Cabut Gigi *_*

Cabut gigi adalah tema hari ini. Bahkan dari kemarin aku udah ancang-ancang untuk by phone daftar ke RS swasta langgananku di Jogja. Sabtu pekan lalu aku udah kesana, namun karena masih sakit dokternya ngasih antibiotik dan pereda rasa sakit gigi saja, dan menyarankan segera ke RS lagi 2 atau 3 hari lagi lagi. Aku jelas aja engga maw, waktu senggangku ada di Sabtu😉

Dari daftar by phone itu aku dapat nomor antrean 9. Sekitar jam 11 aku udah duduk diantara para pengantre poli gigi. Sebenarnya aku udah dengar, namaku dipanggil, namun ternyata aku duduk antre di pintu klinik berlawanan suara pemanggilan, hehehhehe.. salah tempat…😀

Akhirnya aku duduk ditempat yang benar nie, … hmmm nungguin dipanggil lagi, karena kata asisten perawatnya, disuruh nunggu dulu. Yo wis lah… baca-baca buku dulu, karena pasien yang masuk saat itu kayaknya dalam posisi darurat, ya.. setidaknya dibandingkan dengan aku…😀 Giliran aku dipanggil, dokternya beda sama yang kemarin, dan aku sampaikan kalau aku maw cabut gigi.

Bagaimana rasanya dibawah sinar lampu untuk cabut gigi? Awalnya seperti biasa kumur-kumur dulu. Truz di cek, tentu saja suruh buka mulut lebar-lebar, padahal aku engga bisa lebih lebar lagi, masih aja masih kurang lebar juga ..hehehhe..😀 Sang dokter permisi padaku untuk disuntik dulu. Aku mengiyakan. Dalam hati aku bicara, kalau udah lama aku lupa rasanya disuntik seperti apa, pasti akan ada rasa perih. Tentu saja lah… namanya juga disuntik. Dan… jessss, memang beginilah rasanya disuntik.

Aku pandangi tembok depan ku, ada kutipan Q.S. As Syu’araa ayat 80 di pigura besar plus terjemahannya “dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku”

…. Aku ngerasa, pencabutan gigi ini kok kerasa yaw? …. Berkali-kali dokter nyanyain aku,

“engga sakit kan mbak?”

Aku bilang “Aku ngerasa, dok”

“Tapi, engga nyeri kan?”

“Iya.”

Mataku kethap-kethip😀, aku lega, acara cabut gigi selesai. Bibirku terasa tebal, jadi engga PD buat bicara dengan bibir dan mulut terasa tebal, sambil menggigit segumpal kapas di lokasi pencabutan tadi. Yang penting satu gigi yang udah engga fungsi itu udah ilang dari deretan gigi geraham kiriku.

Berapa ongkos cabut gigi kali ini? Lumayan lah….😉 Kalau baca notanya total nominal yang harus dibayar untuk cabut gigi dewasa ringan Rp 42.000,- ; untuk pemeriksaan dokter gigi spesialis Rp 55.000,-; plus biaya pendaftaran Rp 12.500,-;  jadi totalnya Rp 109.500,-. Masih ditambah resep obat antibiotik yang diminumnya sesudah makan tiap 12 jam dan obat pereda rasa nyeri yang diminum 2X sehari 1 tablet sesudah makan, semuanya senilai Rp 79.800,-.

Pasca cabut gigi rasanya lumayan nyeri, tapi begitu minum obatnya, terutama pereda rasa nyerinya, sedikit terbantu. Kalau tentang nominal yang harus dibayar, nanti bisa di klaim kan… hihihii… memang bisa? Yaw… diusahakan😀

 

 

4 thoughts on “Cabut Gigi *_*

  1. Mau nanya,knp kok stlh cbt gg bibir tetap terasa tebal seperti hbs dbius pdhl udh 1 bulan hbs pncbutan.. Oya pasien umrny 60 th tensi ny normal,. Mhn pnjelsny trm ksh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s