Foto d sebelah bedug…

Asal mula Bedug

Bedug merupakan instrumen musik tradisional y telah digunakan sejak ribuan tahun lalu dg fungsi sbg alat komunikasi baik dalam kegiatan ritual keagamaan maupun politik.

Ada cerita mengapa bisa ada bedug di masjid, konon bedug diduga kuat berasal dari India dan China. Ketika Laksamana Cheng Hoo datang ke Semarang, mereka disambut baik oleh Raja Jawa pada masa itu.
Ketika Cheng Hoo hendak pergi dan ingin memberikan hadiah, Raja di Semarang tidak meminta apa-apa kecuali mengatakan `Saya ingin mendengarkan suara bedug di mesjid-mesjid`,” katanya. Sejak itu, bedug pun menjadi bagian dari mesjid, seperti di China, Korea dan Jepang, yang menempatkan bedug di kuil-kuil Buddha sebagai alat komunikasi ritual (penanda kegiatan ritual).

Tentang Masjid Agung Surakarta

Masjid Agung Surakarta pd masa lalu mrpkn Masjid Agung Negara. Semua pegawai adalah abdi dalem Keraton, dgn gelar dari keraton misalnya Kanjeng Raden Tumenggung Penghulu Tafsiranom (penghulu) dan Lurah Muadzin.
Masjid ini dibangun oleh Sunan Paku Buwono III tahun 1763 dan selesai pada tahun 1768, merupakan masjid Masjid Jami, yaitu masjid yang digunakan untuk sholat lima waktu dan sholat Jumat. Dengan status Masjid Negara/Kerajaan segala keperluan masjid disediakan oleh kerajaan dan berfungi untuk upacara keagamaan kerajaan.
Masjid Agung merupakan kompleks bangunan seluas 19.180 meter persegi yang dipisahkan dari lingkungan sekitar dengan tembok pagar keliling setinggi 3,25 meter. Bangunan Masjid Agung Surakarta secara keseluruhan berupa bangunan tajug yang beratap tumpang tiga dan berpuncak mustaka.
Masjid Agung terdiri dari

  • Serambi, mempunyai semacam lorong yang menjorok ke depan (tratag rambat) yang bagian depannya membentuk kuncung.
  • Ruang Sholat Utama, mempunyai 4 saka guru dan 12 saka rawa dengan mihrab dengan kelengkapan mimbar sebagai tempat Khotib pada waktu Sholat Jumat.
  • Pawestren, (tempat sholat untuk wanita) dan Balai Musyawarah,
    Tempat berwudhu
  • Pagar Keliling, dibangun pada masa Sunan Paku Buwono VIII tahun 1858.
  • Pagongan, terdapat di kiri kanan pintu masuk masjid, bentuk dan ukuran bangunan sama yaitu berbentuk pendapa yang digunakan untuk tempat gamelan ketika upacara Sekaten (Upacara Peringatan hari lahir Nabi Muhammad S.A.W.)
  • Istal dan garasi kereta untuk raja ketika Sholat Jumat dan Gerebeg, diperkirakan dibangun bersamaan dengan dibangunnya Masjid Agung Surakarta.
  • Gedung PGA Negeri, didirikan oleh Susuhunan Paku Buwono X (1914) dan menjadi milik kraton.
  • Menara Adzan, mempunyai corak arsitektur menara Kutab Minar di India. Didirikan pada tahun 1928.
  • Tugu Jam Istiwak, yaitu jam yang menggunakan patokan posisi matahari untuk menentukan waktu sholat.
  • Gedang Selirang, merupakan bangunan yang dipergunakan untuk para abdi dalem yang mengurusi masjid Agung.
  • Jadi foto q itu berlokasi di sebelah kiri serambi, foto itu diambil ma temen q, setelah q sholat di pawestren dengan kamera Canon Digital Ixus 60. Lumayan c buat foto d FB setelah di zoom…he.he..

    I wish Allah ‘ll give you a hidayah as soon as possible….amiin…

    Sumber:
    http://id.wikipedia.org/wiki/Masjid_Agung_Surakarta#Sejarah_Kota_Surakarta
    www.antara.co.id/arc/2008/9/2/asal-usul-bedug

    2 thoughts on “Foto d sebelah bedug…

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s