“Mau…. bersahabat dengan Jin?” *_^

JIN. Pernah memikirkan  tentang makhluk satu ini? Kali ini ada contekan Titian Qolbu TVOne yang tayang 26 Mei 2011, temanya tentang “Bersahabat dengan Jin”, mulainya c jam 03:30 WIB, dipandu Cheche Kirani dengan narasumber Ustadz Aam Amirudin. Check it out………. ^_*

Persamaan dan Perbedaan Jin dengan manusia:

Ada jin yang sholeh dan tidak sholeh, maksudnya ada yang muslim, ada yang kafir. Kemudian Jin juga ada yang masuk surga, ada yang masuk neraka, itu kita sebut sebagai persamaan jin dengan manusia. Ow iya, Jin itu juga berketurunan.

“Apakah kamu akan menjadikan jin, setan, dan keturunan-keturunannya.”

Ada ungkapan “anak jin” itu berarti ada ya?

Tapi jin itu berketurunan. Nah itu persamaannya, tetapi kalau ada persamaan, pasti ada perbedaannya.

Apa perbedaannya? Satu, Perbedaannya jin itu makhluk ghaib, kita makhluk dhoif, dhoif itu yang tampak, ghaib itu yang tidak terlihat. Makanya Imam Syafii pada mengatakan

“..kubur orang yang mengaku pernah lihat jin..”

Itu Imam Syafii, maksud  Imam Syafii disini adalah bahwa jin yang terlihat oleh kita itu bukan aslinya. Jin yang aslinya itu tidak akan bisa dilihat. Tapi jin itu bisa menyerupakan diri, menampakkan diri, dalam bentuk binatang, dalam bentuk orang, jadi jin yang asli tidak bisa dilihat, tapi kalau bisa menyerupakan diri, seperti manusia. Itu dalam riwayat Imam Ahmad bahwa suatu saat ada seorang yang suka nyimpen kurma ditempat penyimpanan kalau  di kita kan lumbung padi, kan zaman dulu suka ada yang nyimpen padi di lumbung, gitu, nah, dulu pun nyimpen kurma juga di lumbung kurma, tapi aneh, kurmanya itu suka berkurang. Lalu begitu si pemiliknya datang ke lumbung itu tiba-tiba ada makhluk yang segedhe manusia keluar dari situ.

Lalu orang itu nanya, “..apakah kamu ini manusia atau jin?”

Lalu si orang yang keluar dari lumbung itu mengatakan, “..saya jin!”

Lalu kata si pemilik lumbung kurma itu, “..bagaimana caranya supaya kamu tidak mengganggu kami?”

Kata si jin itu, “bacalah ayat kursi”

Hal itu diceritakan kepada Rasul, apa kata nabi?

“Jin itu suka bohong, tapi untuk kali itu dia jujur.”

Makanya ada anggapan atau cara bahwa untuk supaya kita menjauhkan kita dari jin itu dibacakan ayat kursi, itu ada riwayat dari Imam Ahmad. Dia menjelaskan hal ini Jin itu kalau pun bisa terlihat, itu bukan aslinya, itu menyerupakan diri dalam bentuk manusia, dalam bentuk binatang, maaf mungkin ada kejadian kok orang itu ada seperti 2, jadi pernah ada kejadian suaminya itu datang dari  kantor, istrinya  itu kayak di loteng gitu,

“.. ayah…ayah…” gitu.

Masuk suami itu ke rumah ya, begitu di masuk kamar, istrinya lagi tidur.

“..ma, kok udah ada disini lagi?”

“..mama lagi tidur, lagi sakit kepala, lagi darah rendah”

”..yang di atas tadi siapa?”

“..mama dari tadi juga tidur..”

Nah, itu tuh kejadian. Itu nanya ke saya, saya bilang boleh jadi jin yang menyerupakan diri. Jadi jin itu bisa menyerupakan diri, tapi jin itu aslinya tidak bisa terlihat yang asli. Jadi kalau ada kejadian beberapa orang terlihat dalam satu keadaan, itu teh jin yang menyerupai.

Banyak contoh ya, kalau ada orang yang sedang thowaf gitu, dia lihat seolah ayah, gitu, padahal ayahnya itu sudah meninggal. Dia nanya sama saya, itu fenomena apa ya? Saya bilang, itu boleh jadi jin yang menyerupai. Jadi jin itu bisa menyerupakan diri. Nah truz, jin itu perbedaannya umurnya lebih panjang dari manusia, ada yang 500 tahun, 600 tahun. Kalau kita, katanya umur harapan hidup orang Indonesia, untuk laki-laki rata-rata 65 tahun, perempuan 67 tahun.

Komentar Cheche Kirani:

Kalau ada di film, ada jin itu pakaiannya itu kayak Aladin itu, bohong ya.

Tanggapan Ustadz Aam:

Itu imajinasi. Tapi Teh, itu intinya bisa menyerupakan, bisa menyerupai bisa binatang, bisa orang yang sudah meninggal, atau bisa orang yang masih hidup, dia bisa menyerupai.

Pertanyaan dari Ibu Evi:

Apa benar bangsa Jin itu bisa melakukan segala aktivitas manusia, termasuk aktivitas dakwah. Mohon penjelasannya dan terima kasih.

Jawaban Ustadz Aam:

Begini buk, ya, tadi disinggung ayat dalam Qur’an Surat Jin,

“Diantara kami ada yang sholeh, diantara kami ada juga yang tidak sholeh. Kami menempuh jalan hidup yang beda-beda.”

Jadi bisa saja dikalangan jin itu ada pendakwahnya, ada jamaahnya, gitu, bisa saja. Jadi ustadz dan jamaah di kalangan jin itu ada, tapi di kalangan mereka. Jadi ibu engga usah khawatir, misalnya “ada 60 orang pada diem aja, kenapa, katanya ustadznya serem, itu ustadz jin”😀 Itu jangan dipercaya. Tapi intinya adalah jin itu ada yang sholeh, ada yang suka berdakwah, ada yang beribadah, diantara mereka. Tapi juga tidak menutup kemungkinan ada jin yang sholeh itu ikut mendengar ceramah manusia, kalau itu kemungkinannya ada, karena Rasulullah pernah membacakan Al Qur’an, itu ada yang  mendengar dan tidak mungkin jin itu mendapatkan ilmu dari Rasul, kalau tidak mendengar. Jadi ketika saya menyampaikan materi disini, ada jin sholeh yang ikut mendengarkan. Serius buk, serius. Hanya mereka itu tidak lapar kamera.😀😀 cuex aja dia.:D😀

Tapi intinya bahwa jin sholeh itu bisa mengikuti hal-hal baik, yang dilakukan manusia.

Ibu, kalau ibu masuk rumah, di rumah itu tidak ada siapa pun, kan afdolnya ibu tetep mengucapkan salam. Yang menjawab salam ada 2 kemungkinan juga, bisa malaikat, bisa jin yang sholeh. Nah, sekarang gini, kalau kita, untuk bapak-bapak niey, ibu-ibu juga,  kalau kita sholat pun Maghrib, Isya’, Subuh, sunnahnya kalau sholat suaranya dikeraskan kan? Rakaat pertama dan kedua, misalnya walaupun saya sholat sendiri, misalnya, sunnahnya kan dikeraskan. Kenapa buk? Siapa tau ada jin sholeh yang bermakmum, tapi engga usah khawatir, “waladlhollin”… “..amiiin.” Karena, yang pasti, maksud saya ini pertanyaan ibu penting. Bener engga mengikuti aktivitas, ya kalau jin yang sholeh, ngikutin aktivitas sholeh, maaf, jin kafir mengikuti orang-orang yang menyekutukan Allah.

Pertanyaan dari Ibu Erni:

Jenis jin yang mana yang percaya pada ayat-ayat suci Al Qur’an, mohon penjelasannya.

Jawaban ustadz Aam:

Begini, tadi sudah saya singgung tentang jin itu punya kemampuan berdzikir, nah, ada jin yang sholeh dan ada jin yang tidak sholeh, tentu jin yang sholeh itu dia akan juga menikmati ayat-ayat Qur’an, dia juga belajar ayat-ayat Qur’an makanya di dalam Qur’an Surat Jin disebutkan ketika nabi membacakan firman Allah, membacakan ayat Qur’an diantara jin itu ada yang mengatakan

 “Sungguh kami mendengar Qur’an yang menakjubkan,  kami mengimaninya,  dan kami tidak akan menyekutukan Tuhan kami.”

Ini isyarat apa? Ini isyarat bahwa jin yang sholeh senang mendengarkan ayat Qur’an, seneng datang ke majelis taqlim, senang beribadah, nah tapi sebaliknya kalau jin yang kafir, yang jauh dari aturan-aturan agama, juga sama.

Maaf niey, kalau dukun, pernah denger ada dukun santet, pelet, orang tiba-tiba muntah darah, di bawa ke rumah sakit kata dokter ini tidak masalah, ada orang yang perut tiba-tiba sakit luar biasa, tapi diperiksa juga tidak ada apa-apa, nah itu boleh jadi kolaborasi, kerjasama, antara manusia yang kufur kepada Allah dengan jin yang kufur, bisa saja ini kerjasamaa. Ini dijelaskan:

“Ada manusia yang minta tolong kepada jin,”

tolong si orang itu binasakan, tolong si orang itu benci ubah jadi cinta, ada  yang dipakai tusuk, ditempelin sehingga kelihatan cantik, itu dukun minta tolong kepada jin.  Itu akan semakin menambah dosa, jadi bisa, tetapi menambah dosa. Jadi dengan demikian buk, ada kejadian orang kena santet, pelet, itu jelas karena ada kerjasama jin yang kafir, jin yang suka maksiat, yang suka berbuat dosa dengan dukun yang menyekutukan Allah. Makanya kita datang ke dukun, haram hukumnya.

“Siapa yang datang ke dukun, mempercayai apa omongannya, maka dosanya sama dengan tidak sholat selama 40 hari.”

Jadi ada yang mengartikan sama dengan tidak sholat selama 40 hari, maksudnya dosanya sama dengan tidak sholat selama 40 hari. Kan ada yang gini:

“…. kok kamu engga sholat?”

“…. kemarin aku ke dukun, percuma saja sholatnya”

“wah kalau itu jadi double dosanya..😀 “

Jadi dosanya itu sama dengan tidak sholat selama 40 hari. Itu karena apa? Itu karena kita mempercayai kemusyrikan, itu masalahnya, jadi itu yang harus diwaspadai.

Pertanyaan dari ibu Hj. Maisyur Yusuf dari Bekasi Utara:

Mengapa pada sekarang ini banyak orang-orang yang kesurupan massal, sedangkan orang itu hafal atau mengerti Al Qur’an.

Jawaban Ustadz Aam:

Naaa, ini pertanyaan menarik, karena akhir-akhir ini sering. Begini buk, kesurupan itu terjadi ada 2 kemungkinan. Bisa saja kesurupan itu bukan karena jin, tetapi karena tekanan mental dia, beban dia yang berat, akhirnya melakukan suatu perilaku-perilaku expresif. Misalnya gini, ada seorang istri dia kesel sekali sama suaminya tapi dia tidak bisa mengexpresikan, atau ke mertua kesel bangets, suatu saat dia kejang-kejang, “..dasar mertua,”😀 Keluar semua, akhirnya ke semua orang ngaku-ngaku, “Kamu siapa” ….😀😀

Jadi sebenarnya dia itu bukan kesurupan, tapi mengexpresikan segala beban diri itu, jadi dia membuncahkan kekecewaannya itu dengan berexpresi seperti kesurupan. Makanya kalau dibacakan ayat apa pun tetep.😀

Tapi saya ingin menyebutkan tipe-tipenya dulu,  tipe pertama kalau ada orang yang kesurupan, bisa saja dia bukan kesurupan. Tetapi pelampiasan, pelepasan, beban-beban pikir. Itu kemungkinan pertama. Kemungkinan kedua memang benar itu jin bener masuk ke tubuh orang itu, tetapi itu terjadi pada saat jiwanya kosong. Makanya jiwa itu jangan kosong. Maaf, walaupun dia hafal Al Qur’an, jago hadist tapi jiwanya kosong, bisa masuk, jadi sebenarnya engga ada kaitan dengan masalah hafal dnegan tidak hafal, misalnya di pesantren, kan belajar Qur’an, belajar hadist, kesurupan massal, naaa itu boleh jadi jiwanya yang kosong. Tapi ada orang yang tidak Hafal Al Qur’an, tidak hafal hadist, orang biasa gitu, tapi engga kesurupan. Jadi urusannya bukan hafal dan engga hafal Al Qur’an, tapi jiwanya sedang kosong itu masuk. Lalu kenapa massal? Ingat, jin itu kayak manusia, bisa bergerombol, begitu satu kena, nah liat itu buk kalau ada yang kesurupan itu, jangan dilihat, kecuali kalau ibu pengen nyoba.😀 Jadi dengan demikian kalau ada yang kesurupan itu bagi orang yang jiwanya lemah, udah aja, tinggalkan itu, jangan malah panic… Dan makin banyak itu buk, makin kayak liat api merembet, kaget, kaget, jadi bukan ngambil air atau apa. Na jadi jiwa manusia itu sering kali kosong saat itu, makanya kalau ada yang kesurupan bagusnya bawa masuk ke ruangan, jangan di lapangan, akhirnya nanti merembetnya itu, karena merembetnya itu jiwanya jadi kosong, jadi masuk akhirnya. Ada satu hal lagi yang menarik ketika peristiwa kesurupan itu tidak dimasukkan ke tv, jarang yang massal, ternyata jin pengen exist di dunia infotainment gitu loh ya, jangan sala, jin juga punya selera untuk existensi. Makanya kalau ada yang kesurupan, jangan di film.

Pertanyaan dari Cheche Kirani:

Jika kita mendengar suatu cerita ada seseorang yang bisa dibilang.. owww… dia itu sukses karena memelihara jin, gitu ya ustadz, ow dia rumahnya bisa mewah ataupun dia bisa beli apa-apa , karena dia memelihara jin. Nah, bicara mengenai memelihara jin ini, kalau kita bisa melihat cerita dari Nabi Sulaiman alaihissalam, beliau pun juga punya jin ya ustadz ya, menjadi pertanyaan, boleh engga c kita-kita ini bersahabat ataupun melihara jin? Bagaimana ustadz?

Jawaban ustadz Aam:

Ada sejumlah orang yang mengatakan, katanya memelihara jin itu boleh karena Nabi Sulaiman juga memelihara, kita perlu mengkritisi hal ini, karena kalau Nabi Sulaiman itu sanggup menundukkan jin, Nabi Sulaiman bukan memelihara jin, tetapi seluruh kerajaan jin tunduk pada nabi sulaiman.

Tolong, gini ya, logikanya harus masuk dulu, ini karena sepuh-sepuh begini agak telat berpikirnya,😀 jadi gini, gini, Nabi Sulaiman tidak memelihara jin, itu yang ingin saya luruskan. Lalu banyak yang bilang nabi Sulaiman memelihara jin, bukan, kan begini, nabi Sulaiman itu punya mu’jizat, ditawari 3, apakah mu’jizat nabi sulaiman itu mau harta, mau ilmu, apa mau kekuasaan. Nabi Sulaiman suruh milih salah satunya, ilmu atau kekayaan? Nabi Sulaiman tidak mau, kekuasaan? nabi Sulaiman tidak mau. Nabi Sulaiman memilih kemu’jizatan ilmu, apa yang terjadi? Dengan ilmu, nabi Sulaiman jadi punya kekuasaan dan punya kekayaan. Ketika punya kekuasaan, kekuasaan Nabi Sulaiman bukan hanya menundukkan Ratu Bilqis dan raja-raja lain, termasuk kerajaan jin. Jadi Nabi Sulaiman itu bukan memelihara jin, keliru itu, tetapi kerajaan jin tunduk kepada kerajaan Nabi Sulaiman sebagaimana tunduknya Ratu Bilqis dan raja-raja lain. Jadi saya ingin meluruskan, pernyataan bahwa nabi Sulaiman memelihara jin. Maaf, terlalu naif. Nabi Sulaiman memelihara jin, saya memelihara kelinci,😀 kan gitu kan,😀 tetapi tunduk karena patuh. Nah gitu.

Bu’, kita kan oleh Allah kita tidak diberi mu’jizat, kita kan bukan nabi, nah kita tidak perlu menyengaja memelihara jin, tidak perlu. Karena alam dia berbeda dengan alam kita. Dunia  dia berbeda dengan dunia kita, kita alam dhohir, alam nyata, jin itu alam ghaib. Gitu. Biarlah mereka hidup dan beribadah dengan cara mereka sendiri, dan biarlah kita itu beribadah dengan cara kita. Namun, kalau ada jin yang tiba-tiba ngikutin kita, kita engga mengundang, engga apa, mengikuti saja, tentu itu namanya bukan memelihara jin. Dia itu ngikutin kita, kan ada buk, orang yang memang karena aspek keturunan atau apa, dia itu sepertinya didekati, gitu kan, tapi dia tidak mengundang, tidak apa, nah itu mah engga apa-apa,  tapi kalau kita menyengaja, apalagi ngelmu, bertapa, menjauhi makanan itu, makanan ini, supaya punya kekuatan dari jin, itu haram.

“Ada manusia yang minta tolong kepada jin, dan itu semakin menambah dosa,”

jadi dengan demikian berkawan dengan sengaja, apalagi ngelmu, belajar, itu engga boleh, tapi kalau secara alamiah kita tidak pernah belajar, tidak pernah apa, dia ngikutin kita, ya itu tentu mah hak dia, hak asasi dia, gitu, nah ini, karena ada orang-orang yang memang ia tidak belajar, tidak pernah apa,  nah kalau dia itu ngikutin kita, kita tidak perlu memanfaatkan dia. Ya sudah, hidup nafsi-nafsi saja, karena alam dia berbeda dengan alam kita, gitu, walaupun boleh jadi mereka itu ada yang sholeh dan ada yang tidak sholeh.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Nah, tadi ustadz udah memaparkan dengan begitu jelas jin yang sholeh, jin yang baik, nah jin yang sholeh itu yang gimana ustadz, memang selalu membisiki kita atau menyuruh kita berbuat yang tidak baik, seperti tidak sholat atau tidak ibadah. Gimana ustadz ?

Jawaban Ustadz Aam:

Begini, ibu kalau dalam Surat An Nas

Minsyaril was was syirkhonas Aladzi yuwas wisufi sudurinnas

Yang mendeskripsikan keburukan-keburukan dari jin  dan manusia.

Ibu pernah engga, maw Tahajud, jam 3, alarm begitu dahsyat bangets, bangun, lihat jam, jam 3, matiin, tapi ibuk gini, 5 menit lagi biar seger, mikir tiba-tiba ada ide gini, 5 menit lagi biar seger, apa yang terjadi? 50 menit.😀 Itu setan dari kalangan jin yang membisikkan keburukkan, tapi ingat setan itu tidak hanya dari kalangan jin.

Dari kalangan manusia juga bisa, misalnya gini, ibu Ani maw pergi ke pengajian, kerudung kuning ya, tas ijo, engga nyambung engga apa-apa, boleh😀 Baju pake apa aja,  ketemu sama bu Wiwik,

“Mbak Ani maw kemana?”

“ Maw ke pengajian.”

“ Ke pengajian mah sering kan, coba di mall lagi sale gedhe-gedhean 70%.”

“ Ya nanti saja lah bu pulangnya.”

“ Eh, engga ini sale-nya dari jam 9 sampai jam 12. Ibu kan ngaji sampai jam 12 kan? Hmmm keburu tutup, abiz…”😀

Maka pada saat itu ibu Ani engga jadi ngaji. Akhirnya ibu Ani datang ke hal seperti itu. Apa yang terjadi? Itu namanya jin dari kalangan manusia.

Jujur saja, kalau saya lagi bawa mobil, kalau di pinggir jalan ada yang tinggi semampai, wajahnya rata, saya berhenti pasti dicegat, tapi kalau ketemu yang tinggi semampai, wajahnya cantik, kemungkinan kalau iman lagi lemah😀 Minimal melirik atau berhenti😀

Jadi kita lebih sering terbawa oleh bisikan setan yang kelihatan daripada yang tersembunyi. Jadi kalau tadi disebut Teh Cheche itu bagaimana jin ada yang membisikkan keburukan, ya itu jin dari kalangan setan, tapi ingat ada jin sholeh yang membisikkan kebaikan.

“Pengajian males, apalagi ustadznya engga selera, tapi tiba-tiba dalam hati gini, tapi kan besok lusa belum tentu umurku nyampe, pokoknya aku harus pergi dweh,”

nah itu boleh jadi dibisikkan dari jin yang sholeh. Itu bisa jadi atau bisa jadi bisikan malaikat. Begitu, ya. Oke gitu ya buk ya.

Jadi kalau misalnya kalau ada kita yang misalnya berbuat baik membisiki, berarti itu ya, dengan kuasa Allah itu adalah bisikan dari malaikat, jin dari Allah. Nah, dan tentunya kita berharap berdoa semoga kita dijauhkan dari jin yang bisa merusak amal ibadah kita, ya bahkan supaya kita bisa tidak ibadah sama sekali, naudzubillah.

Baik ustadz, terima kasih ilmunya, terima kasih sudah ada disini.

Titian Qolbu, hadir setiap pagi jam 03:30 hanya di TVOne.

Thanks to: Program Titian Qolbu TVOne, tayang 26 Mei 2011, jam 03:30, Narasumber: Ustadz Aam Amirudin, dipandu Cheche Kirani, tema: Bersahabat dengan Jin.

One thought on ““Mau…. bersahabat dengan Jin?” *_^

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s