Lelaki y tidak mencerca…

Saat q pulang dari jalan2 d akhir pekan…q mendengar pembicaraan ato lebih tepatny perdebatan antar sopir, kondektur, dan kernet ny… Mereka memperdebatkan apa c y nyebabkan bis y aq tumpangi ini macet2 melulu… Sang sopir memerintahkan sang kondektur untuk menge cek apaan c y menyebabkan bunyi grag..grag…greg..greg…setiap x mo start lagi…. sang kernet juga dapet tugas seperti itu karena tidak puas dengan jawaban sang kondektur….tapi sang sopir nampakny masi belom puas juga dengan jawaban keduany….

Sang sopir malah mengumpat gag jelas….karena y dy pengen bukan jawaban seperti itu …. Aku mulai gag nyaman dengan suasana perdebatan ini, mungkin penumpang y laen juga….

Sang kondektur y nampakny lebih sabar diantara ketigany mulai berceramah sambil menyebut nama salah satu kiai d negri ini ..Katany “Bis ini macet terjadi karena omongan y keluar dari mulut kalian berdua (sopir dan kernet) selama ini pada gag bener semua …. omonganny pada gag jelas begini…gimana Gusti Allah mau mempermudah bis ini buat jalan…. ???”
Bukanny marah ato protes dengan komentar sang kondektur, namun sang sopir dan sang kernet justru terkesan mendukung apa y di omongkan oleh sang kondektur…mungkin mereka nyadar x… dan dengan guyonan khas mereka….suasana menjadi cair kembali….dan ber haha..hihi..kembali… Bis yang sesekali macet itu akhirnya bisa nyampe juga k t4 tujuan q…

Definisi mengumpat (ghibah=mencerca)

  • Ghibah adalah keinginan untuk menghancurkan orang, suatu keinginan untuk menodai harga diri, kemuliaan dan kehormatan orang lain, sedang mereka itu tidak ada di hadapannya.
  • Bertanyalah Nabi kepada mereka: Tahukah kamu apakah yang disebut ghibah itu? Mereka menjawab: Allah dan RasulNya yang lebih tahu. Maka jawab Nabi, yaitu: Kamu membicarakan saudaramu tentang sesuatu yang ia tidak menyukainya. Kemudian Nabi ditanya: Bagaimana jika pada saudaraku itu terdapat apa yang saya katakan tadi? Rasulullah s.a.w. menjawab: Jika padanya terdapat apa yang kamu bicarakan itu, maka berarti kamu mengumpat dia, dan jika tidak seperti apa yang kamu bicarakan itu, maka berarti kamu telah menuduh dia.” (Riwayat Muslim, Abu Daud, Tarmizi dan Nasa’i)
  • Why mengumpat tidak boleh?

  • Firman Allah Q.S.Al-Hujurat:12
    “Dan jangan sebagian kamu mengumpat sebagiannya; apakah salah seorang di antara kamu suka makan daging bangkai saudaranya padahal mereka tidak menyukainya?!”
  • Contoh mengumpat

  • Mengumpat fisik orang
    Dari Aisyah ia berkata: saya pernah berkata kepada Nabi: kiranya engkau cukup (puas) dengan Shafiyah begini dan begini, yakni dia itu pendek, maka jawab Nabi: Sungguh engkau telah berkata suatu perkataan yang andaikata engkau campur dengan air laut niscaya akan bercampur.”
    (Riwayat Abu Daud, Tarmizi dan Baihaqi)
  • Mengumpat orang y meninggalkan majlis secara tiba2
    Ibnu Mas’ud pernah berkata: “Kami pernah berada di tempat Nabi s.a.w., tiba-tiba ada seorang laki-laki berdiri meninggalkan majlis, kemudian ada seorang laki-laki lain mengumpatnya sesudah dia tidak ada, maka kata Nabi kepada laki-laki ini: Berselilitlah kamu! Orang tersebut bertanya: Mengapa saya harus berselilit sedangkan saya tidak makan daging? Maka kata Nabi: Sesungguhnya engkau telah makan daging saudaramu.” (Riwayat Thabarani dan rawi-rawinya rawi-rawi Bukhari)
  • Mengumpat orang mukmin
    Diriwayatkan oleh Jabir, ia berkata:”Kami pernah di tempat Nabi s.a.w. kemudian berhembuslah angin berbau busuk. Lalu bertanyalah Nabi: Tahukah kamu angin apa ini? Ini adalah angin (bau) nya orang-orang yang mengumpat orang-orang mu’min.” (Riwayat Ahmad dan rawi-rawinya kepercayaan)
  • Reward jika tidak mengumpat

  • Menjadi calon penghuni surga
    Suatu riwayat menyebutkan, seusai sholat Isya’ d Masjid Nabawi Nabi S.A.W. memperkenalkan kpd para sahabat, seorang laki2 calon penghuni surga. Selama 3 malam berturut Rasulullah mengulang pemberitaanny. Abdullah bin Umar sangat penasaran dengan orang itu sehingga meminta izin untuk menumpang tidur selama 3 malam d rumah laki2 tersebut, dan oleh laki2 itu disetujui. Apa hasilny??? Ternyata laki2 itu biasa ajah menjalani hari2ny… Tidur d awal malam….dan baru bangun setelah mendengar adzan Subuh… Abdullah bin Umar bertanya pd laki2 itu, “Amalan apa y anda lakukan sehingga dijamin oleh Rasulullah sebagai calon penghuni surga?” Apa jawaban lelaki itu? Katanya, “Saya tidak pernah mencerca siapapun dan saya pun tidak memiliki rasa hasad ato dengki”
  • Bagaimana sikap qt bila d umpat orang?

  • Ucapkan Alhamdulillah, sabar, dan jangan d ladeni
  • Beri hadiah pengganti pada y mengumpat tentang qtContoh kisah: Al Hasan Al Basri, seorang ulama besar mencontohkan ketika ada seseorang mengatakan padanya bahwa “Fulan telah menggunjing anda.” Beliau memanggil pembantuny dan menyuruhny mengantarkan sebaki makanan disertai surat. “Telah sampai kepada q bahwa Anda telah memberi hadiah kebajikan kepada q, maka aq ganti hadiah itu buat Anda.”
  • Jangan rasakan gunjingan orang2
    Dalam suatu hadist, dikisahkan kelak d akhirat ada seseorang y d berikan kitab amalny dr arah kananny. “Subhanallah..” Orang itu berdecak kagum, syukur, karena melihat ganjaran kebajikan y luar biasa. Sama sekali tidak pernah d dugany. Kepada si hamba dikatakan, “Kebajikan ini datang dr gunjingan2 orang kepadamu, dan anda tidak pernah merasakanny.”
  • Sebab mengumpat y diperbolehkan

  • Karena ada suatu kepentingan.
    Jadi tidak ada kepentingan yang mengharuskan membicarakan seorang yang tidak hadir dengan sesuatu yang tidak disukainya, maka tidak boleh memasuki daerah larangan ini. Dan jika kepentingan itu dapat ditempuh dengan sindiran, maka tidak boleh berterang-terangan atau menyampaikan secara terbuka.
  • Karena suatu niat.
    Adanya suatu niat di balik ini semua, merupakan suatu pemisahan. Sebab pribadi manusia itu sendiri yang lebih mengetahui dorongan hatinya daripada orang lain. Maka niatlah yang dapat membedakan antara perbuatan zalim dan mengobati, antara minta pendapat dengan menyiar-nyiarkan, antara ghibah dengan mengoreksi dan antara nasehat dengan memasyhurkan.
  • Contoh mengumpat y d perbolehkan

  • Dalam mengajukan pengaduan penganiayaan, maka bolehlah seseorang yang merasa dirinya dianiaya apabila mengajukan pengaduan penganiayaan itu kepada sultan, hakim ataupun lain-lainnya dari golongan orang yang mempunyai jabatan atau kekuasaan untuk menolong orang yang dianiaya itu dari orang yang menganiayanya. Orang yang dianiaya tadi bolehlah mengucapkan: “Si Fulan itu menganiaya saya dengan cara demikian.”
  • Dalam meminta pertolongan untuk menghilangkan sesuatu kemungkaran dan mengembalikan orang yang melakukan kemaksiatan kepada jalan yang benar. Orang itu bolehlah mengucapkan kepada orang yang ia harapkan dapat menggunakan kekuasaannya untuk menghilangkan kemungkaran tadi: “Si Fulan itu mengerjakan demikian, maka itu cegahlah ia dari perbuatannya itu,” atau Iain-Iain sebagainya.
  • Dalam meminta fatwa – yakni penerangan keagamaan. Orang yang hendak meminta fatwa itu bolehlah mengucapkan kepada orang yang dapat memberi fatwa yakni mufti: “Saya dianiaya oleh ayahku atau saudaraku atau suamiku atau si Fulan dengan perbuatan demikian, apakah ia berhak berbuat sedemikian itu padaku? Dan bagaimana jalan untuk menyelamatkan diri dari penganiayaannya itu? Bagaimana untuk memperoleh hak ku itu serta bagaimanakah caranya menolak kezalimannya itu?” dan sebagainya.
  • Dalam hal menakut-nakuti kaum Muslimin dari sesuatu keburukan serta menasihati mereka – jangan terjerumus dalam kesesatan karenanya. Yang sedemikian dapat diambil dari beberapa sudut, di antaranya ialah memburukkan kepada para perawi Hadis yang memang buruk ataupun para saksi – dalam sesuatu perkara. Hal ini boleh dilakukan dengan berdasarkan ijma’nya seluruh kaum Muslimin, tetapi bahkan wajib kerana adanya kepentingan.
  • Saat bermusyawarat untuk mengambil seseorang sebagai menantu, atau hendak berserikat dagang dengannya, atau akan menitipkan sesuatu padanya ataupun hendak bermuamalat dalam perdagangan dll, ataupun hendak mengambil seseorang sebagai tetangga. Orang yang dimintai musyawarahnya itu wajib tidak menyembunyikan hal keadaan orang yang ditanyakan oleh orang yang meminta pertimbangan tadi, tetapi bolehlah ia menyebutkan beberapa cela yang benar-benar ada dalam dirinya orang yang ditanyakan itu dengan tujuan dan niat menasehati.
  • What should I do if melihat orang saling umpat?

  • Harus menolong orang di umpat itu dan berkewajiban menjauhkannya.
    Seperti yang diungkapkan oleh hadis Rasulullah sa,w.:
    “Barangsiapa menjauhkan seseorang dari mengumpat diri saudaranya, maka adalah suatu kepastian dari Allah, bahwa Allah akan membebaskan dia dari Neraka.” (Riwayat Ahmad dengan sanad hasan)
    “Barangsiapa menghalang-halangi seseorang dari mengumpat harga diri saudaranya, maka Allah akan menghalang-halangi dirinya dari api neraka, kelak di hari kiamat.” (Riwayat Tarmizi dengan sanad hasan)
  • Minimal harus meninggalkan tempat tersebut dan membelokkan kaum tersebut, sehingga mereka masuk ke dalam pembicaraan lain. Barangsiapa tidak mempunyai keinginan ini dan tidak mampu menghalang-halangi mulut-mulut yang suka menyerang kehormatan saudaranya itu, maka kewajiban yang paling minim, yaitu dia harus meninggalkan tempat tersebut dan membelokkan kaum tersebut, sehingga mereka masuk ke dalam pembicaraan lain.
  • Bagaimana jika telajur mengumpat?

  • “Dan sesungguhnya orang yang melakukan umpat tidak akan diampunkan dosanya sebelum diampun oleh orang yang diumpat” (Hadis riwayat Ibnu Abib Dunya dan Ibnu Hibbad).
  • Disebabkan mengumpat terlalu biasa dilakukan, maka ia tidak dirasakan lagi sebagai satu perbuatan dosa. Hakikat inilah perlu direnungkan oleh semua.
  • Memandang betapa buruknya sifat mengumpat, kita wajib berusaha mengelakkan diri dari melakukannya. Dengan memperbanyak zikir semoga dapat menghindarkan diri daripada mengumpat.
  • Tentang perjalanan q hari ini, aq salut ma sang kondektur itu… dy dapat menyampaikan suatu pesan y sebenarny berat namun dapat dy sampekan dengan cara dy sendiri….P kondektur itu telah mampu membelokkan pembicaraan menuju ke pembicaraan y laen….makasih P kondektur untuk pelajaran buat Tina hari ini….

    I wish Allah will give u everything what you hope this day…..

    http://www.hendito.com/?p=153 Title: Jangan Mengumpat!Ringan…Tapi Besar Dosanya
    http://cutiebeauty79.multiply.com/reviews/item/68 Title: Ghibah (Mengumpat) dan Mengadu Domba
    http://irdy74.multiply.com/journal/item/20 Title: Dosa Mengumpat
    http://hikmatun.wordpress.com/2008/03/04/mengumpat-yang-diperbolehkan-dalam-islam

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s