Jangan takut nyasar ^_*

lokasi test ^_^

Wah wah bulan-bulan ini sama yang kemarin2 yang dibahas tentang cpns melulu, sekarang lumayan udah cooling down dweh… nungguin hasilnya, meski udah ada yang keluar hasilnya…. 😀

Pastinya ada yang test keluar kota ywa kemarin? Padahal tempatnya pun belom pernah disinggahi, termasuk aku juga c… 😀 Lah bagaimana engga bingung, kartu test sampai rumah udah H-1, sedangkan tempat test di Surabaya. Ini aja udah kepikiran sebelumnya kalau bakalan terlambat nyampainya nomor kartu ujian… dan bakalan urung ikutan test bersama puluhan ribu peserta lainnya. Walau kita udah ada di list nama yang lolos administrasi 😀 Maw gag maw kita memang harus mengikuti aturan mainnya 😀

Karena engga ada teman atau sodara yang di Surabaya, aku berencana hanya ingin test dan langsung pulang aja, lagian, hari Senin udah masuk kerja seperti biasanya (testnya hari Minggu). Sebelumnya aku udah mengumpulkan data  dari teman, saudara, temannya teman tentang lokasi ujiannya. Karena aku engga familier dengan Surabaya, engga lupa searching di google, terutama google map, jalur bis, jalur angkot, sampai keberadaan becak 😀 Dari data-data yang aku dapat, memang lebih mudah pakai bis daripada KA.

Akhirnya, aku berangkat juga dari terminal Giwangan, masuk terminal jangan lupa siapin uang peron (retribusi jasa ruang tunggu) Rp 200,- untuk sekali masuk. Untung masih bisa mengejar bis Eka, bis yang rasanya lebih nyaman untuk ditumpangi, karena berAC, pengamen dan pedagang asongannya engga terlalu silih berganti, ada acara makan di rumah makan DUTA, ada bonus minuman kemasan, dan yang lebih penting lagi drivernya engga ugal2an. Tarifnya Rp 63.000,- Jogja-Surabaya. Beda saat aku sering ke Malang doeloe, langgananku adalah bis-bis ekonomi, maklumlah waktu itu masih minta uang sama ortu 😀 Bis yang aku tumpangi berangkat dari Terminal Giwangan sekitar jam 19:45. Di sepanjang perjalanan aku bisa latihan soal2 sebelum aku ngantuk, sambil ngemil kriuk-kriuk Hapitos 😀 Setelah di Ngawi kita makan dulu, di Rumah Makan Duta, karena tadi udah makan nasi goreng, aku pilih menu bakso, tapi ternyata porsinya dikit yaw 😀

Aku hampir lupa sebenarnya berapa jam c, perjalanan Jogja-Surabaya by bus? Sampai Terminal Bungurasih sekitar jam  04:15 pagi, 8 jam-an yaw ternyata 😀 Tempat yang aku tuju pertama adalah kamar mandi, sebenarnya ngerasa risih mandi di tempat seperti ini, namun gimana lagi, aku engga ada tempat untuk singgah di kota ini (****melas bangets c 😀    ) , setelah itu aku ke sudut mushola yang dekat ke arah bis dalam kota, aku bertemu dengan seorang ibu, beliau udah lumayan lama nunggu disitu, menunggu pagi katanya. Sempat ngobrol juga, aku bisa tangkap dari obrolan tadi, kalau bis di dalam kota Surabaya itu nungguin penumpang penuh dulu, baru berangkat… wah2… Sempat juga ketemu sama peserta ujian juga, namun saat aku tanya dia dapat lokasi mana, truz rencana maw kesana naik apa, dia bilang maw naik taxi, juga dia dianterin sama bapaknya. Walau ibu itu sempat ngasih info kalau bakalan mahal dan jalannya muter kalau pakai taxi, tapi enga taw lah, kayaknya dia tetep naik taxi, alasannya c karena dia benar2 engga taw tentang Surabaya.

Yaw, sudahlah, aku bareng ibu itu menuju ke tempat keberangkatan bis kota, kita pisah disini, aku langsung ditawari maw naik bis jurusan mana, aku bilang maw ke Bratang, sesuai dengan rekomendasi paling banyak dari teman-teman. Aku sempat tanya seseorang yang sepertinya dia seorang mahasiswa, dia ternyata kurang taw, bukan orang sini katanya, dia maw ke UNESA, akhirnya dia nunjukin aku bis diseberang dengan jelas tertulis Bungurasih-Bratang PP, aku akhirnya naik bis itu. Dan cerita itu terbukti nyata adanya… 😀 Udah setengah jam lewat, tempat duduk hampir udah terisi semua, drivernya masih santai2 aja….. hmmmm 😦 Akhirnya bis berangkat juga, …..tarifnya Rp 3.000,- sekitar setengah jam perjalanan dari Bungurasih menuju Terminal Bratang. Aku naik becak, tapi sepertinya dimahalin, aku tawar Rp 5.000,- engga maw, ya udah… Ternyata SMA Dr. Soetomo yang berlokasi di Jl. Semolowaru 9, engga susah di carinya… deket bangets dengan Terminal Bratang, ngerasa aneh aja, soalnya kalau di google map, sepertinya agak kesana sedikit, ternyata itu jalan kecil….. wkwkwkwkwk….

Setelah tanya sama satpam di depan, aku masuk gedung bertingkat itu, aku di lantai 1, ruang 19. Karena masih pagi, aku buka-buka lagi buku latihan soalku. Semakin siang para peserta mulai berdatangan, walau petunjuk udah ditempel, tetep aja pada nanya2… hihihihii.. untung aku datang duluan…jadi taw duluan juga, masih tetep latihan soal sambil ngemil Hapitos sama Sari Roti plus minuman rasa buah…. 😀 Aku cuex aja, padahal posisi aku bawa back pack dan tas selempang penuh isi.. kwkwkkwkw…. isi baju maksudnya 😀

Aku ditanya sama yang barusan datang, dari jurusan apa, setelah aku sebutin, dia menarik kesimpulan kalau pembagian ruang test ini bukan berdasar jurusan, atau berdasar abjad sekalipun, namun berdasar urutan mendaftar online. Test dimulai jam 09:00 dan selesai jam 12:00, namun jam 08:00 udah masuk ke ruang 19 itu. Sebuah ruangan kelas yang engga terlalu besar, dengan model bangku dan kursi bersatu, kartu ujian juga harus ditaruh disamping. Soalnya terdiri atas TPU, TPA, dan TSK, terdiri dari 150 buah soal pilihan ganda, ada model sebab akibat juga. Lumayan susah juga c, tapi harus dijawab semua karena engga ada pengurangan nilai bila jawaban kita salah.

Aku merasa kekurangan waktu, lembar soal engga boleh di coret2, jadi harus di hapus juga, bila melakukan hitungan disitu. Bapak yang menjaga ujian berpesan, agar hati-hati bila pulang, terutama yang dari luar kota, sambil menanyakan ke aku, abiz ini langsung pulang? Aku bilang iya. Ternyata sebelah SMA ini adalah Universitasnya dari yayasan yang sama. Setelah cari mushola, aku jalan kaki menuju Terminal Bratang, engga naik becak lagi, karena terlalu dekat lah… 😀 Langsung maw pulang aja, karena perjalanan begitu panjang, dan kita engga taw apa yang terjadi nanti, maksudnya jaga2 aja bila ada banjir di jalan misalnya sehingga bikin macet jalan. Bis menuju Bungurasih ini memang selalu penuh, sampai terminal langsung disambut hujan. Aku masuk peron lagi, bayar retribusi Rp 200,- masuk ruang tunggu angkutan antar kota antar provinsi. Aku lihat bis Eka udah ada, setelah duduk di ruang tunggu belum ada 5 menit, aku samperin bis Eka tujuan jogja. Perjalanan pulang dimulai, waktu menunjukkan sekitar jam 13:00. Coba hitung, sampai Jogja nanti jam berapa? Yupz betul, jam 21:00 sampai Jogja. Aku engga sempat beli oleh2.. aku udah capek setelah minta jemput di Terminal Giwangan.

Jadi jangan takut nyasar untuk menuju tempat yang belum pernah kita mengunjunginya, kan ada teman, ada saudara tempat buat bertanya, ada google map, search engine yang bisa memandu kita dan meyakinkan kita, bahwa kita juga bisa sampai ke tempat itu. Jangan ngandelin taxi juga, tapi kalau memang lebih yakin pakai taxi c, engga masalah. Juga kalau lebih nyaman pakai travel juga engga masalah. Cuma, bila kita bisa pakai cara yang murah meriah, kenapa engga dicoba? Makasih buat semuanya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s