“… karena kalau Ramadhan itu berakhir, belum tentu kita berjumpa lagi dengan Ramadhan berikutnya… “

Nonton engga acaranya SCTV “Gema Ramadhan SCTV 2011” hari Sabtu 12 Agustus 2011 ? Ada ustadz Solmed.😉😉 Saat itu sebenarnya aku udah ngantuk, jam 23:00- an aja Ustadz Solmed-nya bau keluar tuh, jadi acara ini selesai udah lewat dini hari juga. Aku sebenarnya rada-rada khawatir niey, soalnya ini acara live dari Bekasi, truz bareng acara music sama tauziah-nya ustadz Solmed, tapi ternyata acara ini cukup membumi (*** cie bahasa-nya😉 ;)  ). Apalagi baju-nya ustadz Solmed matching tuh sama baju-nya Syahrini.😉😉 Ada penampilan dari Lyla, D’masiv, Syahrini, Gigi, acara ini dipandu Irfan Hakim dan Asti Ananta. Disini Ustadz Solmed ngajak ngobrol bareng juga sama mereka, memang sebagian dari lagu yang dibawakan adalah lagu religi c. Recap ini banyak yang aku sensor…😀😀 habizzzz aku engga tega buat nulis-nya, yang penting materinya bisa masuk dweh…😀😀 …. Yuuuk check it out ..😉

Ustadz Solmed says:

Apakah istri kita yang kita sayangi akan menemani di dalam kubur? Apakah tetangga kita akan ikut menemani di dalam kubur? Siapa yang akan ikut menemani?

Amal ibadah dan perbuatan kita.

Suami ibuk, itu ngomong cinta dan sayang …

“… I love you …”

“… I miss you..“

(*** ini lagi nyontohin)

“Kita jalin cinta kita sehidup dan semati yaaa,…..”

Itu pas istrinya masih hidup.”

Pas istrinya mati, wheee

Niey, yang namanya cowok, suami sedih mah sedih…

Sedih bininya meninggal dunia,

“Heuheuheuheu…. … “

“Heuheuheuheu….. kamu akhirnya meninggalnya cepat”

Datang temen  yang laen

“Sabar, sabar yang meninggal udah jangan dipikirin lagi..”

“Heuheuheuheu… tapi kan dia masih muda”

“Heuheuheuheu… saya masih butuh temen”

Datang lagi temennya yang lain

“… itu udah ada yang ngegantiin…”

“Heuheuheuheu… mana?”😀😀😀

Karenanya yuk, mumpung umur kita masih kita rasakan nyawa ini, masih kita menghembuskan nafas, bukan untuk yang terakhir detik ini, tapi masih ada hirupan nafas, hembusan nafas, manfaatkan setiap nafas yang ada sebagai dzikir kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Saya maw ajak tobat, maw engga?

Ayo kita nyanyi bareng-bareng

Bila Izroil datang memanggil

Jasad terbujur di pembaringan

Seluruh tubuh akan menggigil

Sekujur badan kan kedinginan

Tiada lagi gunanya harta, kawan, karib, sanak-saudara

Tinggal semua yang dikasihi

Hanya amalan yang menemani

Hebat, apal semuanya.

Makna tobat, istighfar, banyak tobat kepada Allah, agar supaya Allah mengampuni segala dosa yang pernah kita lakukan. Amin.

Ustadz Solmed says:

Hidup ini misteri, ada yang datang, ada yang pergi, ada pertemuan, ada perpisahan.

Bukan perpisahan yang kutangisi

Namun pertemuanlah yang aku sesali

Hidup ini tidak selamanya bahagia dan juga tidak selamanya kita bersedih. Hidup ini tidak selamanya kita kaya, dan juga hidup ini tidak selamanya kita miskin.

Paling lama miskin sampai mati. Lama banget itu ya.

Itulah kehidupan. Kehidupan yang penuh dengan misteri. Karenanya kalau sudah sadar bahwa hidup ini seperti magic, hidup ini adalah misteri, jangan pernah sia-siakan untuk terus menambahkan amal ibadah kita kepada Allah Subhanahu wata’ala.

“Sholat engga loe? Puasa engga? Yakin?”

“Kenapa loe semua pada sholat? Kenapa semuanya kita puasa? Kenapa semuanya kita ibadah? Hayo?”

Satu jawabannya wajib.

Truz? Perintah Allah.

Truz? Yang ketiga, Allah ingin membangun komitment antara kita sebagai makhluk dengan sang Khaliq. Antara kita sebagai hamba dengan Allah sebagai Tuhan. Hidup ini tidak cukup hanya sekedar ngomong, hidup ini tidak cukup hanya sekedar teori, harus ada sikap yang dihidupkan dari ucapan-ucapan kita.

Seorang istri, ada yang mengatakan,

“.. aku sayang Abang…” “Aku cinta kamu, mas..” cukup engga?

Harus ada bukti. Buktinya, sambutlah suamimu dengan senyuman yang indah.

“Aa pulang…” “Aa pulang…”

“Aduh Aa’ keringatnya bercucuran, sini ibu usapin pakai amplaz.. “😀😀😀😀

Tidak cukup, seorang suami juga demikian, anda harus bekerja, anda harus mencari nafkah, anda berikan kebutuhan istri anda, untuk pendidikan anak-anak anda. Itu tandanya anda melakukan komitment di dalam kehidupan ini antara suami dan istri.

Begitu juga kita sebagai manusia. Kalau udah sadar hidup ini misteri, bangun komunikasi yang baik antara kita dengan Allah.

Orang yang hidup cuma ngomong doank, itu imannya seperti iman orang yang rada-rada bener, rada-rada “pe-a”. “Rada-rada bener, rada-rada pe-a”. Disini banyak orang bener atau orang pe-a? Tahu orang pe-a gimana?

Ngakunya beriman engga maw sholat,

kalau ada suami yang tidak sholat, berarti suaminya pe-a,

kalau ada istri yang tidak sholat, berarti istri pe-a,

kalau ada anak-anak yang tidak sholat, berati anak  pe-a.

Kalau ada ustadz truz diundang ustadznya engga sholat, berarti ustadznya pe-a.😀😀😀

Ibarat orang yang sedang berada di warung remeng-remeng?😀😀😀 Ada? Pernah lewat? Pernah mampir?😉  Kita lihat warung remeng-remeng, lihatin, dari jauhhh, ada lampu yang nyala, tapi juga engga terang, gelap juga engga.

Kita tidak ingin dihadapan Allah menjadi hamba yang omdo, hamba yang remeng-remeng, hamba yang tidak jelas, di tengah kehidupan yang misteri ini, jadilah manusia yang jelas. Jelas-jelas beriman, dan jelas-jelas melakukan komitment untuk senantiasa beribadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Setelah mendengarkan lagu dari D’Masiv, Judul: Damai.

Ustadz Solmed says:

Siapa yang pengen hidup dalam keadaan tidak tenang? Kita semuanya hidup pengen damai. Saya pengen ngajak ngobrol sama D’masiv. Tadi judulnya apa c kang? Apa yang membuat semakin terinspirasi untuk memberikan lagu itu?

Ryan, D’masiv says:

Tadi judul lagu terbaru D’masiv, judulnya Damai.

Awalnya c terinsiprasi dari banyaknya pertikaian di Indonesia, dan intinya itu sendiri lebih memberitahukan ke semua, bahwa perbedaan itu bukanlah sesuatu hal yang bisa membuat kita terpecah-belah, tapi seharusnya kita saling melengkapi karena perbedaan itu.

Ustadz Solmed says:

Subhanalloh, bahwa hidup di dunia ini pasti selalu ada yang namanya perbedaan, namun perbedaan-perbedaan yang masih bisa ditolerir jangan kemudian mengangkat ke atas permukaan yang memecah-belah persatuan kesatuan kita semuanya.

Ini kan bulan Ramadhan niey, biasanya ada aja yang ribut, soal Tarawih 20 rakaat, soal Tarawih 8 rakaat.

Wah yang 20 rakaat, ngaco,

Yang 8 rakaat, gebleg.

Yang engga sholat Tarawih aja bener kok.  Yang engga sholat Tarawih aja engga dosa, cuma k e t e r l a l u a n😀😀

Setahun sekali, engga maw Tarawih.

Ada yang  cara Takhiyatnya beda,  ada yang posisi takbirotul ikhrom-nya beda.

Makanya perbedaan-perbedaan yang seperti ini mumpung bulan Ramadhan, harus kita sadari bahwa ini bagian dari hasanah daripada perbendaharaan ilmu di dalam Islam.

Yang Subuhnya Qunut bener, yang engga pakai Qunut juga bener, jangan ribut,

Yang engga Qunut nyalahin yang pakai Qunut, “.. wah ngaco loe, keblinger loe, masuk neraka loe, masak Subuh pakai Qunut..”

Akhirnya yang Qunut juga engga seneng, kemudian ngatain lagi yang engga Qunut, “.. loe tuh yang engga Qunut, emang dasar males, loe aja yang ke neraka sendirian..”

Tinggal yang engga sholat Subuh, “.. ah, mumpung pada berantem, gue nyelonong aja ke surga…”  :D😀

Ya, karena-nya yuk, lewat pesan lagu yang disampaikan oleh D’masiv, judulnya Damai. Mulai detik ini, mulai saat ini, dengan semangat Ramadhan kita rukun kembali, kita damai kembali, tidak ada yang tidak bisa diselesaikan dengan cara yang baik, dengan cara musyawarah dan insyaAllah, bangkit, damailah Indonesiaku!!!

Ngomong-ngomong lagi, kalau ngeliat keadaan Indonesia damai, pasti seneng ya. Kalau engga damai?

Lihat bagaimana Rasul Sholallohu ‘alaihi wassalam, memberikan contoh pada kita,

Suatu waktu Rasul ketika maw berangkat sholat Subuh, truz kemudian Rasul diludahin dari atap rumah seseorang yang imannya beda. Cuihhh.

Rasul lihat, truz berangkat ke mesjid.Besoknya diludahin lagi. Cuihhh.

Rasul lihat, Rasul berangkat ke mesjid. Berulang kali sepanjang hari, setiap Subuh, Nabi kita diludahi.

Eh, tiba saatnya, ketika lewat Subuh berikutnya, engga ada lagi yang ngeludahin.

Nabi tengok ke atas, ini langganan ludahan saya kemana niey, kok engga ada lagi?

Denger kabar abiz Sholat, ternyata yang ngeludahin sakit.

Kira-kira kalau kita yang diperlakukan begitu, truz yang ngeludahin, yang nyakitin kita sakit, apa sikap kita?

“Alhamdulillah, biar rasa, mati aja loe sekalian…”😀

“Kualat loe, sama gue… “😀

Tapi nabi engga, nabi buru-buru pulang ke rumah, dan kemudian mengambil kurma, serta makanan yang lain untuk diberikan kepada orang Yahudi yang setiap hari meludahi Nabi Muhammad Sholalllohu ‘alaihi wasssalam.

Apa yang terjadi?

Yahudi ini kemudian berkata,

“Ya Muhammad,…. Abu Jahal, Abu Lahab, my sob, my friend, aku sakit, dia engga datang, sementara engkau yang tiap Subuh aku ludahin, aku lepehin, engkau yang pertama kali datang ya muhammad. Maka aku melihat betapa Islam cinta damai, bahwa Islam rindu kedamaian, dan hari ini aku bersaksi Asyhadu allaillahaillalloh wa asyhaduanna Muhammadarrosulullah.”

Ternyata kalau kita melihat kepada orang yang beda agama saja, tapi dia masih mau menghormati  kita, kita tidak boleh ribut, kita tidak boleh menyakiti, apalagi sesama umat Islam. Apalagi sesama anak bangsa.

Mudah-mudahan Allah izinkan kedamaian untuk Indonesia. Siap jaga perdamaian???  Siap jaga perdamaian???

Sebelum mendengarkan lagu dari Lyla,  Judul: Bersyukur.

Ustadz Solmed says:

Lyla, kalau namanya, kita bisa ketipu, saya pikir awal pertama kali muncul, itu model kaya Syahrini, perempuan, tapi ternyata semuanya cowok. Dari mana ceritanya bisa namain grupnya Lyla?

Naga, Lyla says:

Kalau Lyla apa ya? Justru karena kita ini mengagumi karya Allah, yaitu wanita, nama wanita, Lyla.

Ustadz Solmed says:

Lyla maw nyanyi lagu, judulnya Bersyukur.

Kita di dunia ini harus bersyukur. Punya mata yang indah bersyukur, suara yang bagus bersyukur, tangan yang bisa mengambil bersyukur, kaki yang bisa jalan, bersyukur, memiliki rumah bersyukur, punya istri bersyukur, engga punya istri bersyukur (bukan syukurin..😉 ) , punya suami bersyukur, belum punya suami disyukurin aja.

Lainsyakartum Laaziidannakum wala inkafartum inna ‘adzaabii lasyadiid

Yang namanya kehidupan ini, jika disyukuri atas segala nikmat yang Allah berikan, maka Allah akan menambah nikmat itu, Amin, tapi jika nikmat itu tidak disyukuri maka tunggu, kata Allah, azab-Ku, siksa-Ku, amat sangat pedih. (Buka Q.S. Ibrahim 14; ayat 7)

Karenanya syukuri mata ini untuk melihat berbagai ciptaan yang Allah ciptakan, sebagai bentuk, tanda kecintaan kita atas segala kekuasaan Allah.

Lalu yang kemudian, yang kedua, nikmati telinga kita untuk selalu mendengar nasehat, petuah yang baik, bahkan Al Qur’anul Karim.

Setelah mendengarkan lagu dari Gigi, Judul: Pemimpin dari Surga.

Ustadz Solmed says:

Ngedengerin lagu dari akang, tentang pemimpin dari surga. Pemimpin yang memimpin dengan kasih sayang, pemimpin yang memimpin dengan penuh cinta, pemimpin yang memimpin dengan kelembutan. Pertanyaannya apa yang membuat akang menciptakan lagu itu ?

Armand Maulana, Gigi says:

Kebetulan ini kan lagu Pemimpin dari Surga, original soundtrack-nya Para Pencari Tuhan yang ke-5 di SCTV, kita sama Deddy Mizwar, yang kali ini PPT ke-5 membawahi cerita ke arah mana gitu. Nah, Abang Deddy ngomong bahwa sekarang di PPT itu ceritanya nanti ada penggulingan kekuasaan dari mushola, termasuk pak RW.

Jadi ini mengenai pemimpin. Karena kebanyakan sekarang orang maw menjadi pemimpin terlihat karena kalau jadi pemimpin pasti banyak uang, pasti banyak kekuasaan. Padahal sebenarnya kalau lihat di hadist, sangat berat, memimpin keluarga saja itu berat, apalagi memimpin jutaan orang. Akhirnya, makanya insyaAllah dari itu mudah-mudahan di Indonesia akan muncul seorang pemimpin, maksudnya dari  surga adalah dia tahu bahwa menjadi pemimpin itu berat, jadinya seperti ini dari Allah, mudah-mudahan pemimpin itu adalah bener-bener pemimpin dari surga. Amin

Ustadz Solmed says:

Pemimpin yang baik? Pengen punya pemimpin yang adil? Satu nasehat buat segenap para pemimpin yang ada di negeri ini.

Qulukum ro’in waqulukum fatkulun anroiyatin

Setiap kalian adalah pemimpin, dan kelak kepemimpinan kalian akan ditanya, dimintai pertanggungjawaban oleh Alllah Subhanahuwata’ala.

Kalau kita ngliat ‘Kang, kisah Umar bin Khatab, ini luar biasa,

Bagaimana Umar pernah mengkhawatirkan dirinya dengan keliling kampung, ke sudut-sudut tempat, khawatir jika ada onta yang mati. Ketika Umar sedang memimpin negeri. Jadi dia mengatakan,

“.. saya takut mati di hadapan Allah, onta ini akan menuntut, onta ini akan meminta pertanggungjawaban saya, karena kepemimpinan saya, akhirnya itu onta itu kelaparan dan kemudian mati.”

Hebatnya, nasib onta dipikirin, apalagi nasib rakyatnya.

Pertanyaannya banyak diantara kita yang kalau sudah menjadi pemimpin lupa sama rakyat.

Maw miskin kek loe, maw lapar kek loe, maw menderita kek loe, maw sengsara kek loe, yang penting perutnya kenyang, hawa nafsunya terpenuhi, dan bukan ini ciri pemimpin dari surga.

Rasul kasih contoh,

Suatu waktu pernah berjalan-jalan dengan sahabatnya, ada Abu Bakar, ada Umar, ketemu dah sama nenek-nenek Yahudi, truz ngebawain jeruk buat nabi.

“Ya Rasul, aku bawain jeruk untukmu, dimakan ya.”

Kata nabi, “iya”. Dikupas jeruknya, dimakan oleh Rasul, Rasul kemudian diam.

Ditanya, “… gimana enak ya Nabi?”

“… Enak nek.”

Sahabat di belakang mikir, biasanya nabi kalau dapet makanan ngoper ke belakang. Tumbenan ini Nabi. Sendirian. Engga dibagiin. Ada apa?

Begitu pulang nenek-nenek yang tadi ngebagiin jeruk, nanya sahabat sama nabi.

“.. Ya Rasul, mohon maaf niey ya, kalau salah-salah kata dimaafin. Biasanya engkau kalau punya rezeki, kalau ada makanan umumnya kita suka dibagi, oper kebelakang, kok ini tumben-tumbenan. Makan jeruk sendirian. Udah begitu, enak lagi rasanya.”

Apa jawaban nabi? “.. Kata siapa enak? Jeruknya asem banget… “

Lihat tuh nabi, dapet nikmat yang baik,  yang bagus, oper ke sebelah, oper ke tempatnya sahabat, kalau pahit makan sendiri.

Kalau kita gimana? Kebalikannya.

Yang busuk kasihkan ke tetangga, yang pahit kasihkan ke teman. Yang manis dan enak buat kita sendiri, apalagi kalau udah maw musim Lebaran, biasanya pada bikin biji ketapang, waduh bikin biji ketapang semangat, di toples-toplesin, dipilihin, dicobain. Enak ini gurih, toplesnya minta, enak ini lembut, toplesnya minta, enak ini manis, toplesnya.😀😀

Keras ini, kagak enak ini, kasih aja tetangga aja sebelah. Kata tetangganya begitu dapet, keras amat ya, oper lagi ke sebelah, dapet lagi sebelah, oper lagi ke sebelah, oper lagi ke sebelah, ampe balik lagi tuh biji ketapang keras ke tempat yang awal.😀😀

Jadi kebaikan yang kita tanam, maka kebaikan itu untuk kita, dan keburukan yang kita tanam, maka keburukan itu yang akan kita tuwai.

Penutup

Karena tanpa terasa kita sudah melewati hampir setengah perjalanan Ramadhan kita. Seharusnya kita sedih, karena sebentar lagi kita bakal berpisah dengan Ramadhan. Sebentar lagi Idul Fitri atau Lebaran , baju baru, dapet THR. Kenapa kita harus sedih berpisah dengan Ramadhan ustadz?

Ustadz Solmed says:

Karena di bulan Ramadhan-lah segala pintu taubat dibuka, segala pintu rahmat dibuka, dan senantiasa didalamnya ada ampunan Allah Subhanahuwata’ala.

Makanya rajin-rajin sedekah.

“… nih  ambil, udah malam ke-15 rajin sedekah.”

Sedekah, entar kalau udah meninggal, ada yang nemenin cewek cakep, tahu-tahu ada yang manggil,

“… hai baby?”😀😀

“… honey, honey”😀😀

“… Siapa kamu?”

“Aku adalah jelmaan 50 ribu rupiah yang pernah kau sumbangkan ke mesjid sebelah.”

Weeey…😉😉

50 ribu, dapet bidadari cakep. Gimana kalau sejuta, gocap, bidadari orisinil, masih perawan.😉😉

“.. Pak ustadz, kalau nyumbangnya saya dikit, dapat juga engga yang nemenin?”

“… Dapat, cuma nenek-nenek, peot,

Iya, nenek-nenek dalam kubur ngomong, “..sini sayangku…”😀😀

Pak ustadz misalnya adanya rezekinya mungkin engga sampai 50 ribu, tapi ikhlas dengan sepenuh hati.

“… harus ikhlas ya, maw ditemeni  nenek-nenek???😉😉

“…. maw kabur kemana loe?”

“…. kuburan kan sempit.. “

“…maw kemana loe lari?”

Ditanya, “… emang siapa loe nek?”

“… saya adalah jelmaan seribuan lecek yang dulu pernah dimasukin ke kotak amal mesjid.”😀😀😀

“.. pantesan, yang nemenin ikut… sesuai yang dimasukin lecek.”

Yuk, manfaatkan Ramadhan yang tinggal 15 hari ini untuk bertaubat kepada Allah, menambah kualitas ibadah. Karena kalau Ramadhan itu berakhir, belum tentu kita berjumpa lagi dengan ramadhan berikutnya. Amin. Ya Robbal alamin.

Thanks to: Program Acara “Gema Ramadhan SCTV 2011’, tayang 12 Agustus 2011, bersama: Ustadz Solmed, D’masiv, Gigi, Lyla, Syahrini, dipandu Irfan Hakim, Asti Ananta.

2 thoughts on ““… karena kalau Ramadhan itu berakhir, belum tentu kita berjumpa lagi dengan Ramadhan berikutnya… “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s