“… sesungguhnya kamu sekalian, kelak akan dipanggil oleh Allah, pada hari kiamat, dengan nama kamu dan nama bapak-nya…”

Aku pernah di cur-hat-i sama seorang bapak kalau nama dia itu sebenarnya salah, karena terlalu tinggi. Aku waktu itu belum mikir tentang keseriusan beliau tentang itu. Setelah mengikuti Program acara Titian Qolbu TVOne yang pas tema-nya: “Etika memberi nama untuk anak”, aku baru “ngeh” tentang nama-nya yang dia bilang ketinggian itu. Sebenarnya tema ini udah tayang tanggal 22 Juli 2011, jam 03:30, tapi bahasan yang disampaikan oleh  Ustadz Taufiqurrahman itu sangat panjang, jadinya perlu extra perhatian. Namun program acara yang dipandu oleh Cheche Kirani itu sangat menarik untuk disimak. Yuuuuk check it out ….

Pertanyaan Cheche Kirani:

Kala kita memberi nama anak, kita tidak boleh sembarangan, karena nama itu adalah doa. Siapa c nama anak Ustadz?

Jawaban Ustadz Taufiqurrahman:

Muhammad Ajril Giffari. Muhammad jelas artinya terpuji, Ajril, kalau mengambil ayat ‘falahun ajrul’ ; ajril merupakan upah atau ganjaran, dan Giffari, karena seneng aja sama sahabat Nabi yang namanya Abu Dzar Al Giffari.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Kenapa c ustadz memberi nama itu, doa juga ya ustadz ya?

Jawaban Ustadz Taufiqurrahman:

Ya, kita sebagai orang tua buat anak-anak kita jelas ketika anak lahir, kalau meminjam bahasa nabi

Qullu mauludin yula’du ‘alal fitroh

Setiap bayi yang lahir, memang dalam kondisi bersih, suci, laksana kaset, masih kosong.

Itu silakan, Lanjut membaca

“… untuk orang yang beriman, kematian itu adalah hadiah..”

Contekan Titian Qolbu tayang 04 Juli 2011 ini butuh kecermatan tersendiri, jadinya nyontek-nya belakangan ;)   Apalagi tema-nya cukup bikin terpana, .. nah loh.. apa coba? Tema: Esensi mengingat kematian. Narasumbernya adalah Ustadz Aswan Faisal, masih dipandu oleh Cheche Kirani.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Banyak orang yang takut mendengar kata mati, kalau saya c insyaAllah berdoa, “Ya Allah matikan hawa nafsu saya, matikan ke-iri-an saya, matikan hati saya untuk tidak ngomongin orang lain.” Jadi sebenarnya mati itu bagaimana c ustadz?

Jawaban Ustadz Aswan:

Kematian, mati, kalau kita bicara tentang mati, sesuatu yang hidup yang dihidupkan, pasti akan dimatikan. Seandainya seseorang menghidupkan lampu, ketika matahari terbenam, maka ada waktu lampu itu akan mati. Kecuali mati lampu. :D :D Kemudian identiknya dengan kita sebagai hamba Allah, sebagai makhluk maka sungguh kematian itu adalah suatu kewajiban, untuk itu dalam firman Allah disebutkan,

“Qulunnafsidzaaiqotul mauut.” Lanjut membaca

“Lainsyakartum laaziidannakum….. Kalau kamu syukur, Aku akan tambah.”

Nyontek adalah hobby-ku akhir-akhir ini, tapi dibalik hobby nyontek-ku, ternyata jadi bisa bikin pinter :D :D Apalagi kalau bukan nyontek materi program TVOne Titian Qolbu, yang tayang hari Senin pagi jam 03:30, tanggal 18 Juli 2011, tema As-Syakur (Maha Penerima Syukur), narasumber Ustadz Aam Amirudin, dipandu Cheche Kirani. Yok check it out ;)

Pertanyaan Cheche Kirani:

Ustadz bagaimana c dalam rangka kita senantiasa bersyukur dan bagaimana cara Rasulullah mensyukuri apa yang telah Allah berikan?

Jawaban Ustad Aam:

Kalau kita bicara syukur, jadi sebelum kita bicara bahwa Allah itu Maha Penerima Syukur. Kalau kita dalam hidup ini selalu bersyukur, maka Allah akan menghargai jiwa syukur kita. Maaf, sebagai manusia kadang-kadang orang sudah berbuat baik, sayangnya tidak punya rasa terima kasih kepada orang itu. Allah itu, sekecil apa pun hambanya berbuat kebajikan, Allah akan hargai,

“Sekecil apa pun hamba itu melakukan kebaikan, Allah akan balas kebaikan itu.”

Berarti Allah itu Maha Penerima Syukur. Jadi selalu memberikan imbalan sesuai dengan ikhtiar hambanya, itu yang disebut dengan As-Syakur. Nah, tapi sebelum kita bicara tentang itu, saya perlu mendefinisikan syukur. Syukur itu apa?

Lanjut membaca

“.. qodho sholat itu bukan sebuah keringanan dari Allah, tapi itu sebuah pelunasan atas hutang sholat yang kita kerjakan… “

Waduh, terlambat niey nyimak program Titian Qolbu TVOne pagi ini, edisi 11 Juli 2011, Tema-nya masih tahu, yaitu “Keringanan dalam Beribadah”, narasumbernya Ustadz Solmed (Ustadz Soleh Mahmoed), masih dipandu oleh Cheche Kirani, jam 03:45 baru gabung tuh acara, biasanya c jam 03:30 udah di mulai. Tapi contekan ini masih bisa dapet dweh… :D check in out ;)

Pertanyaan Cheche Kirani:

Bentuk rasa terima kasih kita kepada Allah kalau saya adalah dengan sholat, juga dengan doa. Dan oleh karena itu kita janganlah kita sekali-kali meninggalkan sholat, nah kalau kita ingin meninggalkan sholat wajib, tentu Allah akan memberi keringanan bagi hambanya untuk selalu mudah untuk sholat, silakan ustadz. Yang 4 jadi 2, ya ustadz ya.

Jawaban Ustadz Solmed:

Sholat itu memang perkara yang amat sangat dahsyat. Kenapa dahsyat? Setiap perintah yang Allah perintahkan semua melalui perantara, Jibril alaihissalam menyampaikan pesan wahyu dari Allah untuk kekasihnya Nabi Muhammad Sholallohu ‘alaihi wassalam. Tapi berbeda dengan sholat, sholat langsung. Rasulullah Sholallohu ‘alaihi wassalam dipanggil oleh Allah, langsung bertatapan wajah, berhadap-hadapan, lalu kemudian diberikanlah sebuah perintah syariat sholat 5 waktu untuk kita semuanya. Alhamdulillah. Bahkan Rasul memberikan suatu peringatan dan warning kepada kita

Pertama kali amal ibadah yang dihisab, yang dihitung oleh Allah Subhanahu wata’ala atas hambanya adalah sholatnya.

Lanjut membaca

“… ketika ayam melihat malaikat, panjatkan apa yang engkau inginkan.. “

Buat yang Jum’at pagi menyimak acaranya TVOne yaitu Titian Qolbu, berikut ini coba aku re-write dweh :D Kasih contekan maksudnya :D Titian Qolbu TVOne tayang 1 Juli 2011, jam 03:30, kali ini narasumbernya Ustadz Sholmed alias Ustadz Sholeh Mahmoed, tetep di pandu oleh Cheche Kirani, temanya kali ini tentang “Waktu yang disukai Allah”.

Pertanyaan Cheche Kirani:

Sebagai hamba Allah kita harus selalu senantiasa berdoa dalam kondisi apapun, keadaan apa pun ya ustadz ya, tapi sering kali kita tidak tahu, doa kita ini nyampai kepada Allah atau engga, diterima oleh Allah atau engga. Nah, waktu-waktu kapan saja kah c, doa kita mustajab. Seperti kita tau Tahajud itu, sepertiga malam itu luar biasa. Nah, waktu-waktu kapan saja c, Allah suka dengan kita berdoa?

Jawaban Ustadz Solmed

Waktu-waktu mustajab, setiap hari, waktu yang Allah berikan kepada hamba-hamba-Nya sebagai bentuk rahman, rahim-Nya Allah, Allah memberikan beberapa waktu yang ketika hamba-Nya berdoa kepada Allah di waktu itu tidak ada hijab, Lanjut membaca

“Life is never flat”

Hai, Tina lagi ingin bagi-bagi rekapan Titian Qolbu TVOne nie… tayangnya c udah Jum’at, 18 Februari 2011 (bukan siaran langsung), tapi berhubung NB ku masih error, belum keposting melulu, tema yang diusung saat itu adalah “Ujian dan hukuman sebagai peluntur dosa”, by Ustadz Aam Amirudin, dipandu oleh Cheche Kirani, jam tayang Jam 03:30 (durasi 1 jam).

Pertanyaan Cheche Kirani

Kadang kita menyalahkan Allah, dan kalaupun kita diuji oleh Allah pasti ada hikmahnya dan kita harus selalu yakin bahwa ujian yang Allah berikan kepada hambanya tidak melebihi batas kemampuan. Benar engga c ustadz kalau kita diberi cobaan, ujian itu berarti bahwa Allah sayang sama kita? Pasti ada hikmahnya setiap ujian dan cobaan yang Allah beri?

Jawaban ustadz Aam:

Sebelum menjawab pertanyaan teteh tadi, saya ingin bertanya dulu sama ibu-ibu, ibu yang sudah punya suami A, suami ibu itu orang yang sangat kaya, tapi pelit. Ayah, mama ingin beli tas baru. Mama itu juga belum rusak, gimana c? Ayah mama itu kalau naik angkot itu susah, beliin motor atuh untuk mama. Enakan naik angkot, engga usah perawatan, engga usah apa, bayar parkir, engga usah khawatir. Tipe B, suami ibu itu orang yang dermawan, apa pun yang ibu minta dia silakan, tapi dia itu miskin. Ayah, mama pengen beli tas. Beli, kalau ada uang ma. Artinya dia itu dermawan buk. :D tapi engga punya. Ayah, mama itu kalau naik angkot itu lama nunggunya. Mama pengen beli motor. Engga usah beli motor, beli mobil ma, kalau ada uang. :D Dermawan tapi miskin. Ibuk pilih yang mana? Suami tipe A atau suami tipe B? Jangan bikin jawaban ketiga.. :D Dermawan tapi kaya, saya engga nanya itu. :D

Naa dari situ kita bisa mengambil kesimpulan, ternyata buk, hidup itu tidak seperti yang kita inginkan, tapi hidup itu seperti yang kita jalani. Inginnya c dermawan dan kaya, tetapi hidup tidak seperti yang kita inginkan, tetapi hidup itu seperti yang kita jalani. Itulah konteks sabar.

Sabar itu adalah menerima kenyataan apa yang kita jalani.

Lanjut membaca