Cinta sejati adalah …….

Ingat pernah pacaran? ;) Cuma tanya aja ‘kali,…. ;) karena pagi, Rabu 20 Juli 2011 ini, Ustadz Solmed di program acaranya RCTI, Assalamu’alaikum Ustadz! menyinggung tentang itu. Membahas tentang Akhlaq Gaul, temanya kali ini “Kehilangan Cinta Sejati”, masih dipandu Ali Zaenal.

Pertanyaan Ali Zaenal:

Banyak nanya, atau banyak yang mengucapkan cinta sejati, cinta sejati, tapi tidak tahu artinya. Nah, pertanyaan kita yang pertama, saat udah tua, apakah pasangan suami istri sudah tidak perlu lagi mencintai berdasarkan fisik. Cukup pakai kasih sayang saja?

Jawaban Ustadz Solmed:

Pemirsa, dimana saja anda berada, maupun yang ada di studio, yang senantiasa menemani kita pada pagi hari ini, insyaAllah semoga senantiasa dipanjangkan umurnya oleh Allah Subhanahu wata’ala. Soal kebutuhan cinta, kasih sayang, mudah-mudahan senantiasa ada sepanjang kehidupan kita, walaupun usia sudah tua, mudah-mudahan tidak menghalangi rasa cinta kita pada pasangan.

Bunga yang malang jaga dirimu

Janganlah layu sebelum kembang

Pupuklah iman dalam hatimu

Agar kau tak layu kemudian dibuang

Asal ada akhlak ada iman ada sifat yang terpuji

Semoga suami tak menyia-nyiakan cintamu

Tapi kalau masih disia-siakan itu deritamu :D :D

Komentar Ali Zaenal: endingnya engga enak ;)

Pertanyaan dari Linda, Majelis Taklim Darunnajah:

Kan katanya cinta sejati itu cuma buat Allah, berarti kita engga boleh donk cinta mati sesama manusia?

Jawaban Ustadz Solmed:

Pertanyaannya daleeem banget. Cinta sejati hanya memang untuk Allah Subhanahu wata’ala, lalu kemudian untuk Rasul-Nya, lalu bolehkah kita mencintai orang lain? Suami kita, istri kita, anak kita, orang tua kita, sahabat kita, saudara kita, jawabannya “boleh”.

“Bahwa sesungguhnya Allah menciptakan manusia di dunia ini dari golongan laki dan perempuan dalam rangka apa, untuk saling kenal mengenal, setelah itu muncul rasa cinta, dari rasa cinta itu lahirlah kasih sayang.”

Jadi, boleh, kecintaan kepada manusia, jadikan cinta kita menjadi jembatan untuk menjadi lebih dekat kepada Allah Subhanu wata’ala, punya suami, suami yang mampu membimbing, punya istri, istri yang taat, punya sahabat, sahabat yang mengajak dan mengarahkan kita kepada kebaikan. Kebaikan cinta itu kepada mereka, karena cinta kita kepada mereka adalah wujud cinta kita kepada Allah Subhanahu wata’ala.

Pertanyaan by phone dari Debby, Cibubur:

Saya lagi bingung ustadz. Kenapa ini bisa terjadi kepada saya. Orang bilang saya ini macan, manusia cantik dan masih muda. Rumah tangga kami sudah berjalan 3 tahun, tapi saya udah kehilangan cinta suami saya. Jujur saja suami saya itu tidak tampan, tapi memang kaya. Beberapa teman saya mengatakan saya engga cocok dengan dia, tapi karena dia itu berjuang keras merebut hati saya, akhirnya saya luluh juga ustadz. Nah, akhirnya kerasnya perjuangan dia, rupanya dia menyimpan dendam karena dulu saya sering menyepelekan dia, sekarang karena merasa saya sudah jadi miliknya, giliran dia yang sombong ustadz. Pertanyaan saya ustadz, apakah bisa disebut sakinah kalau rumah tangga diwarnai saling dendam, apakah saya minta cerai saja? Terima kasih ustadz.

Jawaban Ustadz Solmed:

Jadi sakinah bisa muncul karena adanya mawadah wa rohmah, senang dan senangnya seseorang berada di dalam rumah senantiasa rindu untuk pulang ke rumah. Karena di rumah itu ada cinta dan kasih sayang. Mawadah wa rohmah ini bisa hadir kalau pasangan suami istri ini membangun rumah tangganya atas dasar iman dan taqwa kepada Allah Subhanahu wata’ala. Tidak boleh seorang suami dendam, tidak boleh seorang suami jahat kepada istrinya, tidak boleh seorang suami kemudian benci kepada istrinya, dan tidak boleh seorang istri menyepelekan suaminya. Setiap kita punya hak dan setiap kita punya kewajiban. Jalankan kewajiban kita, berikan hak kepada setiap pasangan kita, insyaAllah rumah tangga itu akan sakinah mawadah wa rohmah. Itu kuncinya, saling menghormati dan saling menghargai. Bina lagi, kumpul, duduk bareng, ingat masa-masa dahulu, seharusnya kan seseorang bila mendapatkan sesuatu itu sulit dan susah, dia akan jauh lebih menjaga .

Komentar Ali zaenal: pertanyaan terakhir tadi, apakah minta cerai saja?

Komentar Ustadz Solmed: jangan gampang dan mudah suami untuk menceraikan istri tanpa uzur syar’i, jangan gampang mulut istri sedikit-sedikit minta cerai, mending minta hape ;) :D

Pertanyaan via email dari chaila_xx@x.x :

Orang tua saya memutuskan untuk pisah ranjang, ibu pulang ke rumah nenek. Menghindari pertengkaran. Tujuannya c agar saling instropeksi dan menghindari perceraian, Tapi kok udah 2 tahun ya, belum kembali juga. Apakah hal ini boleh diperbolehkan dalam agama Islam ustadz?

Komentar Ustadz Solmed: saya aja kepengen.

Komentar Ali Zaenal: Ustadz belom ya? :D :D …ganteng udah, pinter iya, masa gag ada perempuan yang mau? Kita doain ya ustadz. ;)

Jawaban Ustadz Solmed:

Buat kita yang belum punya saja kepengen, masa yang udah di depan mata kemudian kita lepas. 3 hari seorang muslim, itu batas maksimal untuk dia meninggalkan saudaranya. Setelah itu cukup menjadi bagian instropeksi diri dan udah masuk 3 hari, lalu dia kumpul dan musyawarahlah. Nah selanjutnya, anak, Alhamdulillah nih udah punya anak, anak seharusnya menjadi lem perekat, dia tidak memihak ayahnya, tidak memihak ibunya. Dia memihak untuk ayah dan ibunya. Nah seharusnya anak ini kalau bisa, dia panggil orang tuanya, untuk bareng, bermusyawarah, selesaikan dengan baik, truz kemudian balik lagi, untuk bersatu kembali membina rumah tangga dan membimbing sang anak, untuk mencapai cita-citanya.

Komentar Ali Zaenal: pasti di keluarganya ada yang egois, ada yang egois, pasti ada yang bijaksana. Seorang anak kalau dia bijaksana, yuk, agar kembali orang tuanya.

Pertanyaan dari Nabila, Majelis Taklim Darunnajah:

Apakah untuk menunjukkan cinta sejati kita kepada teman dekat kita harus patuh dan nurut saja terhadap perilaku dan tuntutan. Walaupun itu terasa menyakitkan, bahkan merasa teraniaya.

Komentar Ali Zaenal: Waduh, gimana tuh ya? Teraniaya, susah, apa dibiarin tuh ustadz.

Komentar Ustadz Solmed: ini Nabila Syakieb? :D :D ;) Kenapa tadi …??? :D :D

Jawaban Ustadz Solmed:

Oww.. sama pacar? :D :D masih temenan. Berteman, bersahabat. Tapi ingat, biarin orang yang menyakitin kita, biarin orang mendholimin kita, biarin orang memfitnah kita, biarin orang mencaci-maki kita, yang penting bukan kita yang seperti itu. Tenang, relax, cool, Allah tahu kok dengan kita tidak protes, dengan kita tidak mengumbar aib, dengan kita tidak mencaci-maki orang yang mencaci maki kita, Allah lihat kok siapa yang benar, siapa yang salah. Nah, buat kita sebagai teman, jika memang itu bertemannya atas menimbulkan dosa, madhorotnya lebih besar, yang lebih baik kita tinggalkan. Kita tinggalkan bukan karena benci dan dendam, tapi karena Allah Subhanahu wata’ala.

Pertanyaan dari Khoirunnissa, Majelis Taklim Darunnajah:

Saya ingin bertanya ustadz, mama saya pernah bilang kalau papa saya lagi mengalami puber ke-2, misalnya jadi tampil rapi, jadi pergi kemana-mana, apakah dalam Islam itu, seorang pria akan mengalami puber ke-2? Terimakasih ustadz.

Jawaban Ustadz Solmed:

Sebetulnya itu persoalan kebutuhan biologis. Memang yang namanya laki-laki itu ibarat buah kelapa, semakin tua, santannya semakin kental, sementara perempuan ibarat sekuntum bunga, semakin tua semakin layu. :D :D makanya ada kejadian, ada pengalaman, ada sesuatu realita bahwa seorang kakek 70 tahun pun mampu menikahi gadis 17 tahun. ;) Tapi hampir jarang, engga tahu ada apa engga, nenek-nenek 70 tahun, nikah dengan bujang 17 tahun. ;) Ibu yang masih muda begini saja niey, kalau ditinggal sama suami belum tentu kan dia nikah lagi? :D :D *** bingung kan kalimatnya? :D :D , apalagi usia 70 tahun. Cuman, ajak musyawarah suami, jangan sampai karena dia merasa puber, kebutuhan biologisnya belum, tidak tersalurkan, akhirnya menjadi tua-tua keladi, semakin tua, semakin jadi. Ini yang harus kita hindarkan. Lewat cara apa? Dengan cara kita bermusyawarah, memulai kembali sesuatu yang indah.

Komentar Ali Zaenal: memang setan itu gampang menggodanya lewat nafsu ya, bahaya.

Pertanyaan by phone Fariz dari Kranji, Bekasi:

Begini ustadz, bicara soal cinta itu orang tidak bisa menaksir-naksir terhadap cinta orang lain, cinta hanya bisa dirasakan oleh pelakunya. Belakangan ini saya merasa, istri saya sudah tidak mencintai saya lagi. Itu dibuktikan dengan dia tidak mau mendorong karir saya, bahkan jadi penghambat, kemudian, maaf, service di tempat tidur juga, saya seperti tidur sama kulkas saja ustadz, dingin. Saya coba tahu penyebabnya, setelah saya interogasi, ternyata dia selalu terkenang mantan pacarnya sebelum menikah dengan saya. Pertanyaan saya ustadz, dosa engga itu, seorang istri yang masih mengingat-ingat mantan pacarnya, padahal dia sudah menjadi seorang istri? Terimakasih ustadz.

Komentar Ali Zaenal: wah ini suaminya mungkin sabar orangnya, engga tipe pemarah.

Jawaban Ustadz Solmed:

Salah satu madhorot orang pacaran tuh itu begitu, jadi belom, kenangan panjang. Jadi belom tentu, nikah engga, kenangannya panjang. Akhirnya begitu nikah, yang dia kenang masa-masa indahdia dahulu, itu diantara madhorotnya pacaran, makanya ulama mengharamkan berpacaran. Sesuatu yang menjadi kenangan panjang, apalagi yang diangggap itu indah, biasanya akan terus terbawa. Mungkin diantara madhorot, seseorang berpacaran. Kita hindarkan pacaran, udah, kalau memang suka nikah itu lebih baik.

Dinasehati, bahwa itu adalah maksiat otak, maksiat pikiran, nah kalau kita terus mengenang pernah terjadi, lama-lama cinta itu akan hilang, cinta itu akan pudar, bahkan kenangan itu menjadi motivasi untuk kita kemudian melakukan sesuatu lebih hebat lagi, sebagai praktek dari kenangan masa lalu, kerap mengganggu pikiran dan hati kita.

Kesimpulan

Cinta kita yang pertama hanya kepada Allah, turun kepada manusia. Bagaimana c, banyak sekali orang yang menyimpulkan cinta sejati? Cinta sejati itu seperti apa?

Ustadz Solmed says:

Cinta sejati dalam pandangan Islam adalah cinta yang lahir dari hati yang tulus, tidak untuk siapa-siapa, kecuali dia melakukan itu karena Allah Subhanahu wata’ala.

Saya menikahimu karena Allah, bukan karena engkau catik, bicara cantik masih banyak kok perempuan yang lebih cantik. Saya menikahimu bukan karena engkau sexy, kalau bica soal ke-sexy-an, masih banyak kok yang lebih sexy, dan berapa lama c mempertahankan kecantikan dan ke-sexy-an? Berapa lama c orang mempertahankan ketampanan dan kecantikannya, tidak lama, yang lama dan awet itu adalah mempertahankan niat, turunkan dalam hati, sampai kapan pun sehingga ada istilah suami istri dunia akhirat.

InsyaAllah kita bisa memberikan cinta sejati kita kepada yang tepat. Amin. Ya Robbal Alamin.

Thanks to: Program acaranya RCTI, Assalamu’alaikum Ustadz!, tayang Rabu 20 Juli 2011, narasumber: Ustadz Solmed, tentang Akhlaq Gaul, tema: “Kehilangan Cinta Sejati”, dipandu Ali Zaenal.

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s