Ada y tertusuk paku…

Ada cerita kalo abizz tertusuk paku d sepatuny..tembus mpe tumit kakiny…

“Truzz dah d apain?” tanya q…
“Ada y nyaranin d pukul2 d t4 lukany…sama d kasih air garam d t4 lukany jg….” jawabny PD.
“Hah..apaan c kok pakek air garam segala???…”
“Yach gag tau..katany biar cepet sembuh…pengen c k dokter..tapi males…”
“Buruan ajah k dokter..ntar khawatirny kena tetanus loh… doeloe q pernah punya temen, karena kelamaan dketahuiny kalo itu tetanus..truzz mati loh… “kata q… “Hah…..jangan nakut2 in dunk…ato malah berdoa tuch biar q cepet mati???…”
“He.he.. siapa jg y berdoa ky gitu…itu pengalaman ajah…jadi ntar kalo kamu k dokter..jadi bisa d kasih anti tetanus….soalny temen q itu d awali dengan demam dulu setelah tertusuk…”
“Berapa hari kak temenny demam ny?” tanya dy..
“Yach..2-3 hari lah…”
“Wah ini dah 2 hari tapi aq gag kenapa2 tuch … Jangan nakut2 in dunk… “

Definisi Tetanus

  1. Tetanus merupakan salah satu infeksi y berbahaya (akut, bahkan fatal) karena mempengaruhi sistem urat syaraf dan otot.
  2. Tetanus d ambil dr bahasa Yunani yaitu tetanos dari teinein y berarti menegang.
  3. Penyakit ini adalah penyakit infeksi spasme otot tonik dan hiperrefleksia menyebabkan trismus (lock jaw), spasme otot tonik umum, melengkungny punggung (opistotonus), spasme glotal, kejang, dan paralisis pernafasan.
  4. Infeksi jenis ini disebut dengan “lock jaw” karena pada kondisi tetanus terjadi kondisi atau keadaan atau gejala yang sangat sering terjadi kekakuan (kejang) pada rahang (jaw) (rahang mengunci).
  5. Banyak d temukan d negara berkembang.
  6. Penyebab Tetanus

  7. Tetanus disebabkan oleh neurotoksin (tetanospasmin) dari bakteri gram positif an-aerob Clostridium tetani. Spora Clostridium tetani dapat hidup sampai bertahun-tahun lamanya di tanah, debu, kotoran manusia, dalam kotoran hewan, dan sampah.
  8. Dari paku k tetanus

  9. Bakteri ini bisa masuk ke dalam tubuh kita melalui luka tusuk, luka lecet atau luka sayat yang disebabkan benda asing (seperti paku, pisau) y terkontaminasi bakteri Clostrium tetani.
  10. Racun atau toksin yang dihasilkan oleh bakteri penyebab tetanus ini menempel pada saraf di area luka, kemudian dibawa oleh darah ke sistem saraf otot dan saraf-saraf tulang belakang.
  11. Akibatnya, terjadi gangguan pada aktivitas urat saraf.
  12. Y menyebabkan terjadiny gejala tetanus adalah racun y dihasilkan oleh bakteri tersebut, bukan oleh bakteriny.
    • Gejala Tetanus

      Gejala lokal (disekitar luka) berupa kaku dari otot otot disekitar luka

      Gejala sistemik (mengenai seluruh tubuh) yang merupakan gejala paling sering terjadi berupa:

    • gejala ringan, seperti timbul rasa gelisah, susah menelan (susah menelan makanan akibat rasa nyeri pada rahang dan gigi), sakit kepala, demam, dan menggigil.
    • timbul kejang yang disertai nyeri otot pengunyah (otot pipi) yang disertai rasa kaku di rahang (trismus), sehingga membuat mulut sukar atau tidak bisa dibuka sama sekali.
    • kejang pada otot2 wajah menyebabkan expresi penderita seperti menyeringai dengan kedua alis y terangkat
      kaku kuduk, lengan, serta tungkai
      kaku punggung,
    • Otot-otot perut menjadi kaku (keras seperti papan) dan semakin parah kondisinya, sehingga kepala dan tumit penderita akan tertarik ke belakang, sedangkan badanny melengkung k depan
    • Kejang pada otot sfingter perut menyebabkan sembelit dan tertahanny air kemih
      Disertai dengan gejala seperti sakit kepala, jantung berdebar debar
    • Gangguan ringan seperti suara berisik, aliran angin atau goncangan, bisa memicu ketegangan otot y disertai nyeri dan keringat y berlebihan
    • Selama kejang seluruh tubuh terjadi, penderita tidak dapat berbicara karena otot dadany kaku atau terjadi kejang tenggorokan. Hal tersebut juga menyebabkan gangguan pernafasan sehingga terjadi kekurangan oksigen.
    • Masa inkubasi tetanus (lamanya waktu dari tertusuk paku sampai menimbulkan gejala klinis) muncul dalam waktu 5-10 hari setelah terinfeksi, tetapi bisa juga timbul dalam waktu 2 hari atau 50 hari setelah infeksi.
    • Foto tetanus

      Foto tetanus

        Pencegahan Tetanus

        Penting gag luka d bersihkan?

      • Setiap luka harus segera dibersihkan secara seksama karena kotoran dan jaringan mati akan mempermudah pertumbuhan bakteri Clostridium tetani.
      • Untuk membersihkan luka tertusuk paku adalah dengan air dingin. Peganglah daerah luka kemudian basuh luka dengan air dingin yang mengalir dari atas sampai ke bagian bawah dari luka.
      • Gunakan sabun dan kain lap halus untuk membersihkan kulit daerah sekitar luka. Ingat, cobalah untuk menjaga agar sabun tidak mengenai luka itu sendiri karena sabun dapat menyebabkan iritasi yang dapat memperburuk kondisi luka.
      • Gunakan penjepit yang telah dibersihkan dengan isopropyl alcohol untuk mengeluarkan kotoran-kotoran yang masih ada didalam luka setelah dilakukan pencucian atau pembersihan luka.
      • Bahkan jika memang diperlukan gunakan cairan pembersih yang lebih kuat seperti hydrogen peroxide atau antiseptic, tetapi cairan-cairan tersebut mungkin berbahaya dan dapat menyebabkan iritasi. Jadi sebaiknya tanyakan kepada dokter jika memang anda harus menggunakan sesuatu cairan pembersih selain dari air.
        • Kalo terjadi perdarahan?

        • Perdarahan yang terjadi dapat membantu membersihkan luka luar yang terjadi.
        • Untuk menghentikan perdarahan yang terjadi, lakukan penekanan secara langsung dengan tekanan yang lembut pada luka dengan menggunakan kain bersih, tissue atau dengan kain kasa yang halus.
        • Jika darah meresap menembus kain, tissue atau kasa, lakukanlah penekanan pada luka dan jangan melepaskannya. Yang anda lakukan hanyalah menambahkan lebih banyak kain, kasa atau tissue diatasnya dan lakuakan penekanan lebih pada daerah tersebut.
        • Jika luka terdapat pada daerah kaki, maka angkatlah kaki dan posisikan agar luka berada diatas posisi jantung, hal ini dapat membantu mengurangi, melambatkan bahkan menghentikan perdarahan.
          • Perlu gag d perban?

          • Meninggalkan luka tidak tertutup atau luka tetap terbuka akan membantu luka itu mengering dan membantu dalam proses penyembuhan luka. Jadi, jika lukanya tidak di dalam suatu area yang bisa dengan mudah terkena kotoran atau tergesek oleh pakaian, tidak harus menutupinya dengan perban.
          • Perlu gag suntikan anti tetanus?

          • Untuk mencegah terjadinya infeksi tetanus, pada luka kecil perlu mendapatkan suntikan anti tetanus jika sebelumnya tidak mendapatkannya sedikitnya 3 kali atau tidak mendapatkannya satu kali dalam waktu 20 tahun terakhir.
          • Saat kondisi luka lebih serius, perlu suntikan tetanus jika sebelumnya tidak mendapatkannya sedikitnya 3 kali atau jika belum mendapatkannya dalam 5 tahun terakhir.
          • Cara terbaik untuk menghindari terjadinya infeksi tetanus adalah konsultasikan dan bicarakan dengan dokter untuk memastikan suntikan tetanus benar-benar terbaru.
            • Beberapa hari setelah dy cerita tertusuk paku itu, q tany kbr dy..truzz jawabny dy dah oke2 ajah…
              ”jd laen x jangan nakut2 in…” gitu katany…
              ”he.he…ya maap…”
              Truzz ttg cerita awal dy pakek acara d pukul2 itu mungkin maksudny buat nahan perdarahan x yach…nah kalo y d kasih air garam…mungkin juga karena garam kn mengandung iodium..jd bs dkatakan sbg pengganti antiseptik ny..gtu x yach…. wah2 y nyaranin k dy tuch bener2 dah pengalaman tinggal d hutan…jd tau segala medan…apa2 y ada… d gunain sebagai pertolongan pertama…he.he…uppsss..salut dech….!!! Tapi mungkin lebi baek dy nyediakan kotak P3K buat jaga2 ajah kalo kenapa2…OK??

              Thanks for the anwers:

              http://sehat-info.blogspot.com/2008/06/luka-iris-goresan-jahitan-dan_perawatan.html
              http://www.ayahbunda.co.id?Artikel?Gizi+dan+kesehatan/cegah.luka.jadi.tetanus/001/001/257/95/-/4
              http://tutilestari.blogspot.com/2008/04/apakah-saya-terkena-tetanus.html
              http://wapedia.mobi/Tetanus
              http://www.acehforum.or.id/tetanus-t13754.html!?s=f20ab79fc421cb8eb108f6301c40dc8d&amp
              http://www.medicastore.com/penyakit/91/Tetanus.htmlA

              Tinggalkan Balasan

              Fill in your details below or click an icon to log in:

              WordPress.com Logo

              You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

              Twitter picture

              You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

              Facebook photo

              You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

              Connecting to %s