“… ketika ayam melihat malaikat, panjatkan apa yang engkau inginkan.. “

Buat yang Jum’at pagi menyimak acaranya TVOne yaitu Titian Qolbu, berikut ini coba aku re-write dweh😀 Kasih contekan maksudnya😀 Titian Qolbu TVOne tayang 1 Juli 2011, jam 03:30, kali ini narasumbernya Ustadz Sholmed alias Ustadz Sholeh Mahmoed, tetep di pandu oleh Cheche Kirani, temanya kali ini tentang “Waktu yang disukai Allah”.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Sebagai hamba Allah kita harus selalu senantiasa berdoa dalam kondisi apapun, keadaan apa pun ya ustadz ya, tapi sering kali kita tidak tahu, doa kita ini nyampai kepada Allah atau engga, diterima oleh Allah atau engga. Nah, waktu-waktu kapan saja kah c, doa kita mustajab. Seperti kita tau Tahajud itu, sepertiga malam itu luar biasa. Nah, waktu-waktu kapan saja c, Allah suka dengan kita berdoa?

Jawaban Ustadz Solmed

Waktu-waktu mustajab, setiap hari, waktu yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya sebagai bentuk rahman, rahim-Nya Allah, Allah memberikan beberapa waktu yang ketika hamba-Nya berdoa kepada Allah di waktu itu tidak ada hijab, tidak ada penghalang antara dia dengan Allah Subhanahuwata’ala.

Diantaranya, di sepertiga malam,

Disaat yang lain manusia tertidur lelap, ngorok, ngiler lagi,😀 Truz kemudian kita bangun, bermunajat kepada Allah, bermesraan kepada Allah, berdua-duaan kepada Allah, memohon kepada Allah, bahkan Allah turun ke langit dunia ini dan kemudian bertanya siapa yang meminta kepada-Ku, akan Aku berikan, siapa yang memohon ampun kepada-Ku, akan Aku ampuni, dan siapa yang memohon kemuliaan kepada-Ku, Aku berikan kemuliaan kepadanya, sebagaimana Allah berfirman dalam Al Qur’an (buka Surat Al Israa’ 17: ayat 79)

“Waminallailifatahajadbihi naafilatallak  ‘asaa ayyab’asakarobbuka maqoomammahmuudaa”

“Barang siapa yang bangun di tengah malam, lalu dia mendirikan sholat tahajud di dalamnya, dia bermunajad memohon kepada Allah, maka Allah akan menempatkan untuk dia di tempat, di maqom, mahmuud, di tempat yang terpuji.”

Intinya begini, kita hidup pengen engga terpuji? Pengen kan, kadang-kadang untuk mendapatkan sebuah pujian, rela menggadaikan akidah. Datang ke dukun, berangkat ke gunung, minta kepada dukun,

“mbah, saya pengen nih punya dagangan biar laku, cepat laris, “

Eh, si dukun bilang, “Nih, bayarin centhong gua, 5 juta”

Ada urusan apa centhong sama laris?😀

Allah itu kasih tahu sama kita, di setiap malam ada waktu-waktu yang mustajab yang ketika kita minta kemuliaan kepada Allah, Allah akan berikan, diantarnya disepertiga malam, ketika kita bangun, untuk menunaikan sholat tahajud.

Artinya begini, ketika kita ingin menjadi orang yang terpuji, kalau dengan harta kita jadi terpuji, Allah kasih kita kekayaan, kalau dengan jabatan kita jadi terpuji, Allah kasih kita jabatan bahkan Allah angkat derajad jabatan kita, kalau dengan ilmu kita jadi terpuji maka Allah akan tambah ilmu kita, dan Allah akan jadikan ilmu kita yang manfaat sehingga orang merasakan keberadaan kita, betul-betul menjadi orang yang penuh dengan manfaat. Itu yang pertama. Di sepertiga malam. Itu baru yang pertama.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Kita harus bisa memanage waktu dengan baik, kita kan hidup kita itu seimbang, kerja usaha iya, ibadah iya. Bagaimana c ustadz kita mem-balance antara urusan duniawi dengan ibadah?

Jawab Ustad Solmed:

Bagaimana  Rasullullah Sholallohu ‘alaihi wassalam menyampaikan kepada kita semuanya,

Carilah duniamu seakan-akan engkau hidup untuk selamanya. Dan carilah akhiratmu seakan-akan engkau mati besok.

Ini sebuah ungkapan bahwa ketika kita hidup dunia jangan selalu dn melulu dunia yang kita cari, tetapi ada negeri akhirat,  yang sewaktu-waktu nanti setelah kita tiada meninggalkan dunia yang fana ini kita akan sampai kepadanya. Saya analogi begini, setiap lebaran, sebentar lagi mau masuk lebaran nieh, lebaran dulu apa Romadhon dulu😀  Romadhon dulu. Abiz Romadhon masuk lebaran, ketika lebaran kita lihat tuh teh fenomena yang terjadi di tengah masyarakat, mudik, pulang kampung, dari Jawa berangkat ke Jawa, dari Kalimantan pulang ke Kalimantan, yang kampungnya di Surabaya berangkat ke Surabaya, bermacam-macam kendaraannya. Ada yang naik motor, lakinya di depan, anaknya ditengah, istrinya di belakang, dari Jakarta ke Surabaya, nyampe, luar biasa ya. Truz kemudian ngantre sepanjang hari sampai nginep di terminal, bahkan di stasiun kereta api, begitu engga dapat tiket, lompat menjebol apa? menjebol jendela, begitu menjebol jendela tetep engga dapat tempat duduk, truz kemudian dimana dia duduk? Di dalam WC.

Bayangin, orang untuk pulang kampung dunia, rela berjuang, berkorban, berangkat dari kampung tempat dia tinggal, maksudnya di Jakarta ini, ke kampung halamannya, naik motor jadi, naik bis desek-desekan jadi, kemudian naik kereta api ngantre berhari-hari bahkan sampai menjebol kaca jendela juga jadi, yang penting sampai ke kampung halaman.

Pertanyaannya sekarang untuk kita, bagaimana pengorbanan dan perjuangan kita untuk sampai dengan selamat ke kampung akhirat? Cuma ada 2 pilihan loh. Surga. Neraka. Dan kendaraanya majelis taklim, kemudian masjid, mushola. Ada engga aking semangatnya niey, mau pulang kampung ke kampung akhirat, truz kemudian begitu adzan berbunyi, berkumandang, “Ashola tukahirumminannaw”  rame-rame semua ibuk, bapak, anak masuk ke masjid, masuk ke mushola, sampai kaca  jendela masjid di jebol. Ada engga?😀 . Engga ada.😀 Yang ada ngejebol jendela, maling weker😀😀 Nah, ini sebuah fenomena, pelajaran yang terjadi di tengah masyarakat yang harus kita jadikan pelajaran, bahwa dunia dan akhirat musti seimbang, bahkan menurut saya bukan hanya harus seimbang tapi harus lebih tinggi dan besar akhiratnya ketimbang dunianya, makanya Allah ingatkan dalam Al Qur’anul Karim Surat Al Ashr.

Saking pentingnya urusan waktu sampai-sampai Allah bersumpah, Demi waktu Ashar, artinya Allah betul-betul demi waktu yang waktunya mau habis.

Sesungguhnya manusia itu berada dalam kerugian, orang-orang yang merugi, kecuali mereka yang mau mengerjakan amal sholeh.

Amal sholeh bentuknya sedekah, infak, ketemu dengan anak yatim kasih, ada orang yang tidak mampu, nah itu salah satu bentuk amal sholeh.

Bukan cuma berbuat kebaikan, tetapi harus mau saling menasehati.

Punya kawan salah, jangan pernah takut untuk kita ikut memberikan nasehat pada kawan kita tentang kebenaran. Dan resikonya ketika orang memberikan nasehat, ini Allah kasih tau, harus menasehati tentang kesabaran. Karena tidak setiap orang menasehati kebaikan, ketika kita dibenci, harus sabar. Orang-orang bukan hanya beriman tetapi juga beramal sholeh, lalu memberikan kebaikan, nasehat menasehati tentang kesabaran.

Pertanyaan dari Novi, Bintaro:

Saya ingin menanyakan mengapa Allah menganjurkan kita sholat untuk tepat waktu

Jawaban Ustad Solmed:

Kenapa Allah mengajurkan kita sholat untuk tepat waktu?

Ceritanya, kita mau kondangan, wah udah pada nunggu kira-kira buru-buru engga kita berangkat? Untuk nyenengin manusia rela.

Jam 8 harus sudah sampai kantor, kalau tidak akan ada teguran dari manajemen. Buru-buru engga berangkat ke kantor? Supaya manajemen senang dan atasan bangga sama kita.

Kalau kepada makhluk saja kita ingin menyenangkan orang-orang yang kita anggap berbuat baik kepada kita. Dengan kita hadir tepat waktu, sesuai dengan apa yang dia inginkan, apakah lagi kepada Allah Subhanahu wata’ala yang menciptakan pimpinan kita, manager kita, atasan kita, yang memberikan kita rezeki, memberikan kita nafkah, memberikan segala macam yang ada di alam dunia ini sehingga kita bisa menikmatinya. Malu kita kalau dengan manusia kita bisa tepat waktu, sementara dengan Allah yang memberikan segala macam kenikmatan truz kita melalaikan waktu. Itulah karenanya Allah mendidik dan mengajarkan kita kalau dengan Allah Subhana wata’ala tidak tepat waktu, ah, berarti orang ini bisa dipastikan jangan-jangan orang ini dengan manusia lain juga tukang ngaret.😀

Pertanyaan dari Ibu Guru Yeyet:

Apakah ada makna dibalik penentuan jam-jam waktu sholat 5 waktu. Seperti pada sholat Subuh kita harus bangun untuk sholat, setiap sholat ada waktunya.

Jawaban Ustadz Solmed:

Yang pertama, memang begitulah ketentuan Allah Subhanahu wata’ala.

“.. kitaaban maukuuta”

“Waktu-waktunya memang sudah ditetapkan oleh Allah Subahanahu wata’ala.”

Yang kedua, sebagai ujian tentunya. Ketika masuk waktu Subuh, berapa banyak c orang kita yang ngaku muslim, beriman kepada Allah, cinta kepada Rasul, ketika masuk waktu Subuh, bukan bangun untuk wudhu  kemudian mendirikan sholat, truz kemudian masih asyik tidur terbuai dengan mimpinya. Banyak yang seperti itu. Rasul Sholallohu alaihi wassalam, niey kita tidak bicara sholat Subuhnya niey, bicara soal sholat sunnah sebelum Subuh saja pahalanya udah luar biasa, apa yang Allah berikan?

Siapa orang, kata nabi, yang dia mendirikan sholat sunnah 2 rakaat sebelum Subuh, maka Allah akan memberikan kepadanya kemuliaan yang lebih mulia daripada dunia beserta isinya.

Saya mau tanya pada ibuk-ibuk niey, Ibuk kalau ada lurah, ngumumin, “…saudara-saudara masyarakat kampung bengek😀 , ini lurah mau bagi-bagiin duit, setiap orang  dikasih uang seratus ribu rupiah.”  Ibu berangkat engga ke kelurahan? Berangkat engga? Pasti semangat, jangankan yang sehat, yang bengek, udah stroke aja, rela dia ngantri.😀 Kenapa? Seratus ribu lumayan. Untuk seratus ribu rupiah kita sudah semangat, tetapi kenapa dengan dunia beserta isinya yang Allah berikan, kita engga pernah semangat? Bayangkan, jangankan Subuhnya, sholat sebelum Subuh 2 rakaat saja sudah kemuliaan dunia beserta isinya yang Allah berikan kepada kita.

Komentar Cheche Kirani: Berarti memang waktu-waktu sholat ini sudah ditentukan ya ustadz ya.

Komentar Ustadz Sholmed:Betul. Ketentuan Allah sudah ada dalam Al Qur’an.

Pertanyaan dari Ina:

Saya ingin bertanya ustadz, sebagai ibu mana yang lebih baik, memberikan waktu lebih untuk berkumpul dengan anak, atau membantu mencari nafkah untuk anak?

Jawaban Ustad Sholmed:

Kasih ibu sepanjang masa. Subhanalloh ya, bagaimana seorang ibu sebetulnya punya tanggung jawab sejak anaknya lahir, kemudian remaja, lalu dewasa, sampai meninggal kewajiban mencari nafkah itu sebetulnya masih ada di  pundak orang tua. Masih tetap ada selama orang tuanya mampu, namun persoalannya adalah kira-kira afdol mana c kita nyempetin waktu untuk bersama-sama berbagi bahagia dengan anak atau mencari nafkah untuk anak? Saya pikir dua-duanya juga penting, kalau memang anak kita masih butuh nafkah dan perhatian, artinya jangan selalu orang tua, pergi dari rumah, jam 6 kembali ke rumah lagi, kemudian jam 8 malam, anak kita berikan harta segala apa yang diinginkan, kita berikan belum tentu anak bahagia, ibuk. Betul engga? Belum tentu anak bahagia. Terkadang kebahagiaan anak tidak terukur dengan banyaknya materi yang kita berikan, tapi  kebahagiaan, sentuhan, kasih sayang dan kecintaan orang tua, apalagi itu kepada anak, itu yang jauh dibutuhkan. Jadi ini persoalan skala prioritas, nah kalau sudah skala prioritas kita lah yang paling tahu, prioritas apa dan mana yang harus lebih kita dahulukan, karena dua-duanya memang penting.

Komentar Cheche Kirani: “..ni pertanyaannya menyinggung saya juga ustadz… “😀

Pertanyaan dari Tila:

Di zaman sekarang seperti yang pak ustadz bilang banyak orang yang mengejar dunia dan melalaikan akhirat, sedangkan pekerja itu banyak yang bekerja full time sehingga beribadahnya pun berkurang. Yang ingin saya tanyakan, bukankah bekerja juga termasuk ibadah. Bagaimana tanggapan pak ustadz?

Jawaban ustadz Sholmed:

Ibadah sholat, puasa, misalnya, kemudian bekerja ini juga merupakan ibadah yang sama-sama diberikan pahala oleh Allah. Ada orang yang kerjanya full time. Saking full time-nya, dia sampai lupa dengan Allah subhanahu wata’ala , saya khawatir kerjaan yang dikerjakan olehnya tidak mendapatkan keberkahan, saya kasih contoh begini saja, kalau suami-suami ibuk ini kerja ke kantor atau dimana saja, dalam sehari, ada berapa jam yang diwajibkan oleh perusahaan atau kantor? Minimal 8 jam kerja. Buat apa suami meninggalkan anak istri selama 8 jam. Nyari buang?😀 Memang ada yang buang?😀 nyari uang, nyari nafkah, sekaligus ibadah. Pertanyaannya, kapan uangnya datang? Satu bulan sekali, tanggal muda. Bayangin ya, coba kita renungkan untuk mendapatkan kenikmatan dunia sebulan sekali, kita rela setiap hari, 8 jam bekerja dengan perusahaan yang di dalamnya ada manjemen, ada pimpinan, ada kepala, dan lain-lain sebagainya. Untuk apa kerja selama 8 jam? Untuk dapat uang. Kapan uangnya dapat? Sebulan sekali. Subhanallah. Allah subhanahu wata’ala memberikan kepada kita nikmat, bukan sebulan sekali, tetapi setiap detik Allah berikan nikmat kepada kita. Apa engga lebih terima kasih kepada Allah? Setiap hari yang harusnya lebih kita utamakan, kita dahulukan.

Engga udah dah, jauh-jauh ni kalau kita malam niey, tadi kita tidur semua kan, mata boleh merem, pikiran tidak bekerja, Allah istirahatin aja barang 5 menit jantung engga bekerja. Bayangin aja, apa kagak tewas kita? :D  Subhanalloh Allah tetap berikan nikmat tiap detik jantung bekerja setiap detik berdetak. Luar biasa. Untuk membuktikan kecintaan dan terima kasih kita kepada Allah yang sudah memberikan nikmat setiap detiknya. Allah engga minta kita 8 jam setiap hari. Berapa dalam sehari ? 5 kali minimal. Dalam sekali sholat biasanya butuh waktu berapa? 5-10 menit. Kalau 3 menit mah campur ngepot.😀 Kagak ngarti apaan yang dibaca, jangankan kata, malaikat juga engga bakalan ngarti apa yang dibaca niey orang😀. Untuk 5 menit lah taroh, kalikan 5 kali dalam sehari, berapa? 25 menit untuk mengucapkan terima kasih kepada Allah atas nikmat yang setiap hari Allah berikan kepada kita. Subhanalloh.

Nah, ibadah, bekerja, ini suatu hal yang harus sama-sama kita lakukan pertama.

Silakan cari dunia sebanyak-banyaknya, tetapi jangan lupa kepada Allah yang memberikan kenikmatan hidup.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Nah ustadz kita selalu mendengar ya, ungkapan gitu ya,  “time is money”, “waktu adalah uang”. Nah, kalau di Islam itu adalah  “waktu laksana pedang”, kok waktu bisa dikaitkan dengan pedang ya?

Jawaban Ustadz Sholmed:

Al Waqt ka al-saif. Dalam pepatah Arab, dikatakan waktu itu laksana pedang. Jika kita tidak mampu memanfaatkan waktu yang ada, maka waktu itu akan menebas dan memotong kita, kenapa? Karena setiap detik dalam waktu,  begitu dia lewat tak kan pernah bisa kembali lagi. Ada satu dialog menarik dari Imam Ghazali radhiallohu ta’ala anhu kepada murid-muridnya. Suatu waktu murid-muridnya Imam Ghazali ditanya sama si Guru, Imam Ghazali,

 “Wahai murid-muridku tercinta, menurut kalian apakah yang paling jauh di dunia ini?”

Lalu serentak murid-murid Imam Ghazaki menjawab, “Yang paling jauh di dunia ini adalah matahari, rembulan, bintang, langit. Dia begitu jauh dari kita.”

Tapi apa jawaban Imam Ghazali radhiallohu ta’ala anhu? Beliau menjawab “Yang paling jauh itu adalah mata kalbu kalian.”

Subhanalloh ya. Ibuk-Ibuk, saya, dan kita semua para pemirsa TVOne yang dimuliakan oleh Allah, detik ini, hari ini kita masih berdiri tegak, itu semua karena nikmat dari Allah Subhanahu wata’ala, itu semua karena kesempatan yang masih Allah berikan untuk kita, ketika kita mengenang masa lalu, ada banyak dosa yang kita lakukan, kesalahan yang kita kerjakan, ada maksiat yang kita amalkan, tetapi detik ini Allah masih memberikan kesempatan kepada kita untuk bertaubat, apa tidak kita manfaatkan ini waktu yang ada. Untuk kita sama-sama lebih meningkatkan kualitas iman, taqwa, ibadah kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Ustadz tadi sempat kita jeda ya, waktu-waktu yang memang Allah suka, selain sholat Tahajud, apa saja itu ustadz, selain sholat Tahajud itu?

Jawaban Ustadz Sholmed:

Diantaranya untuk ibuk-ibuk dan pemirsa semua ketahui, disaat kita membutuhkan sesuatu hajat mau terkabul, Rasul kasih gambaran waktu-waktu yang mustajab, tadi sepertiga malam  dengan mendirikan sholat Tahajud. Bangun tengah malam mendirikan Tahajud, itu yang pertama.

Yang kedua, saat kita sujud. Sedekat-dekatnya hamba dengan Tuhannya, Allah Subhanahu wata’ala, kata Rasul, saat seorang hamba bersujud pada saat dia sholat. Maka panjangkanlah, kata nabi, sujudnya, dengan di dalam sujud itu bermunajad kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Selanjutnya saat kita melakukan perjalanan jauh (musafir), ada 3 doa, kata rasul, yang kalau orang ini berdoa tak kan ditolak doanya oleh Allah,

Yang pertama musafirin, orang yang melakukan perjalanan jauh lebih 83 kilometer untuk sesuatu yang baik. Itu kalau kita sepanjang jalan niey, dari Jakarta ke Bandung, Jakarta ke Surabaya, sepanjang jalan banyak doa kepada Allah, disitulah waktu mustajab.

Yang kedua, adalah doanya orang yang terdholimi, makanya hati-hati dengan orang yang kita sakiti, dengan orang yang  kita dholimi, mungkin dia engga nglawan, tetapi dalam hati.  “Hati-hati loh, doanya mustajab.”

Saking mustajabnya, bukan hanya orang Islam, non muslim pun ketika didholimi, doa dia tidak ditolak oleh Allah Subhanahu wata’ala.

Tapi bukan berarti kita pengen di dholimi terus ya ustadz ya. Mentang-mentang doanya pengen terkabul, di dholimin aja, “..pokoknya kalau gua lagi di dholimin, terus berdoa biar gua punya mobil.”😀

Yang ketiga, doanya siapa? Doanya orang tua kepada anak itu adalah doa yang tidak akan ditolak oleh Allah. Makanya pemirsa, ibu-ibuk kalau marah sama anak, itu marahnya sumpahinnya yang baik, “…dasar loe, ..anak pinter loe…”  :D “Gue sumpahin loe jadi presiden..”😀 … tuh… Padahal udah kesel ya, tapi tetep kata-katanya yang baik.

Kemudian saat ayam berkokok. Kata Rasul,

“Saat ayam berkokok, saat itu, kata nabi, ayam itu melihat malaikat.” Ketika ayam melihat malaikat, kata Rasul, panjatkan apa yang engkau inginkan, karena disitu ada malaikat yang mendengar doamu.

Subhanalloh. Sekarang mah ayam engga ada yang berkokok lagi ya, dulu mah katanya kalau ayam berkokok itu tanda ada anak perawan yang lagi dipopokin..😀😉 Saking banyaknya, capek ayam engga ada yang berkokok.😀😀

Nah, itu diantara beberapa waktu-waktu yang doanya diijabah oleh Allah.

Semoga Allah menyukai kita sebagai hamba-Nya di waktu kapan pun kita berdoa selalu diijabah oleh Allah.

Thanks to: Program Titian Qolbu TVOne, tayang Jum’at, 01 Juli 2011, jam 03:30 WIB, tema: “Waktu yang disukai Allah”, narasumber: Ustadz Sholeh Mahmoed, dipandu Chehe Kirani.

8 thoughts on ““… ketika ayam melihat malaikat, panjatkan apa yang engkau inginkan.. “

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s