Hanya sampai di loket 9 ……. ^_*

antre di loket 9

Ini masih tentang seputaran tradisi tahunan, yaitu cpns. Kejadian ini baru aku ceritakan sekarang, aslinya ini terjadi pada hari Sabtu, tanggal 27 November 2010. Walau rentang waktu yang disediakan pihak pemprov lumayan lama, yang namanya waktu memang demikian cepat berlalu.. halah 😀

H-1 akhirnya aku ikutan antre juga di Sasono Hinggil Dwi Abad, Alun-Alun Kidul, Jogja. Waktu udah menunjukkan jam 12 lebih, setelah adabtasi dengan keadaan… 😉 yaw.. secara orang2 yang ada banyak bangets… sesuai dengan jurusanku, aku kudu antre di loket 9, jangan tanya antrenya kayak mannaaaa…. pastilah .. banyak bannnnaaa…. 😀 Aku rapikan berkasku, aku tambah foto terbaru yang barusan aku ambil di FIP dekat UST, kan fotonya harus berlatar belakang warna, makanya aku minta tolong dieditkan di FIP, secara fotonya juga hasil jepretan sendiri dengan latar belakang almari baju 😀 … truz aku tempeli map depan dengan print out hasil daftar on line tadi, print out yang satunya dimasukkan di dalam map yang udah di snelhecter (**gimana c nulisnya 😀 ) … ternyata masih ditempeli sesuatu juga di depan, atas kebaikan salah satu pengantre, aku dikasih satu, kertas 3 ply untuk check dokumen, setelah dirasa oke, makanya aku minta tolong (***ini minta tolong melulu) kepada para pengantre yang di depan loket, untuk naruh berkasku diatas tumpukan berkas di tepi jendela loket 9.

Truz, ikutan antre juga, gabung sama yang lain… 😀 nama demi nama dipangggil untuk dikasih pengesahan panitia ataupun dipanggil untuk melengkapi berkas yang kurang, ternyata menurut bisik2 para pengantre, yang dipanggil  itu adalah yang antre jam 8 pagi tadi… waw… mengejutkannn !!!!

Udah ngrasa bakalan sampai jam 5 sore niey antrenya, setelah engga kuat berdiri, aku ikutan lesehan juga dibawah, untung bawa  map anti basah, jadi bisa buat alas duduk. Diselingi hujan turun dengan derasnya, jadinya posisi para pengantre makin merapat ke arah depan loket yang ada tendanya, namun sepertinya tidak bisa menampung semua pengantre. Bahkan disela-sela hujan, ada pengantre yang minta tolong di “ranting”-kan berkasnya ke depan loket dalam posisi mapnya udah basah oleh hujan…. Hmmmm mengharukan… 😉  Ada lagi, di saat waktu udah mendekati jam 14:00 yang menandakan waktu pengumpulan berkas udah ditutup, ada saja yang barusan datang, dan itu masih diampuni, jadi masih boleh mengumpulkan berkas… selamat ywa mas… 😀

Banyak komentar2 pengantre ini semua, ada yang lebay dikit, ada yang lebay bangets, bahkan ada yang biasa-biasa aja.

  • Ada yang bilang saat mengantre hari kemarin, ada pengantre yang dimintai tolong menaruh berkas ke depannya aja engga maw, padahal nyatanya memang dia ada diposisi belakang dan engga memungkinkan untuk menentang arus hanya untuk meletakkan berkas ke depan. Hmmm…
  • Ada lagi yang sedikit kecewa dengan syarat adanya Akreditasi Jurusan, padahal dari PT Negeri.
  • Ada lagi sedikit insiden karena ada peserta yang mengolak-alik mencari berkas dia karena dirasa belum lengkap, padahal posisi berkas undah tertumpuk sedemikian rupa, tentu aja bikin jengkel yang antre, mana posisi tumpukan berkas udah engga asli lagi seperti tadi.
  • Ada lagi yang nama yang dipanggil berkali-kali  engga muncul-muncul buat mengambilnya, padahal yang rela ngantre udah berharap namanya dipanggil.
  • Ada juga yang berkasnya salah loket.
  • Namun ada juga pernyataan yang menyentuh hati, bahwa untuk peserta yang membawa anak balita, diizinkan untuk masuk ruang panitia, yaw karena situasi sangat crowded. Hmmmmm…
  • masih ada lagi, yang kasih comment mengapa sistemnya seperti ini,  mengapa tidak lewat pos office aja, kalau berkas tidak lengkap, ya sudah selesai.
  • Mengapa juga antrenya harus seperti ini, tidak seperti saat di salah satu kementrian kemarin, yang memang berkas dikumpulkan seperti ini, namun ada tempat duduk, sehingga tidak berdiri atau lesehan seperti ini.

Hmmmm .. tapi walaupun dengan segala komentar dari mereka yang intinya kurang puas dengan semua ini, tapi mereka daftar juga kan 😀 Yang daftar tetap banyak kan? Itu artinya mereka butuh kan??… 😀 😀

Siapa bilang jam 17:00 sore udah selesai…??? Wawawaw… jam 19:00 baru aku dipanggil, coba hitung, berapa jam aku harus nungguinnya? Males menghitungnya kan? 😦  …. Kalau maw lebay dikit.. ini seperti..mmmm.. apa yaw? “6 jam di Jogja”…. hehehehe….

Apakah perjuangan sudah selesai? Tentu saja belum… Kembali ke tujuan awal antre ini, adalah untuk mendapatkan pengesahan atau mendapatkan warning dari panitia atas berkas kita, dan memberi kesempatan pada kita untuk melengkapinya. Dan… o la la…. aku ternasuk yang berkasnya engga lengkap… ada warning bahwa panitia belum bisa/tidak bisa menerima berkas lamaran Saudara dengan alasan:

“Sertifikat Akreditasi tidak sesuai dengan tahun kelulusan”

Gedubrak… hmmmm padahal tujuan antre ini adalah mendapatkan pengesahan dan aku engga merasa bahwa aku melakukan kesalahan…. xxixixiixi… 😀 maka dengan sedikit ke-PD-an aku masuk ke ruang informasi, dengan mohon izin pada pak satpam di depan pintu,… Ada sedikit obrolan dengan sesama pengantre di meja informasi, ternyata dia mengantrekan istrinya, dia baru datang dan curhat ke panitia, dia ingin mendapat pengesahan, karena dia sudah melengkapi berkas itu sejak pagi tadi. Sambil menanyakan ke aku apa masalahnya sampai ke meja informasi. Setelah aku kemukakan, dia bilang, sebenarnya mirip dengan masalah berkas istrinya. Karena kampusnya di luar kota, dia mengaku telah berbuat sesuatu dengan membuat Surat Keterangan Akreditasi itu “by himself”. Aku tersenyum kecut dan membesarkan kelopak mataku, tanpa kata, mendengarkan penjelasannya, sambil berpikir,

“ini suatu kejahatan” 😀

Aku mendapat penjelasan dari meja informasi, dengan menunjukkan point persyaratan berkas bahwa yang dimaksud tahun berlaku Sertifikat Akreditasi disini adalah kisaran tahun lulus ijazah. Beliau menjelaskan Akreditasi disini bisa juga berupa “Surat Keterangan Akreditasi” yang dikeluarkan oleh kampus, jadi pihak panitia tidak “saklek”, harus berupa foto kopi akreditasi yang dikeluarkan oleh Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi yang telah dilegalisir.

Sebenarnya aku masih ada kesempatan untuk melengkapi berkasku, ditunggu sampai hari Senin malam (hari terakhir penyerahan berkas),.. mungkin aku bisa ke kampus dan meminta Sertifikat Akreditasi yang bertahun sebelumnya (**sertifikat akreditasiku yang aku punya ada di kisaran tahun setelah aku lulus) atau “surat keterangan akreditasi” dari kampus. Namun karena posisi udah H-1, besok adalah hari Minggu, dan Senin aku harus kerja, kampusnya jauh di luar kota, butuh waktu sekitar 8 jam perjalanan PP, belum lagi aku minggu kemarin udah cuti, masa c harus cuti lagi? Padahal hari Senin adalah hari tersibuk …… hehehhe.. kok jadi lebay….

Perjuanganku hanya sampai loket 9 saja, terima kasih buat bapak panitia tentang penjelasannya, saya mengerti bahwa dari berkas harus sudah menunjukkan “clean” dan “truth” sebelum mendaftar cpns. Saya salut dengan ini semua. Terima kasih juga buat teman-teman ngobrol selama antre di loket 9, jadi tambah teman niey… 😀

InsyaAllah ada rencana terindah buat aku, setelah kejadian antre di loket 9, Sasono Hinggil Dwi Abad Alun-Alun Kidul, Ngayogyokarto Hadiningrat….. amin.

Iklan

2 thoughts on “Hanya sampai di loket 9 ……. ^_*

  1. Waw… cerita yang menarik. Membuat tidak ingin berhenti sampai akhir. Pengalaman yang mirip, tapi tidak setragis yang di atas. Aniway, sepertinya bersama kesulitan emang selalu ada kemudahan, amin.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s