selalu meningkatkan ibadah dan sujud kepada Allah.

Hanya orang-orang yang tidak tahu diri, orang-orang yang tidak tahu diuntung yang tidak memahami siapa diri ini, yang tidak bersujud kepada Allah.

Saya mau tanya sama ibu-ibu disini, eneng disini:

Kalau kamu punya temen, yang selama ini ketika susah bareng-bareng, truz engga punya duit kamu kasih, punya hutang kamu bayarin, truz kemudian segala kebutuhan kamu berikan. Tahu-tahu orang ini besok jadi kaya, tahu-tahu besok jadi sukses. Begitu udah kaya kemudian sukses, lupa sama kita yang selama ini ngebantuin dia. Kira-kira kesel engga? Seneb engga?

“Ih amit-amit, punya temen kayak begitu, waktu susah hidupnya sama gw, punya hutang gw yang bayarin. Ada masalah gw bantuin, sekarang begitu udah kaya dan sukses, lupa. Ih, tahu gitu mah males ngebantuin.”

Begitulah bahasa kita. Kita tidak ingin menjadi manusia yang sombong, yang dengan harta dan jabatan lalu merasa besar, merasa serba bisa, dan kemudian mengatakan,

“… inilah aku..” Yang pada puncaknya kesombongan ini pernah dicontohkan oleh Allah pada kita, siapa? Fir’aun. Kaya, jabatannya seorang raja, hartanya banyak, wilayah kekuasaannya meliputi Mesir dan sebagian lain wilayah yang lainnya. Tidak pernah sakit, karena merasa kaya, jabatan tinggi, semua orang nunduk kepadanya. Lalu sepanjang hidup Fir’aun tidak pernah sakit, muncullah ke-aku-annya. Muncullah ke-gw-annya. Muncullah kesombongannya. Yang pada puncaknya kemudian mengatakan,

Ana robbukumul a’la
Akulah Tuhan yang paling tinggi untuk kalian semuanya
(**** Naudzubilahimindzalik )

Makanya, niey, di sepuluh hari yang terakhir ini, ayo pulang dari sini besok semuanya penuhin masjid, setuju? Sholat jangan ditinggalin, jangan nyari masjid kalau Tarawih pilih-pilih,

“Ah, gw mah kagak maw Tarawih disono, imamnya Kong Haji Mimin, kelamaan.”
“Saya mah mau sembahyangnya ama Kang Mamad, itu mah cepet, kalau sholat campur ngepot, imam favorit.”😀😀😀
Anak muda ngliatin jadwal dulu nih, “…  kalau imamnya Kong Haji Mimin gw engga mau, kalau imamnya bang Mamad gw mau dah…”
Begitu ngelihat jadwal hari ini, Kang Mamad maju, begitu maju, “… ayo Bang, jangan pakai lama, ngepot aja, ngebut aja.”

(***Engga kedengeran apa yang diomongin, yang dibacain, akhirnya engga jelas, ini sembahyang apa konser?😀😀😀 Persis kayak begini nih modelnya nih. Ini engga jelas, di masjid apa di lapangan Tegal Laga?😀😀 Semuanya teriak …. AAmiiiinnn )

Sekali waktu, seorang anak muda ngelihatin jadwal, jadwalnya Bang Mamad lagi, ke masjid, sholat paling depan, begitu udah di barisan depan, ternyata Bang Mamad sakit.
“Saudara-saudara,beserta jamaah, hari ini mohon maaf, Bang Mamad yang harusnya jadi imam, hari ini beliau sakit dan digantikan dengan Kong Haji Mimin.”
Nih anak muda langsung ngomong, “.. apes banget nih gw hari ini sholat begini, kejebak…”

Bayangin ini, bayangin coba, seharusnya kita sedang menghadap Allah, Allah yang Maha Besar, yang dengan segala kebesarannya Allah memanjangkan umur kita, memberikan rezeki kepada kita, memberikan nikmat kepada kita semuanya. Semoga dengan pertemuan kita pada hari ini, pemirsa semuanya juga di rumah, yuk, sama-sama besarkan Allah, dengan cara apa?

Jangan pernah tinggalkan sholat lima waktu.

Siap menegakkan sholat?

Setelah penampilan Sm*sh dengan lagu-nya Maher Zain, “InsyaAllah.”

Ustadz Solmed says:
Judul lagunya juga mantab, “InsyaAllah.” Ngomong-ngomong soal “InsyaAllah”, biasanya banyaaak banget yang mempermainkan kata InsyaAllah, cuma karena “engga enak.”

“Besok datang donk ke pesta Gw…”
“InsyaAllah, ya..”

Jadi, insyaAllah-nya sebenarnya dalam hati, “.. ogah banget datang ke tempat ‘loe.. “
Jadi “InsyaAllah”-nya buat menipu. Banyak engga yang model begitu? “InsyaAllah” untuk menutupi kata “tidak”.
Menutupi sesuatu kalau dibilang iya, engga enak, ya udah dweh, ngomong “InsyaAllah” saja.

“Besok gw bikin acara nih, pengajian di rumah, datang engga?”
“InsyaAllah ya”

Dalam hati udah diniatin, “engga bakalan gw mau datang”

Kira-kira, anak-anak Sm*sh ada pengalaman engga kayak gitu? Kira-kira mau ngomong “engga”, tapi engga enak banget, akhirnya, “… InsyaAllah dweh.”

Bisma, Sm*sh says:
Sebenarnya kan pengen datang, tapi kan karena keadaan tidak pasti lebih baik InsyaAllah, kalau memang Allah menghendaki ya kita datang. Truz kalau Allah betul-betul menghendaki, ya datang. Alhamdulillah.

Ustadz Solmed says:
Itu namanya bagus.

Diantara salah satu kemuliaan seorang hamba, seorang muslim, dihadapan hamba-hamba-nya yang lainnya adalah ketika berkata dia jujur, ketika berjanji dia menepati.

Ada satu cerita begini nih,

Di zaman nabi, ketika nabi masih hidup pastinya, nabi mengalami bagaimana pentingnya arti sebuah janji. Satu waktu nabi sedang bertransaksi dengan salah seorang pedagang, namun ketika membeli sesuatu barang dengan pedagang itu, pedagang tersebut tidak punya kembalian,
“Ya nabi, besok saja ya kembaliannya. Udah janjian nanti di sudut ini, di tempat ini, waktunya jam segini.”
Tahu-tahu bener, begitu masuk besok hari, nabi udah datang dari pagi, sementara orang yang berjanji tadi engga datang-datang, kecuali pada saat menjelang maghrib, baru orang itu dating, dengan wajah yang tidak enak mengatakan kepada nabi:
“Ya nabi, Ya Rasul, maafkan aku, aku lupa kalau hari ini aku punya janji kepadamu ditempat ini”
Apa jawaban nabi?
“Ketahuilah, andai kata engkau tidak datang sampai aku wafat, aku akan tetap disini menunggu janjimu yang kemarin engkau katakan aku harus menunggu di tempat ini.”

Waw, Subhanalloh. Hebat nabi, memberikan contoh kepada kita menjadi manusia yang jujur, jangan jadi manusia yang bohong. Apalagi zaman sekarang nih, mak-mak zaman sekarang. Sama anak suka ngebohong.

Anak pengen beli bakso, “ mak, pengen beli bakso..”
‘Mak-nya bilang, “..eh, itu mah kagak enak..” “kagak dijual…”
Udah tahu tukang bakso ngedorong gerobak sampai pengen mampus, dibilang gag jualan bakso.😀😀
Anak pengen beli es krim. “… mi, beli es krim donk mi.. “
Mak-nya bilang, “…itu mah racun..”
Loe kalau kedenger tukang es krim di sepak, orang udah capek-capek nge-goes pake sepeda kemudian jualan teriak-teriak, es krim, orang mau beli, dibilang racun.😀😀

Ngebohong. Akhirnya, menjadi warisan, bener engga? Punya anak, anaknya kawin, punya anak lagi, ikutin apa kata emaknya.

“Nak, kamu kalau makan jangan di depan pintu, ntar jauh dari jodoh..” Apa hubungannya makan dengan pintu ama jauh dari jodoh?😀 Cuma kagak enak, ngomong sama anak, “.. yang sopan kalau makan, jangan ngaprak di depan pintu…” Memang c, apalagi kalau yang perawan di depan pintu, udah kakinya ngangkang, udah begitu makan sembarangan. Bujangan lewat,”.. amit-amit perawan gila …siapa yang mau melamar?”

Bener juga begitu hamil, bunting, ya , “hayo biar engga digodain sama kuntilanak, biar engga digodain sama setan. Gantungin bawang putih, gantungin gunting, biar kuntilanaknya takut.”
(**Engga sekalian tuh gantungin golok😀😀😀 Jangankan kuntilanak, tetangga loe kabur😀 )

Nah kebohongan-kebohongan yang seperti ini tidak boleh terjadi, karena kebohongan seperti ini akan menjadi warisan untuk generasi kita semuanya. Naudzubilahimindzalik.

Akan datang nanti suatu masa,

Al yaumanakhtimu ‘alaa afwahihim wa tukalimunaa aydiihim watas’hadu arjuluhum bimaa kaanuu yaksibuun — Q.S. Ya-sin ayat 65
Akan datang nanti disuatu masa, mulut akan dikunci oleh Allah, tangan akan berbicara, kaki akan bersaksi, atas segala perilaku, sikap, amal dan perbuatan kita.

Karenanya, dari lagu yang dinyanyikan oleh Sm*sh, InsyaAllah-nya kita, mudah-mudahan kita yang lahir dari hati nurani dan dari sebuah kejujuran.

Setelah mendengarkan lagu “Kupinang kau dengan Bismillah”, by Ungu.

Ustadz Solmed says:
Ngomong-ngomong tentang judul lagu tadi, “Kupinang kau dengan Bismillah” , apa yang menjiwai lagu itu sehingga kemudian tercipta?

Enda, Ungu says:
Kebetulan lagu ini juga aku bikin berdasarkan baca buku berjudul “Kupinang kau dengan Bismillah”, jadi kalau bukunya ini menceritakan bahwa sebenarnya niat awal itu mesti dengan Bismillah, itu harus modal dasar dari segala.

Ustadz Solmed says:
Segala sesuatu yang berkaitan dengan aktivitas, kegiatan yang kita lakukan dalam kehidupan kita sehari-hari sandarkan itu kepada Allah, dengan pertama kali mengucapkan Bismillahirrohmaanirrohim. Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang.

Kalau orang hidupnya, menyandarkan segala sesuatu kepada Allah, maka yakinlah Allah itu tidak akan pernah roboh, Allah tidak akan pernah jatuh, Allah tidak akan pernah mati. Kalau hidup menyandarkan kepada jabatan, kelak jabatan itu bisa turun, bisa selesai, bisa berganti kepada orang lain.

Kalau hidup mengandalkan kepada tingkat jabatan, bintang empat. “Ah, baru juga empat.” Masih ada Allah punya bintang milyar-an di atas langit. Berarti masih masih kalah. Sandarkan kepada Allah.

Pengen punya suami, pengen? Ya pasrahin, biar Allah yang miliihin terbaik buat kamu. Pengen punya istri? Pengen? Sandarkan pilihan itu kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Kalau sudah menyandarkan segala sesuatu kepada Allah, pasti nanti nikmat.

Ada satu kisah, maw denger?

Di zaman Khalifah Al Mansur, ada seorang mentrinya namanya Al Asma’i, dia jalan-jalan bersama dengan sang Khalifah, beserta sahabat-sahabat yang lain melakukan perburuan di padang pasir. Singkat cerita, Al Asma’i ini berpisah dengan rombongan yang lain. Tahu-tahu kondisi tubuhnya sudah mulai melemah, dan kemudian tenggorokannya mulai kering karena kehausan, begitu melihat di sudut pojok sana ada sebuah kemah, sendiriiii, tidak ada kemah-kemah lain yang menemani, datanglah Asma’i ini ke kemah tersebut, lalu kemudian dia lihat ada sesosok wanita, cantik jelita, yang menawan hati, matanya pun indah luar biasa.
Begitu melihat sesosok wanita cantik ini, Asma’i kemudian ngomong,

“…. neng, saya kehausan, boleh engga saya minta air?”
“Boleh, tapi bukan air yang disiapkan untuk suami saya, tapi air yang bekas sisa saya, “ kata si wanita cantik.
“Engga apa-apa, yang penting saya bisa selamat dari kehausan.”
Tidak berselang lama, tahu-tahu dari kejauhan kelihatan hembusan debu yang luar biasa, karena ada kuda yang datang.
“Gedebag gedebug…” suara apa itu?
(**** “Itu suara saya ‘neng…”😀😀😀 Enak aja suara kuda😀😀😀 )
Akhirnya si perempuan cantik ini ngomong,

“.. bang, bang,.. jangan terlalu dekat bang, suami saya datang bang… “
Akhirnya begitu suaminya datang, dia datang minta dilepaskan sepatunya, lalu dia caci-maki istrinya, dan kemudian sang istri dengan lembut dan santun, dibukanya sepatu suaminya, diusaplah keringatnya, dikipasi daripada rasa panas suaminya, sambil suaminya menggerutu dan mencaci serta memaki.

Apa yang terjadi begitu suaminya masuk, Asma’i kemudian ngomong,
“… neng, maw amat loe sama laki model begitu. Udah tua, jelek, buluk, ngomel mulu kerjaannya mencaci-maki. Padahal kamu itu cantik, kamu itu luar biasa, wanita yang ada di tanah ini tidak ada yang melebihi kecantikanmu, laki-laki manapun pasti akan suka dan senang kepadamu. Kenapa engkau maw sama model lelaki kayak begitu?”
Apa jawaban si eneng?

“.. aku menyerahkan hidupku kepada Allah. Kata nabi, agama ini dibangun atas 2 dasar, yang pertama adalah rasa syukur, yang kedua adalah rasa sabar. Aku bersyukur kepada Allah, telah diberikan wajah yang cantik, telah diberikan rupa yang begitu indah, dan untuk menyempurnakan agamaku, akhirnya aku memilih laki-laki ini agar aku melatih diriku menjadi orang-orang yang sabar.”

Lihat, kalau hidup menyandarkan kepada Allah, ujian, cobaan seberat apa pun, InsyaAllah pasti akan mampu kita lewati. Setuju? InsyaAllah setuju ya? Mudah-mudahan pertemuan ini, dari kumpul bareng sama temen Ungu memberikan inspirasi kepada kita semuanya.

Lakukan segala aktivitas dengan memulai, Bismillah.

Sebelum Vierra membawakan lagu “Terlalu lama”

Ustadz Solmed says:
Vierra akan menyanyikan lagu apa? Ada cerita apa di lagu itu?

Kevin, Vierra says:
Lagu “Terlalu Lama” ini menceritakan tentang orang yang digantung terlalu lama, orang udah suka sama orang tapi orang yang disukai ini ngasih harapan tapi engga jelas-engga jelas, gitu. Tapi lebih cewe yang digantungin c untuk lagu ini.

Ustadz Solmed says:
Jadi lagu ini bercerita tentang kisah kasih seorang cowo dan cewe, yang kebetulan si cewe cintanya digantung. Ngomong-ngomong soal sahabat, kalian semua bersahabat? Sudah lama, atau hanya karena ketika buat band. Apa arti sahabat buat kalian?

Widhy, Vierra says:
Widhy sama Raka udah sahabatan lama banget, kenal, sahabatan. Kevin sama Tryan juga udah lama. Dua ketemu dua aja. Menurut Widhy, sahabat itu melebihi saudara ya, karena mereka tahu seluk-beluk kita, kadang kalau sama orang tua kita pun engga sepeduli mereka, cerita, segala macam, sahabat kan pasti tahu. Semua masalah kita larinya ke sahabat, jadinya tahu, jadi melebihi keluarga.

Menurut Tryan, Vierra: sahabat ada disaat kita bahagia, dan bukan hanya temen buat saat seneng aja tapi kita bisa berantem juga mungkin, tapi dari itu kita bisa belajar sebagai sahabat itu untuk ngerti aja.

Menurut Raka, Vierra: sahabat itu yang selalu ada disaat kita menang atau susah, tidak akan pernah membocorkan rahasia sekecil apapun tentang sahabat itu sendiri.
Menurut Kevin, Vierra: sahabat tuh orang yang rela berkorban demi temannya, ada masalah apa pun, seberat apa pun, sejauh dia bisa membantu dan pokoknya meringankan beban temen kita, itu sahabat.

Ustadz Solmed says:
Arti persahatan dan kebersamaan begitu penting di dalam kehidupan, kita hidup tidak sendiri, kita hidup bersama dengan orang yang banyak, betul engga? Jangankan urusan perkara yang besar, perkara yang paling kecil saja kita membutuhkan teman dan sahabat.

Perkara apa saja misalnya? Senyum. Senyum butuh teman engga? Senyum butuh sahabat engga? Coba diantara kalian, mulai entar malam engga ada temen, engga ada sahabat, engga ada siapa-siapa, truz senyum sendiri. Pasti tetangga sebelah akan curiga, “… udah lama tuh?… senyum sendirian engga ada orang… “

Itu perkara yang kecil, apalagi perkara yang besar, perkara yang membutuhkan bantuan dan pertolongan dari orang-orang yang kita cintai dan sahabat itu seperti apa ? Yang senatiasa ada bukan hanya kita merasakan kesukaan, pada saat merasakan kebahagiaan, tetapi disaat kita sedih, disaat kita berduka, disaat kita ditimpa musibah, dia saelalu ada memberikan spirit, memberikan dukungan dan memberikan arti dari sebuah musibah yang kita rasakan.

Kalau sahabat cuma pengen senengnya doank, itu namanya cuma teman. Cuma teman. Sahabat itu tidak hanya senang, saat kita gembira, tapi disaat kita sedih, saat kita berduka, saat kita mendapatkan masalah, dia selalu ada memberikan spirit dan semangat untuk kita semuanya. Karenanya saya berharap Ramadhan kali ini mampu memberikan arti persahabatan untuk kita semuanya. Amin.

Ini yang kumpul disini, datang dari mana-mana, semuanya manusia?😀 Tidak ada kuntilanak? Tapi apa itu yang bergelantungan di atap?😀😀 Itu ada yang bergelantungan pakai ayunan, rambutnya panjang., coba.😀 takut engga. Kalau semua merasa dirinya manusia kita datang dari tempat yang berbeda, sebelah sana, pelosok sana, ujung sana, berdiri bersama, duduk bareng dalam rangka acara Gema Ramadhan, jadikan acara ini ajang silaturahmi kita semuanya.

Penutup

Ustadz Solmed says:
Berkah Ramadhan semoga yang sakit Allah akan angkat penyakitnya, Amin. Semuanya diberikan kesehatan oleh Allah dan dilancarkan ibadanya. Amin Ya Robbal Alamin. Tadi judul lagu barusan apa?

Pasha says:
Judul lagunya Dia Maha Sempurna.

Pasha, Ungu says:
Ada yang bilang, “.. ustadz-nya ganteng… “😉😀😀😀

Ustadz Solmed says:
Semua manusia sebetulnya ganteng, semua manusia sebetulnya cantik ya, cuma kadang-kadang ada orang yang engga ngerti bagaimana caranya menjadi ganteng dan gimana caranya menjadi cantik.
Allah sudah menciptakan kita niey dengan segala kesempurnaan. Punya hidung tepat berada disini, ada yang hidungnya di jidat? Tidak ada. Telinga juga disini. Mulut juga disini. Mata juga disini. Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Allah sudah memberikan potensi untuk kita menjadi indah dan sempurna.

Menjadi ganteng, menjadi cantik, cuma kadang-kadang kitanya yang engga ngerti, udah dikasih badan bagus, wajahnya lengkap, tapi mandi-nya jarang.
Akhirnya orang ngomong, “…ihhh cakep-cakep bau bandot, cakep-cakep bau kambing… “ Hilanglah kesempurnaannya.
Sudah dikasih wajah yang cantik-cantik, ditengah lapangan, di depan orang banyak, “ngupil” sembarangan, akhirnya terlihat tidak menarik.

Menurut Pasha gimana?

Pasha says:
Kalau kembali ke masalah tadi kata Pak Ustadz, bisa dikatakan masterpiece dari karya luar biasa dari Allah. Kita ini mungkin makhluk yang ibaratnya masterpiece-nya lah, dimana saya katakan bahwa makhluk yang paling sempurna yang diciptakan oleh Allah adalah manusia. Tapi kitanya aja yang kadang-kadang tidak mengerti. InsyaAllah saya akan pengetahuan yang diberikan oleh ustadz tadi ya, termasuk saya, termasuk jarang mandi.😉

Ustadz Solmed says:

“kalau Aa’ Pasha tidak mandi, masih tetep “mau” atau tetep “bau”?😀😀

Alhamdulillah, tetapi diantara semua keindahan, kecantikan dan kesempurnaan dalam pandangan manusia, hanya Allah-lah yang paling sempurna.

Manusia seganteng apa pun, kalau dikorek telinganya pasti ada “congek”-nya.😀😀

Kalau pagi-pagi bangun tidur ada “belek”-nya, kalau kemudian abiz makan lalu engga pernah sikat gigi, akhirnya giginya berubah menjadi kuning, karena “jigong”.

Keindahan itu menjadi hilang, ada saja kekurangan dibalik kelebihan seseorang. Tinggal kita sekarang pandai-pandai merawatnya, sudah diberikan mata yang indah, jadikan mata itu untuk melihat macam keesaan Allah. Amin. Diberikan telinga yang bisa mendengar, jadikan telinga itu untuk mendengar kalimat yang hikmah, diberikan penciuman yang bagus, jadikan penciuman itu untuk mencium sesuatu yang wangi. Diberikan mulut yang bisa bicara, jadikan mulut itu untuk berkata-kata dengan kata-kata yang jujur, kata-kata yang baik, kalimat-kalimat yang menyenangkan. InsyaAllah.

Ustadz Solmed ingin Pasha baca Al Qur’an tentang keesaan Allah, Q.S. Al Ikhlas yang bicara tentang keesaan Allah.

Seseorang yang bau belajar, walaupun yang dibaca terpata-bata, putus-putus, patah-patah kayak goyang dangdut, akan mendapatkan pahala dari Allah bukan karena bacaan bagusnya tapi karena usahanya.

Komentar Ustadz Solmed setelah Pasha suxes baca Q.S. Al Ikhlas: ngajinya bagus, nyanyinya bagus, istrinya cantik, anaknya ganteng, apalagi yang kurang coba? Karenanya yuk, anak muda harus bangkit, kalau anda cinta sama Aa’ Pasha, ikuti langkahnya, jangan cuma pandai menyanyi, tapi harus pandai mengaji.

Thanks to: Program Gema Ramadhan SCTV 2011, tayang 20 Agustus 2011, live dari Lapangan Tegal Laga, Bandung. Bersama Ustadz Solmed, dipandu Asti Ananta dan Irgi Ahmad Fahrezi. Bintang Tamu Sm*sh, Vierra, ST 12, dan Ungu.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s