Banting saja rambutannya, … biar manis… ^_*

Jadi ingat puisi yang dibacakan di film AADC …..

“.. pecahkan saja kacanya…. biar ramai.. ; “

Potongan puisi itu dibacakan oleh seorang Cinta sebelum membawakan lagu “Tentang Seseorang”, namun ceritaku kali ini bukan “Tentang Seseorang”, melainkan “Tentang Rambutan” ;)

Kalau mau makan rambutan, diapain dulu c enaknya? :D :D :D

tentu saja harus dikupas kulitnya dulu….. ;)

Tapi ini tidak berlaku untuk rambutan disekitar rumahku.

Memangnya harus diapain dulu?

Percaya boleh engga ya… tapi kalau rambutanku, begitu di ‘jolok’ versi bahasa Indonesia atau di ‘sengget’ versi bahasa Jawa langka. ;) ;) atau di ‘sodok’ pakai bamboo panjang, kalau beruntung, segerombolan rambutan hasil buruan kita nempel di ujung bamboo. Namun kalau kurang beruntung, segerombolan rambutan itu akan tumpah ruah di tanah. Hehehehhe….. to the point ya….

rambutan-rambutan itu ternyata disemutin.

Ceritanya niiiey aku kalah cepat sama si semut-semut hitam. Mereka duluan udah tahu kalau ada rambutan manis ada disitu. ;)

… rambutan setelah dibanting ^_^

Karena ingin segera menikmati rambutannya, engga mau kan kalau harus menunggu lama, … ;) menunggu semut itu pergi……….. Lalu apa yang harus dilakukan?

Banting rambutan itu satu per satu…..

Sekali banting, semut langsung pergi dari sela-sela rambut-rambut si rambutan. Tapi kalau semutnya bandel, perlu diulang sekali atau 2 kali lagi.

Baruuuuu… kulit rambutan bisa dikupas dan buahnya dinikmati manisnya.

Jangan lupa…. sebelum makan… Bismillah dulu ya…. :D :D

Semoga bermanfaat. ;)

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s