(Sekali lagi), berkawan dengan siapa saja, tapi bersahabat kita harus memilih-milih ^_*

Eh, ternyata acara favoritku Damai Indonesiaku di TVOne itu mulainya kam 03:00 pagi yaw?😀 … Tadi c adekku nelpon, aku posisi masih merem, waktu udah nunjukin jam setengah 4 pagi, saur niey… tiba-tiba ingat acara Damai Indonesiaku, udah engga taw dweh awalnya tadi kaya mannnaaaa…😀
Tema-nya tadi lupa, tapi sepertinya membahas tentang “Kriminalitas di Bulan Suci Ramadhan” …😉 Bersama Ustadz Jefri Al Bukhori (lagi), ada juga Pak H. Jonny Indo, dipandu Ferry Ardiansyah.
Ferry Ardiansyah menyampaikan ke UJ kalau tawuran ada yang pakai menyebutkan asma Allah saat tawuran, itu gimana, bisa dijelaskan?
UJ mengatakan: Jadi kadang-kadang begini, ketika terjadi tawuran antar kelompok, atau antar kampung, warga dengan warga kita suka lucunya apa, yang dari kelompok sana, pakai peci, pakai sorban, yang sini juga begitu, yang satunya Allahu Akbar, yang sini menyebut Allahu Akbar. Ini pertanyaannya Allah yang mana yang dipanggil.

  • Kalau di zaman Rasulullah ingat mungkin adek2 ceritanya ya. Rasul seorang diri, jauh dari sahabat-sahabat yang lain, tiba-tiba menyelinap musuh dari kaum kafir Quraisy, dan kemudian menodongkan pedangnya kepada Rasul , lalu kemudian dia mengatakan, “Ah, Muhammad, sekarang kamu sendiri, siapa yang akan menolong engkau?” Kemudian Rasul menyebutkan, “Allahu Akbar. Allahu Akbar” itu dengan bergetar. Pedang jatuh dari pegangannya, berbalik sekarang Rasul yang memungut itu pedang, Rasulullah todongkan seperti yang dilakukan si penodong, kemudian Rasulullah mengatakan , “Sekarang siapakah yang menolong engkau?” Dia tidak bisa berkata apa-apa. Jadi di zaman Rasul itu ketika terjadi jihad, menyebutkan Allahu Akbar itu betul-betul, tauhid-nya lurus, lempeng. Dan tokoh yang diperangi ini siapa? Kalau sekarang tidak. Saudara-saudara saling memerangi, maaf hanya karena perkara sebuah warisan, kanan kiri ribut, Allahu Akbar, hanya karena perkara disenggol, ribut, hanya karena perkara digoda, ribut. Ada di satu daerah tuh di luar Jakarta, yang hampir setiap minggu masuk tv hanya karena berantem melulu, disana mayoritas orang Islam, yang membahayakan, apa ini? ini kenapa? Ada kekeliruan apa?
    • Kita kalau tauhidnya tidak benar, ini bahaya, mungkin adik-adik masih ingat cerita, saya lupa di zaman apa, tetapi cerita ini mengenai tentang tauhid yang benar. Di satu kampung ribut, rame membicarakan satu pohon yang amat luar biasa, memiliki manfaat, ini katanya pohon itu bisa mendatangkan berkah dan rizki. Ini bukan seorang pemuda, dia mempunyai seorang istri, mereka miskin hidupnya , tapi mempunyai keyakinan bahwa Allah adalah segala-galanya. Ketika seorang laki-laki ini mendengar ada sebuah pohon yang bisa mendatangkan berkah dan rizki bagi penduduknya, dia marah, karena dia tahu bahwa Allah-lah yang mendatangkan berkah, Allah-lah yang mendatangkan rizki, dia ambil kampak, dengan niat yang sangat luar biasa ingin menumbangkan itu pohon, ternyata jin, si penghuni pohon, di perjalanan dicegatlah orang itu, “Hei, kamu maw kemana bawa-bawa kampak?” “Saya ingin merobohkan pohon,” katanya. “Memang apa salahnya pohonitu?” “Pohon itu katanya bisa mendatangkan berkah dari Allah.” “Yang bisa mendatangkan berkah itu adalah Allah”. “Wah kamu jangan begitu, biarkan saja, itukan punya masyarakat.” “Tidak.” Akhirnya terjadi pertempuran, berantem, jin-nya kalah. Karena apa? Tauhid yang yang lempeng, yang lurus dari orang laki-laki itu. Akhirnya Jin ini mengatakan, “Saya menyerah kalah. Begini sajalah, kamu jangan tebang dulu, besok kamu bangun tidur, periksa di bawah bantal kamu, nanti kamu akan menemukan dirham uang. Setiap hari kamu akan menemukan.” … Berubah ..brrr… goyah… Akhirnya dia pulang. Dia ngomong sama istrinya, “Coba periksa tuh di bawah bantal,” betul ada. Setelah 2-3, hari dia periksa, dihari ke-3 engga ada lagi. Marah dia. Kesel… ” Kurang ajar nieh, si jin ngebohongin gue. … “ Begitu ditengah jalan, ketemu lagi, berantem. Kalah. Ketika kalah, dia bertanya, “Apa yang membuat aku kalah?”“Ketika engkau pertama kali bertempur dengan aku, engkau dengan niat yang tulus hanya kepada Allah Subhanahu Wata’ala, makanya aku kalah. Tetapi ketika sekarang, engkau, karena sesuatu yang tidak engkau dapat, yang engkau harapkan, yaitu dirham.”

    Nah itulah mengapa aneh, disitu teriak Allah, disini teriak Allah, kok tidak ada manfaat. Karena yang diperangi sama-sama menyembah Allah. Artinya, Allah yang mana yang sekarang disebutkan. Yang seharusnya menjadi suatu kalimat dahsyat, yang luar biasa, yang keramat ketika diucapkan. Lalu sekarang menjadi suatu kalimat yang sia-sia. Naudzubillah tsuma naudzubillah. Naudzubillahimindzalik.

    Ferry Ardiansyah menanyakan ke H. Jonny Indo tentang apa bener para pelaku kriminal itu yang terjadi pada saat ini adalah muka-muka lama, para residivis yang pernah menghuni di LP, kemudian keluar, malah makin jadi, bahkan ada konon opini bahwa di dalam penjara itu untuk mengumpulkan sdm-sdm para pelaku kriminal yang akan menjadi kekuatan diluar, bener engga seperti itu?
    Kata H. Jonny Indo: Tidak semuanya demikian, kadang-kadang saya suka ceramah di penjara, saya bilang kalian itu engga salah, rata-rata mereka urusannya sama perut, cuma satu saya bilang, diantara semua kalian ini, kalau beriman, mereka engga akan membunuh, apapun tawuran, segala macam. Pada dasarnya mereka harus meningkatkan iman dan taqwa-nya kepada Allah Subhanahuwata’ala. Sangat sederhana sekali. Apalagi waktu saya bertobat, sebelumnya saya ada agama lain, begitu saya mendengar suara adzan, “Hayyaalashola”, saya tanya sama tetangga, “Bang-bang apan tu?” “Itu ngajakin sembahyang” “Ih, baik banget ya”….Ada lagi “Hayya’alalfalaa”. “Apaan lagi tu?” “Carilah kemenangan” Oo jadi yang sembahyang yang menang. “Kalau engga sembahyang gimana?” “ Ya kalah.“ Jadi kalau pengen menang, sembahyang. Dengan semabhyang kita bisa meningkatkan iman dan taqwa kita kepada Allah Subhanahuwata’ala. Dan saya rasakan banyak manfaatnya. Tetapi rahmat Allah itu besar, kenapa kita tinggalin.

    UJ berkata Subhanallah, luar biasa, hanya karena perkara sebuah adzan, itu bisa menjadi suatu hidayah yang sangat luar biasa. UJ juga berharap dengan yang disini, yang memanfaat waktu, daripada kalian poada molor,yang pada bikin pulau…😀 Tiba-tiba kalian kenapa ada disini, kenapa, jadi bohong kalau kalian pulang dari sini engga dapet apa-apa. Karena usaha kalian yang maw begadang untuk Allah, bukan untuk sekolah. Jadi niatnya di lempengin. Jadi bukan karena masuk tv, tapi karena Allah Subhanahuwata’ala. Insya Allah kalau orang udah lurus niatnya, seperti teman-teman yang lain, itu akan menemukan sesuatu yang luar biasa. Maka insya Allah yang lurus akan membela kita. Iya cakep banget, hidayahnya luar biasa. Jalannya lempeng, ramah juga loh beliau, karena pengalaman beliau, jadikan masa lalu sebagai gudang ilmu, masa lalu adalah sekolah.

    Sesi Pertanyaan

    Pertanyaan pertama dari Arif untuk UJ: Bagaimana cara membentengi diri kita, usia remaja, dari hal-hal negatif, agar senantiasa melakukan hal-hal positif. Mungkin bisa dijelaskan secara versi remaja.

    Pertanyaan kedua dari Arif untuk H. Jonny Indo: Apa yang membuat bapak H. Jonny Indo ini, kabur dari penjara Nusa Kambangan? Dan kok bisa lolos dari penjara Nusa Kambangan, padahal kan daerahnya itu ketat.

    Jawaban H. Jonny Indo untuk Arif:

    • Pendidikan militer saya di Polda Metro jaya 1 tahun, sekolah perwira saya di LP Cipinang 1 tahun, Nusa kambangan 14 tahun.😀 Ibarat burung walaupun sangkarnya dari emas, nalurinya keluar, tapi ini keluar dari keimanan kita, tanggungjawab kita. Bahwa konsekuensi dari suatu perbuatan, harus ada akibatnya. Saya waktu itu masih labil. Setelah saya tahu agama Islam yang lurus saya bertanggungjawab dalam segala hal. Salah tidak salah memang, seperti anda sebagai seorang siswa kepada guru akan berterus terang.
    • Masalah lari dari lautan nusa kambangan, itu cukup mengerikan, lautnya dalam, arusnya deras, tapi itu bukan menjadi suatu kebanggaan, karena itu lari dari tanggung jawab. Dan itu sangat saya sesali dan tidak akan saya ceritakan pengalamannya, karena memang lautannya masih banyak ikan hiu disana. Waktu itu berapa orang pak? (*tanya Ferry Ardiansyah) Kami lari 34, namun nyatanya ditembak mati 11 orang, 5 luka parah, alhamdulillah kami di sel 1 tahun dan dikasih makan dengan keterbatasan, …. dari 22 orang , 21 orang yang di sel, satu tahun tidak bisa melihat matahari. Makanya jangan dihukum ya. Serem. Rata-rata lumpuh, dagingnya habis, dan kalau jalan merangkak. Saya curi, maksudnya saya bilang… Allah-nya orang Islam, tolong donk saya lagi di sel nih. Waktu itu saya belom Islam. Makan nasi sedikit. Saya teriak, “Allahu Akbar.” Sambil menangis. Biar dikit, yang penting kalau percaya ma Tuhan. Tuhannya orang Islam. Begitu keluar dari sel , paling gemuk saya, yang lain merangkak. Nah disini kita lihat bahwa, membawa berkah, membawa keselamatann, memberi keyakinan lagi bahwa banyak pengalaman dalam kehidupan saya yang ternyata dengan sholat, dengan dzikir, perbuatan baik pada orang dan segala macam, membawa kebaikan. Makanya buat saya ada pentingnya. Mari kita hormati guru-guru kita , orang-orang tua kita, siapun yang lebih tua dari kita.

    UJ berkomentar dari jawaban H. Jonny Indo: Ada yang UJ ambil dari beliau, ada hadist bukan dari golongan kami, kata Rasul, hingga yang muda menghormati yang tua, yang tua memberi kesempatan kepada yang muda. Subhanalllah…

    Jawaban Uj untuk Arif: Simple aja jawabnnya. Kalau kamu maw bergaul, pilihlah teman-teman bergaul loe. Kenapa begitu ? Karena teman itu biasanya bawa pengaruh yang luar biasa. Apalagi misalnya kita orang yang plin plan, orang yang engga punya pendirian tetap, kalau orang yang engga punya pendirian tetap, biasanya paling gampang dipengaruhi , makanya penting memilih teman bergaul. Bukan berarti kita pilih-pilih, berkawan sama siapa saja, tetapi bersahabat, loe mesti milih, karena kalau loe keliru memilih sahabat bisa bahaya.

    • Misalnya, coba loe broken home, loe nganggep kalau kamu engga pernah nyambung sama orang tua. Kadang-kadang kita sekarang suka engga nyambung sama ortu, ngomong ini orang tua mawnya ini, ngomong itu ortu maunya itu. Akhirnya orang tua dikatai jadul, hayo. Tapi kalau engga ada mak kita yang jadul, kita engga bakal ada seperti sekarang, jadi kita ini produk dari jadul semua.😀 Kan gitu. Ketika kita engga nyambung sama orang tua, kita butuh teman ngobrol, nah kalau kita berteman sama teman yang salah, ya dia kan memberikan saran yang keliru. Misalnya temen kita user, junkies, (**tau junkies? Jankung, kurus, tinggi, najis😀 ), tetap aja mereka user. Truz orang tua ngasih taw , kita jangan berteman ma dia, kita bilang “mak itu taw apa c ?” Itukan temen saya. Engga salah, memang betul, tapi sangat keliru bila kita nyalahin orang tua, karena orang tua kita lebih taw. Kenapa orang tua melarang? Karena ortu lebih taw dari kita, yang masih anak-anak, mereka udah kebanyakan makan asam garam dalam kehidupan ini. Misalnya gue ngaku bangets, gue kalau dilarang, malah makin jadi, jadi engga kapok. Sebetulnya ada postifnya tapi lebih banyak negatifnya. Disini penting peran seorang sahabat. Sahabat yang seperti apa yang kita mesti kita gauli, ya kan? nah ketika kita ada di kondisi yang ragu-ragu, yang bimbang, yang bingung, maka kita perlu orang-orang yang bisa meyakinkan kita, salah satunya siapa? Sahabat.
    • Makanya penting memilih sahabat, sekali lagi berkawan dengan siapa saja, tapi bersahabat kita harus memilih-milih . Termasuk kalian, cewek. Kamu punya sahabat cowok? – Oke. Tapi ketika sahabat cowok kamu cenderung mengajak pada perkara-perkara maksiat, kalian mesti hati-hati. Berkali-kali UJ bilang modal perempuan slamet adalah kalau dia berpakaian malu, kalau kalian punya malu, InsyaAllah selamet. Misalnya duduk sama cowok kalian, tiba-tiba kalian dipegang. Kalau kalian punya malu, pasti ngga maw. Malu didepan orang katanya. Ntar aja kalau sepi. ..😀 Ini kacau. Ini malu, bukan malu sama Allah Subhanawata’ala, tapi malu karena dilihat orang. Ini bahaya. Kadang ketika berdua itu akan lebih terasa kerugiannya. Tapi ketika yang kalian temukan adalah nama Allah. Jadi kemanapun kita pergi itu diawasi oleh Allah Subhanawata’ala. Sekarang gue tanya sama loe. . Perkara zina sekarang menjadi perkara biasa atau tidak? Biasa? Serius loe? 😀 Zina sekarang menjadi perkara biasa, dulu zaman dulu pernah saya tanya teman, model pacaran loe kayak gimana? Gua masih standard standard aja, apa maksudnya? 2 X 3, pas foto!!.😀 Pas foto dibilang standard. Udah nglayap kemana-mana tangannya. Ini yang paling bahaya. Dianggep sesuatu yang biasa, padahal tidak biasa, padahal ini tidak bagus. Ketika kita ngebiasain dengan hal-hal seperti ini.

    Disinilah pentingnya kita memproteksi diri dengan benar-benar mencari sahabat yang baik, sahabat bisa betul-betul taw apa yang harus ngasih ke kita sebagai support dalam pergaulan.

    Thanks to: TVOne, program Damai Indonesiaku, tayang Sabtu 28 Agustus 2010, jam 03:00 pagi, tentang “Kriminalitas di Bulan Ramadhan”, oleh Ustadz Jefri Al Bukhori, H. Jonny Indo, dipandu Ferry Ardiansyah.

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s