“Akal adalah ibarat panglima perang…. “

Ketinggalan engga niey… nyimak program Titian Qolbu TVOne Sabtu, 9 Juli 2011 ? Hmmmm… bagi yang engga sengaja ketiduran😀😀, jadi engga sempat menyimaknya… ini ada contekannya,  Tema-nya “Mengelola Akal dan Pikiran”, narasumbernya Ustadz Zaki,  dipandu Cheche Kirani, tayang jam 03:30. Tahu Ustadz Zaki, kan?😉

Pertanyaan Cheche Kirani:

Tentang keutamaan mengelola pikiran, nah, manusia itu kan beda dengan makhluk lainnya bedanya karena punya akal ya ustadz ya. Jadi kita harus kelola ya, ustadz ya…. Bagaimana ini ustadz kita bisa mengelola pikiran kita supaya kita selalu mengingat Allah?

Jawaban Ustadz Zaki:

Allah itu kan menciptakan 3 macam makhluk hidup, yang pertama adalah tumbuh-tumbuhan, anima vegetativa, tumbuh-tumbuhan cuma dikasih hak sama Allah untuk tumbuh dan ada saatnya nanti dia tumbang. Itu tumbuhan, engga di kasih hak untuk bergerak. Makanya belom pernah ada pohon jambu bisa yang pindah sendiri.😀😀 Iya kan, namanya tumbuhan.

Lalu Allah menciptakan makhluk kedua, binatang, ini disebut anima aktiva, dikasih kelebihan sama Allah, bisa bergerak. Jika hujan dia berteduh, jika panas dia berteduh sehingga tidak terkena terik matahari.

Kambing. Tahu kambing? Ini kambing pinter, di depannya taruh duit sama rumput, atau emas sama rumput. Sepinter-pinternya kambing, kambing pilih mana? (*jawaban ibuk-ibuk Majelis Taklim:  Rumput). Ow.. kambing pinter😀😀 Jangan ngambek. Ustadz lebay.😀😀 Ini kalau ibu pasti pilihnya apa? Rumput, bukan emas. Padahal kalau kambing pinter, kan pilih aja emas, jual di pasar, bisa buat beli rumput sekabupaten. Kayaknya  kambingnya pinter.

Allah menciptakan manusia.

Laqodqholaqnal insana fi ahsani taqwim.

Tidak cuma jasad yang dianugerahi sama Allah, tapi Allah menganugerahkan yang pertama adalah jiwa, ruh, lalu Allah menganugerahkan akal.

Nah, akal inilah yang harus dimanfaatkan. Karena dengan akal, manusia mampu menyelami dirinya dan dengan akal manusia mampu akrab dengan penciptanya, Allah subhanahu wata’ala.

Makanya buk, akal itu harus diolah. Olahnya dimana?

Ibu mau bikin donat, ya. Ibu tahu donat? Kalau donat bolongnya tengahnya dimana?😀😀😀 . Mau bikin donat, engga langsung jadi ya, ada terigu, ada adonannya, segala macem, baru nanti jadi. Kalau orang mau berpikir jernih, hatinya bersih, maka hati dan akalnya harus sering diisi dengan tuntunan Illahi.  Tuntunan Al Quran dan Sunnah yang disampaikan oleh Rasulullah sholallohu ‘alaihi wassalam.

Akal ini adalah ibarat panglima perang, dia yang menentukan mau kemana arah yang akan ditempuh, akal yang menentukan, makanya yang harus dimasukkan ke dalam akal itu sesuatu yang tidak terlepas dari tuntunan agama.

Makanya buk, berapa banyak orang didunia ini yang tidak dituntun dengan agama, dia akhirnya apa?

Resah, gelisah tiada akhir. Kalau tidak ketemu pacar, kemana dia menepi? Engga akan pernah ketemu. Seperti itulah akal yang tidak diakrabkan dengan hati.

Banyak orang memang cerdas buk,.. professor… Setelah selesai S1, S2, selesai S2,  S3, S3 udah selesai … es nong-nong.😀😀 nyambung aja,😀😀 ini kan pinter ya buk ya, profesor. Tapi berapa banyak professor yang bunuh diri, berapa banyak pejabat yang hartanya tidak terhitung, yang dia stress, jadi gila.

Saya mau tanya, Ibuk ada pikiran engga? Ada. Kalau engga ada pikiran kan gila berarti kan.:D😀 Pikirannya ada, jelas, tetapi pikiran itu tidak dipadukan, tidak disinergikan dengan hati yang bersih, jadi akal berjalan sesuai kemauannya tidak dituntun oleh hati. Yang menjadi cahaya Allah itukan hati, hati inilah yang menerangi akal, sehingga kemana akal itu mau berjalan? Lalu ada relnya. Oh iya, ini engga boleh, ini zina, di  Al Qur’an ada. Oh, iya engga boleh, ini kan memabukkan, berarti harus dijauhkan, Oh iya, melukai  orang lain, engga boleh, tapi menurut saya gatel  saja😀😀 Berati tuntunannya apa? Tuntunannya adalah Al Qur’an dan hadist. Apa yang baik menurut  Al Qur’an dan hadist, itu yang akan menerangi akal kita. Ibuk jangan pernah berhenti untuk terus belajar dan belajar.

Komentar Cheche Kirani: mungkin bisa diibaratkan mengelola pikiran itu ibarat lebah dan madu ya ustadz ya. Kok bisa ya?

Komentar ustadz Zaki: mengelola pikiran itu ibarat lebah dan madu. Betul bangets.

Berbicara tentang lebah dan madu. Ibuk-ibuk, madu itu manis apa pahit? Manis. Yang makan madu biasanya siapa tuh? Yang makan madu biasanya manusia, masa lebah?😀😀 masa lebah makan lebah?😀😀 jadi ini madu kan yang mengeluarkan lebah. Karena lebah makannya bagus-bagus. Yang dikonsumsinya apa kalau lebah? Saripati bunga, belum pernah ada saya denger lebah makan semur jengkol😀😀😀 iya engga? Yang dia makan pasti yang indah-indah, yang manis-manis, yang seger-seger, sehingga yang keluar juga madu. Nah, ini adalah tafsir, kalau dalam bahasa Arab, analogi dalam bahasa keren-nya, bahasa kitanya perumpamaan, seperti itulah manusia ketika dia mencerna pikiran-pikiran yang positif, dan tidak hanya mencerna, dia  memandang segala sesuatu dengan positif thinking, yang positif-positifnya aja buk. Kalau orang negatifnya aja mah, puyeng yakin, bener engga? Lihat tetangga anda baru bisa beli motor. Mulut c ngomongnya positif. Alhamdulillah kita beli motor. Lulus. Tapi dalam hati, gue tau bangets lakinya ember paling.

Jadi tidak hanya mengkonsumsi, tapi mengeluarkannya juga yang positif. Itulah contoh dari lebah dan madu. Makanya ibu, kalau bisa, kalau bisa, di perkumpulan ibu-ibu, misalnya kerjaannya sedikit-sedikit ngegosip, sebisa mungkin telinga ini jangan pernah mendengarkan sesuatu yang tidak di ridhoi oleh Allah.Kan ada sehat, ada afiat, ada sehat wal afiat kan.

Asihah wal afiah.

mulut yang sehat yang bagaimana? Ya yang sehat kita makan, bisa ngecep mana asem, mana asin. ini sehat. Tapi jangan sekedar sehat, harus afiat. Apa itu afiat? Afiat adalah indra tubuh manusia yang dimanfaatkan  untuk hal yang baik-baik. Kaki ini sehat engga? Lah wong jelas kok kaki ini bisa jalan kemana-mana, tapi kalau kaki ini ngebohong, ngebohongnya gimana. Bilang sama bini yah, pengajian. Capek. Bilangnya perginya ke mall. Kaki ini ikut berbohong. Kaki sehat tapi tidak afiat.

Nah,orang yang meresap madu, orang yang mengeluarkan madu, seperti si lebah, atau meresap saripati bunga, dia senantiasa sehat wal afiat. Jasadnya tidak sekedar sehat secara fisik, tapi gunakan untuk hal-hal yang mengakrabkan hati kepada Allah. Itulah asihah wal afiah. Bisa ngerti buk? Alhamdulillah.

Pertanyaan dari ibu Zuraidah:

Tadi ustadz udah sampaikan bahwa pikiran itu ibarat lebah dan madu, saya sangat tertarik dengan analogi ini. Namun bagaimana apabila yang dihisap oleh lebah ini ternyata sari bunga yang sudah membusuk. Apakah madu yang diambil dari lebah ini masih bisa bermanfaat?

Jawaban ustadz Zaki:

Masalah lebah dan madu, jadi yang dihisap  saripati yang busuk, setahu saya, lebah yang gokil ‘kali ya😀😀😀 Cuma lebah yang engga ada otaknya yang mau menghisap saripati yang sudah busuk. Kalau namanya saja saripati, jelas, pasti bagus. Lebah ini dia akan menghisap sesuatu yang pasti bagus. Kalaupun ada lebah yang ternyata menghisap saripati udah busuk, jangan-jangan lebah keturunan mana niey, lebah yang tengah sakit mungkin, jadi dia engga tahu mana yang manis dan mana yang engga. Kan gitu. Tapi kalau pun ada, contohlah, misalnya memang ada lebah yang menghisap saripati yang sudah busuk, seribu satu. Nah, mungkin ini nanti ada kaitannya dengan ketika orang berbuat salah dan khilaf. Sebab, tidak setiap orang itu, menghisap kebaikan. Ada saatnya dia khilaf, dia salah, dia penuh dosa, itu hakekat yang lain lagi deh.

Pertanyaan:

Dalam mengelola pikiran, biasanya kita akan menemui hambatan-hambatan, kemudian apa saja hambatan-hambatan itu, dan bagaimana cara menghilangkan kalau bisa meniadakan hambatan-hambatan.

Jawaban Ustadz Zaki:

Dalam salah satu teori ada yang mengatakan bahwa

di dalam jiwa setiap diri manusia itu ada kekuatan dahsyat, dalam akal pikiran itu ada kekuatan dahsyat,

kalau komputer saja yang buatan manusia bisa sedemikian dahsyatnya merubah dunia, apalagi kalau akal pikiran itu dimanfaatkan sebaik mungkin.

Nah, contoh ibuk, tiba-tiba anak ibu terjepit mobil, ada kekuatan yang tidak disangka-sangka, tiba-tiba ibu yang engga biasa gotong mobil😀😀😀 ini tiba-tiba itu mobil keangkat, karena kekuatan yang cukup dahsyat, karena apa? Anak. Anak menjadi sugesti, anak yang membuat kita semangat sehingga kekuatan itu keluar begitu saja.

Bener engga? Nah, ibuk, sebenarnya ada sebuah kekuatan yang bisa memberikan semangat untuk semua yang positif dari pikiran ibu itu keluar. Apa? Bermimpi. Bukan mimpi kalau lagi tidur, Saya bermimpi adalah bercita-cita.

Jadi ibuk mau jadi apa pun, semua tergantung sugesti. Kalau ibu cuma mengharapkan keajaiban dari langit, akhirnya terbentuk disini,  apalagi kalau sudah masalah bersaing. Waduh,  si fulan lebih jago, nyerah deh.😀😀 Padahal ketika bersaing jangan menjadikan itu negatif buk, jadikan itu semangat untuk kita menjadi lebih baik, tetapi jangan iri sama dengki, positif.

Fastabikhul khirot,

Berlomba-lombalah dalam kebaikan.

ketika ada orang susah, kita ikut susah, ketika ada orang seneng kita ikut seneng. Kenapa? Alhamdulillah Ya Allah, kau menjadikan hidup ini indah banget, ketika ada yang susah kok aku merasa susah ya. Ada yang seneng punya kreasi, punya prestasi, aku ikut seneng. Ya Rabb, terima kasih Engkau telah menitipkan umur kepadaku. Tuh… Kan hidup jadi indah.

Pertanyaan dari Ceche Kirani:

Ustadz, Allah tuh memberikan kita akal dan pikiran itu kita lahir kan masih bersih ya? Suci, belom ada pengaruh dari luar. Apalagi zaman sekarang  seperti ini. Bagaimana c ustadz agar kita bisa me-maintenance pikiran kita itu selalu bersih? Walaupun otak kita pakai misalnya untuk belajar, menuntut ilmu ya. Tapi, bagaimanan untuk kita pikiran kita bersih dihadapan Allah.

Bahwa memang Allah selalu memberikan pikiran yang bersih dari lahir dan mulai terkontaminasi, gitu ya ustadz ya. Nah, bagaimana c cara maintenance hati dan pikiran kita?

Jawaban ustadz Zaki:

Akal itu, dia harus kerjasama sama hati, biasanya orang kalau cuma mengedepankan hati, ibadahnya rajin, ke mesjidnya rajin, tapi engga pulang-pulang kayak Bang Toyib.😀 2 lebaran istrinya ditinggal, kenapa? Dia engga pakai pikiran, engga pakai akal, bagaimana kalau istrinya terlantar? kan gitu. Atau sebaliknya tadi, yang dipakai cuma akal, hatinya ditelantarkan, jadinya dia berani korupsi, macem-macem, dosa-dosa yang lainnya pokoknya.

Nah, untuk me-maintenance akal ini adalah dengan senantiasa mengasah. Mengasahnya dengan apa? Dengan dzikir kepada Allah. Mau tidak mau, suka tidak suka, hati yang berdzikir kepada Allah akan memberikan pengaruh kepada akal, sehingga yang ada dalam akal itu hanya kebaikan-kebaikan. Kok bisa? Karena dilahirkan oleh hati yang berdzikir. Teruz, dzikirnya kapan saja? Maaf, dzikir itu engga harus pakai tasbih, Allohu Akbar. Engga gitu, nah, itu bisa dimana pun, kapan pun,  apa pun profesi kita. Ibu sebagai Guru TK, ketika mengajarkan anak-anak,

“..nak, yuk kita ingat Allah,”

secara tidak langsung mengingatkan diri sendiri, kita sebut,

“..Allah, Allah, terima kasih wahai Allah, Engkau yang Maha Besar,…”

— ini lari ke otak, di otak lahirlah pikiran-pikiran positif yang terus berkembang, sehingga dia terus senyum kepada siapa pun. Hati yang berdzikir akan terlontarkan lewat senyum yang indah, orang yang jarang senyum, pasti engga pernah berdzikir, coba ibu senyum bareng-bareng. Yah, gila semuanya.😀

Komentar Cheche Kirani: dzikirnya apa saja, ustadz?

Komentar ustadz Zaki: dzikir apa saja. Begini, ada salah seorang sahabat di zaman Rasullulah bertanya, dia tidak bisa berdzikir dengan normal secara lisan. Kata Rasulullah, wahai fulan, karena kamu tidak normal untuk membaca,

“.. subhanallah, wal hamdulillah wala illaha illallah wallohu akbar..”, maka, kamu cukup dengan,

“Allah, Allah, Allah.. “,

dia nanya lagi, “kalau saya tidak bisa gimana?”.

Nah, kemudian dengan mengucapkan, ”..hu, hu, hu..”, boleh,

kalau engga bisa juga. Yaa. Mati aja😀😀😀

Dzikir apa pun, setiap profesi dan dimana pun. Dzikir dalam hati, maka itu akan mengcover akal kita, sehingga yang masuk ke dalam pikiran itu adalah semua positif, karena Allah itu Maha Baik, Allah Maha menyejukkan, yang lahir di dalam akal adalah kebaikan-kebaikan.

Pertanyaan:

Bagaimana kalau anak muda sekarang yang suka bunuh diri, kemudian narkoba, sebagai jalan hidupnya, itu apakah itu salah satu ciri bahwa dia tidak mampu mengelola mengelola pikirannya dengan baik?

Komentar Cheche Kirani: ..iya, ustadz kadang kita suka baca di koran, kalau pikiran tidak tenang, udah narkoba, ke mana, dugem.

Komentar ustadz Zaki: tapi dugem ada artinya juga, dunia gemar mengaji.😀😀 Yaaa, di akal-akalin saja😀

Jawaban Ustadz Zaki:

Ini ngomong masalah anak muda. Jadi gini ibuk, banyak anak muda sekarang yang stress, pusing, harusnya di didik sama orang tuanya untuk menentukana arah tujuan hidupnya dulu.

Contoh, pertama dari kecil udah sering di bohongin, “Ibuk engga punya uang.”

Ketika anaknya mau bakso, “Buk, bakso donk.”. “Hush, engga dijual.” Masak, bakso engga dijual?😀

Jelas-jelas, tukang bakso jualan. Iya kan?😀😀

Ketika mau es krim. “Ibuk, mau es krim donk!” “Es krim-nya pahit!” Es krim dimana-mana manis.:D😀

Nah, akhirnya terbentuk di akal pikiran dia, ibuk saja bohong, jangan salahkan anak kalau suatu saat dia bohong.

Jadi itu, ini harus dibentuk ibuk, ibuk maaf, jangan selamanya anak itu diajak ke mall, boleh engga? Silakan. Boleh banget. Sekali, dua kali boleh, tapi harus diimbangi untuk membentuk alam pikiran dia. Jangan  cuma ke mall, tapi diajak coba ke sekolah luar biasa, SLB, ke panti-panti asuhan, biar si anak ini melihat, disitu masih banyak sahabat-sahabatnya yang tidak punya kedua belah tangan tapi ia mau menghafal Al Qur’an, sampai menjadi penghafal Al Qur’an. Berapa banyak itu sahabatnya yang tidak bisa berbicara tapi karena dengan semangat dan pikiran positifnya dia bisa buka usaha. Berapa banyak orang yang tidak punya jari, sahabat-sahabatnya, tapi dia bisa berkarya dengan menulis buku. Anak kalau diajak seperti itu, Ya Allah terima kasih Engkau memberi aku bentuk yang sempurna .

Kalau diajak ke mall terus buk, yakin, ukurannya adalah harta. “Mama, itu temen saya beli sepatu terbaru, kok kita belum punya, malu donk”, gitu.

Jadi gitu, bentuk alam pikiran anak sedari kecil. Makanya wajar, kalau anak muda sekarang, yang sedikit-sedikit pegang duit, narkoba, segala macam, karena bagaimana pun tidak akan lahir anak yang sholeh dan sholehah kalau bukan dari orang tua yang sholeh dan sholehah.

Komentar Cheche Kirani: makanya sekarang banyak yang cari jalan pintas tanpa usaha ya ustadz ya, karena dari kecilnya sudah terbiasa.

Pertanyaan dar ibu Ayumi:

Ustadz apakah benar kalau kita berpikir selalu bisa, pasti akan bisa. Tapi bahkan sebaliknya, kalau berpikir tidak bisa dan sulit pasti kita akan sulit.

Jawaban ustadz Zaki:

Alhamdulillahirobbil ‘alamin. Pertanyaan yang cukup bagus. Sesesorang itu kalau sudah dari awal dia pasti bisa, biasanya langkah demi langkah yang keluar itu adalah keyakinan, selalu confident, percaya diri. Yang penting buk, hari ini zaman sekarang, itu percaya diri itu, masalah bisa engga bisa belakangan.  Tapi jangan konyol juga, udah tahu bener-bener engga bisa, sotoy, sok tahu.😀😀 Yang ada, urusan jadi berantakan. Harus proporsional, harus tahu diri, kemampuan saya 5 untuk mengerjakan, coba 2 lagi, ah bisa…Bismillahirrohmanirrohim. Segala sesuatu harus dikembalikan kepada Allah dengan kalimat Bismillahirrohmanirohimm. Untuk apa? Untuk tidak kecewa. Karena yang banyak kecewa ini, ibu yang tadi bilang bisa, tapi hasilnya tidak seperti yang dia pikir, kecewa. Nah, untuk tidak kecewa, hasil yang tidak sesuai dengan usaha. Awalilah segala aktivitas dengan membaca Bismillahirrohmanirrohim. Lihat surat Al Fatihah. Sebelum memuji Allah atas segala anugrah dan nikmat, Allah pertama kali berfirman, “Bismillahirrohmanirrohim”

Jadi ibuk, pesan saya juga untuk para pemirsa, awalilah segala sesuatu, tancapkan dalam pikiran kita bahwa Bismillah adalah start dari segala aktivitas. Sehingga hasil apa pun sekecil apapun yang diberikan oleh Allah, dengan usaha yang terbaik, itulah yang terbaik dari Allah.

Komentar Cheche Kirani: dan kita bisa menggunakan akal yang datangnya dari Allah untuk yang maju, gitu, berprestasi.

Pertanyaan dari Cheche Kirani:

Nah ustadz, seringkali kita melihat tayangan tv ya, di akhir-akhir ini gitu ya, misalnya menjadi seorang teroris, maaf, mungkin beliau-beliau itu yang jadi teroris berasal dari sebuah pesantren. Mohon maaf sekali ya ini, ustadz ya. Itu pasti orang langsung berpikir, “..di pesantren itu ngapain aja c…?” . Padahal itu baik dari pesantren, tetapi mengapa hasilnya seperti ini. Maaf. Ini ustadz. Bagaimana ini ustadz?

Jawaban Ustadz Zaki:

Setahu saya, dulu saya dari pesantren ya, yang saya tahu, dulu makannya selalu baik ya, apa-apa, segala macam. Tapi ini bukan masalah makan ya.😀😀

Jadi gini, ada seorang anak kecil kemudian kata si ibunya,

“Kamu sholat, kalau kamu engga sholat, Allah marah. Kalau kamu engga sholat Allah akan melaknat.” Bisa dipukul tuuh anak. Jebret, jebret. Yakin ibuk, sampai gedhe, itu anak akan takut dengan Allah, bukan dekat dengan Allah. Yang perlu di didik ke anak-anak kita adalah kenalkan segala kebesaran Allah kepada anak itu.

Jangan dikenalkan dengan Allah itu pemarah, Allah itu akan melaknat, bukan itu yang dikenalkan.

Ini contoh, “Nak, kamu kan pakai jam tangan, jam tangan ini yang mahal, jam-nya atau tangan-nya? Dia mikir. Yang mahal tangan-nya Bunda.” Tangan dari siapa? Dari Allah.  bearti Allah sayang engga sama ananda? Sayang.

Nak, kaos kaki. Yang mahal kaosnya apa kakinya? Kaki, bunda? Kaki dari siapa? Dari Allah. Alhamdulillah. Coba banyangin nak, punya kaos kaki, tapi engga punya kaki, pakainya di kepala, berubah jadi kupluk😀😀😀

Jadi gitu, harus dikenalkan, harus ditunjukkan bahwa Allah itu indah, Allah itu memberikan  anugrah. Sehingga besar, nanti dia akan cinta dengan damai. Dia akan cinta dengan sesama.

Maaf, di pesantren, tanpa mencari kambing hitam, siapa? Kambing buat di potong ya?😀😀 Nah, bukan siapa yang salah, tapi memang di pesantren itu ada beberapa kurikulum yang harus dibenahi, tidak lagi dikenalkan kepada apa itu hakekat Islam, yang benar menurut versi sendiri. Ibu bilang benar, tapi itu belum tentu benar menurut saya. Islam itu rahmatan lil alamin.

Lihat hujan, ketika hujan, dia rela berbagi kepada bumi, bumi nerima, sehingga pohon tumbuh. Lihat matahari dia berbagi teriknya, sehingga bumi ini menjadi seimbang, menjadi hangat. Bayangin buk, kalau matahari engga ada teriknya, engga kering-kering yang jemur kerupuk, ikan asin apalagi😀😀

Tentang teroris, menurut saya, ini adalah doktrin dari awal, sekarang saatnya bukan kita menyalahkan siapa, tapi saatnya kita mengevaluasi diri masing-masing, bahwa ketika seseorang beriman, dia harus beriman dengan lisan, dengan hati, dan dengan perbuatan.

Maaf, disininya bilang apa? Robbanna atina fidunya hasanah wa fil a khiroti hasanah, waqiina ‘ada bannar. Pengen bisa ketenangan hidup. Kan yang diminta bukan ketenangan buat diri sendiri, tapi buat orang lain. Sekarang, tapi kalau orang lain mati karena bom , nanti keluarganya akan tak tenang.

The real Islam is, Islam yang paling hakiki adalah, Islam yang memberikan kedamaian kepada , rahmatan lil alamin.

Dengan siapa pun dia cinta,  jangankan hanya dengan manusia, dengan Allah dia baik, dengan manusia dia baik, dengan alam dia baik. Kenapa? Karena Allah kan maha menentukan. Buk, sekarang sampah numpuk dimana-mana, karena dari kecil alam pikiran kita sudah dibentuk. Kita hanya diajarkan mencintai Allah, berbuat baik terhadap manusia, tapi tidak diajarkan untuk mencintai alam.

Misalnya buang sampah sembarangan, listrik sejadi-jadinya engga dihemat, air pun seperti itu. Kalau satu orang berdzikir, ya sudahlah saya yang buang sampah sendirian, satu RT, semua orang buang sampah semuanya. Kan repot. Nah, cintai Allah, berbuat baik sesama manusia,

Komentar Cheche Kirani: tergantung bagaimana kita mencerna pemahaman-pemahan ini ya ustadz ya. Supaya kita tidak terjebak ya itu tadi, salah doktrin tadi.

Thanks to: Program Titian Qolbu TVOne, tayang Sabtu, 9 Juli 2011, jam 03:00, narasumbernya Ustadz Zaki,  dipandu Cheche Kirani, Tema “Mengelola Akal dan Pikiran”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s