Hai, Tina lagi ingin bagi-bagi rekapan Titian Qolbu TVOne nie… tayangnya c udah Jum’at, 18 Februari 2011 (bukan siaran langsung), tapi berhubung NB ku masih error, belum keposting melulu, tema yang diusung saat itu adalah “Ujian dan hukuman sebagai peluntur dosa”, by Ustadz Aam Amirudin, dipandu oleh Cheche Kirani, jam tayang Jam 03:30 (durasi 1 jam).
Pertanyaan Cheche Kirani
Kadang kita menyalahkan Allah, dan kalaupun kita diuji oleh Allah pasti ada hikmahnya dan kita harus selalu yakin bahwa ujian yang Allah berikan kepada hambanya tidak melebihi batas kemampuan. Benar engga c ustadz kalau kita diberi cobaan, ujian itu berarti bahwa Allah sayang sama kita? Pasti ada hikmahnya setiap ujian dan cobaan yang Allah beri?
Jawaban ustadz Aam:
Sebelum menjawab pertanyaan teteh tadi, saya ingin bertanya dulu sama ibu-ibu, ibu yang sudah punya suami A, suami ibu itu orang yang sangat kaya, tapi pelit. Ayah, mama ingin beli tas baru. Mama itu juga belum rusak, gimana c? Ayah mama itu kalau naik angkot itu susah, beliin motor atuh untuk mama. Enakan naik angkot, engga usah perawatan, engga usah apa, bayar parkir, engga usah khawatir. Tipe B, suami ibu itu orang yang dermawan, apa pun yang ibu minta dia silakan, tapi dia itu miskin. Ayah, mama pengen beli tas. Beli, kalau ada uang ma. Artinya dia itu dermawan buk.
tapi engga punya. Ayah, mama itu kalau naik angkot itu lama nunggunya. Mama pengen beli motor. Engga usah beli motor, beli mobil ma, kalau ada uang.
Dermawan tapi miskin. Ibuk pilih yang mana? Suami tipe A atau suami tipe B? Jangan bikin jawaban ketiga..
Dermawan tapi kaya, saya engga nanya itu.
Naa dari situ kita bisa mengambil kesimpulan, ternyata buk, hidup itu tidak seperti yang kita inginkan, tapi hidup itu seperti yang kita jalani. Inginnya c dermawan dan kaya, tetapi hidup tidak seperti yang kita inginkan, tetapi hidup itu seperti yang kita jalani. Itulah konteks sabar.
Sabar itu adalah menerima kenyataan apa yang kita jalani.