Susahnya bilang terima kasih

Petang itu aku perjalanan pulang by bus, engga terlalu penuh c… hanya saja aku duduk diantara bapak-bapak dan seorang ibu, sepertinya mereka dulunya rekan kerja karena sangat akrab dan saling bercerita bagaimana kejadian-kejadian aneh dan lucu pada masanya. Aku c senyum-senyum aja mendengarnya.

Namun ceritanya jadi lain, saat ada anak cewek berseragam SMA dengan tas gendongnya yang duduk di dekat bapak itu tiba-tiba maw turun dari bis itu. Nampaknya buru-buru bangets… bapak itu tiba-tiba berseru…

“dek… dek… ini hp nya ketinggalan..”

cewe berseragam SMA tadi langsung menengok dan menerima hpnya dari tangan si bapak. Tanpa satu kata patah kata pun. Setelah bis melaju kembali, obrolan mereka tetep lanjut, tapi tema pembicaraannya beda, ternyata mereka membahas kalau anak-anak zaman sekarang udah beda dengan zaman mereka, untuk bilang “terima kasih” saja susah banget, kata si ibu-ibu itu. Namun si bapak yang tadi bilang,

“Aku hanya mengharap balasan dari Yang Kuasa saja kok, Bu…” ujarnya bijak. Engga masalah dia tadi engga bilang “terima kasih”.

Si ibu tadi nampaknya setuju dengan pendapat si bapak, namun dia tetep keukeuh dengan pendapatnya kalau anak-anak zaman sekarang udah beda dengan zaman mereka dulu yang begitu menghormati orang yang lebih tua. (*baru aku tahu jika mereka adalah alumni sang pahlawan tanpa tanda jasa). Menurut si ibu tadi zaman dahulu, bila seorang murid bertemu guru itu sangat senang dan akan menyapa dengan ramahnya, namun anak-anak sekarang, bila bertemu guru, mereka akan mencari alasan untuk menghindar.

Aku jadi berpikir, obrolan yang barusan aku dengar itu boleh juga. Sebagai wakil dari generasi dahulu, beliau-beliau sangat mengkhawatirkan perilaku generasi sekarang yang kurang memperhatikan adab kesopanan. Untuk bilang terima kasih saja enggan, walaupun sebenarnya yang seharusnya di kasih ucapan terima kasih itu tak mengharapkannya. Namun aku juga sekilas berpikir, ada apa dengan guru-guru generasi sekarang, bukannya aku berpihak pada anak cewe SMA yang engga bilang terima kasih tadi. Tentu aku juga sangat menyayangkan kata terima kasih yang telah terlewat. Tapi bukannya di sekolah guru juga mengajarkan adab kesopanan. Jadi mana yang engga sampai niey… ??? Materi kesopanan sudah disampaikan, apakah materi itu terserap, apakah terealisasi dikeseharian, apakah yang menyampaikan materi itu juga sudah mempraktekkan kesopanan itu?…. Semoga cewe SMA itu juga bermaksud berterima kasih, namun hanya karena terburu-buru saja sehingga tidak sempat bilang “terima kasih”. Semoga si bapak juga benar-benar legawa dan maklum dengan posisi anak SMA tadi. So… lebih sopan yuuuuuksss….😉

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s